Jikalahari Ungkap Kebakaran 583 Hektar Gambut di Konsesi Korporasi
Berdasarkan analisis hotspot, citra satelit Sentinel, serta verifikasi lapangan pada 15–24 Agustus 2026, Jikalahari menemukan areal bekas terbakar seluas kurang lebih 583 hektar yang tersebar di lima konsesi korporasi, yakni PT Arara Abadi Melako, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) Blok Mandau, PT Tani Subur Makmur, PT Sari Lembah Subur, dan PT Teguh Karsa Wana Lestari.
Gletser yang Runtuh di Nepal adalah Ulah Kita Semua
Dibanding negara-negara maju dunia yang meraih kemakmuran dengan menghasilkan polusi gas rumah kaca raksasa penyebab perubahan iklim dan pemanasan global, emisi gas rumah kaca yang diproduksi Nepal sangat rendah, bahkan nyaris tidak ada (sekitar 0,1% dari emisi gas rumah kaca global). Ironisnya, masyarakat Nepal kini harus menanggung sebagian dari akibat paling brutal dari pemanasan yang sebagian besar diciptakan di tempat lain.
Karhutla Berulang, Saatnya Revisi Total UU Kehutanan
Koalisi #ResetKehutanan yang beranggotakan lebih dari 30 organisasi masyarakat sipil di berbagai wilayah Indonesia menegaskan peristiwa karhutla bukan sekadar fenomena alam yang disebabkan El Nino, melainkan cermin atas tata kelola kehutanan yang eksploitatif dan tidak berorientasi terhadap perlindungan lingkungan.
Nepal-Tibet Flash Flood Shows Deadly Price of Climate Delay
A glacial collapse that resulted in a flash flood in the Nepal-Tibet border shows that climate delay is proving to be deadlier and more destructive than world leaders admit, climate groups said. Disasters like this are becoming more frequent and more deadly as the Himalayas warm and glaciers destabilize.
Peluncuran 100 GW PLTS Harus Diikuti Penghentian Proyek Gas Fosil
Peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Jembrana, Bali, harus menjadi momentum untuk mempercepat transisi energi secara menyeluruh, bukan sekadar pembangunan pembangkit skala besar. Pengembangan energi surya juga harus membuka ruang yang luas bagi PLTS skala kecil, termasuk PLTS Atap yang dapat dikembangkan oleh rumah tangga, komunitas, fasilitas publik, maupun dunia usaha.
Merdeka untuk Mencipta di Era ‘Artificial Intelligence’
Kemerdekaan bukan hanya konsep politik yang diwariskan sejarah. Kemerdekaan adalah sesuatu yang sangat praktis: seberapa jauh seseorang mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk menentukan pilihan, berpartisipasi, mencipta, dan menghasilkan nilai tanpa menghadapi hambatan yang sebenarnya dapat dihilangkan. Refleksi ini semakin relevan ketika kita memasuki era "Artificial Intelligence" (AI).
Jikalahari Ungkap Kebakaran 583 Hektar Gambut di Konsesi Korporasi
Berdasarkan analisis hotspot, citra satelit Sentinel, serta verifikasi lapangan pada 15–24 Agustus 2026, Jikalahari menemukan areal bekas terbakar seluas kurang lebih 583 hektar yang tersebar di lima konsesi korporasi, yakni PT Arara Abadi Melako, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) Blok Mandau, PT Tani Subur Makmur, PT Sari Lembah Subur, dan PT Teguh Karsa Wana Lestari.
Karhutla Berulang, Saatnya Revisi Total UU Kehutanan
Koalisi #ResetKehutanan yang beranggotakan lebih dari 30 organisasi masyarakat sipil di berbagai wilayah Indonesia menegaskan peristiwa karhutla bukan sekadar fenomena alam yang disebabkan El Nino, melainkan cermin atas tata kelola kehutanan yang eksploitatif dan tidak berorientasi terhadap perlindungan lingkungan.
Masihkah AMDAL Diperlukan?
Setiap kali terjadi banjir akibat pembukaan hutan, pencemaran sungai oleh limbah industri, sedimentasi pesisir karena aktivitas pertambangan, atau kerusakan ekosistem akibat pembangunan infrastruktur, pertanyaan yang hampir selalu muncul di tengah masyarakat adalah: "Bukankah proyek tersebut sudah memiliki AMDAL?"
El Niño Memburuk, Penduduk Kelaparan Akut Bertambah 49 Juta Jiwa
Jumlah penduduk di wilayah sangat rentan yang mengalami kelaparan akut diperkirakan akan meningkat hampir 50 juta jiwa akibat memburuknya fenomena cuaca El Niño di seluruh dunia. Data terbaru ini disampaikan oleh Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (WFP), Rabu, 5 Agustus.
Konservasi dan Standarisasi Purwoceng untuk Perkuat Industri Herbal Nasional
Purwoceng sebagai tanaman endemik Indonesia harus kita konservasi, harus kita budidayakan, dan harus kita standarisasi agar menjadi bahan baku herbal unggulan yang mampu menopang kemandirian industri fitofarmaka nasional.
KMS Desak Pemerintah Perkuat Fiskal melalui ‘Windfall Tax’
Sepanjang kuartal I 2026, realisasi subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp118 triliun. Angka tersebut telah mencapai lebih dari separuh dari total alokasi subsidi energi tahun 2026 sebesar Rp210 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas harga energi fosil global masih menjadi salah satu faktor utama yang membebani fiskal negara.
Peluncuran 100 GW PLTS Harus Diikuti Penghentian Proyek Gas Fosil
Peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Jembrana, Bali, harus menjadi momentum untuk mempercepat transisi energi secara menyeluruh, bukan sekadar pembangunan pembangkit skala besar. Pengembangan energi surya juga harus membuka ruang yang luas bagi PLTS skala kecil, termasuk PLTS Atap yang dapat dikembangkan oleh rumah tangga, komunitas, fasilitas publik, maupun dunia usaha.
Bangsa Besar Tidak Dibangun oleh Angka Besar
Bangsa besar tidak lahir dari kegemaran membuat proyek besar, melainkan dari kemampuan menentukan mana yang benar-benar penting bagi masa depannya. Kepemimpinan diuji bukan ketika sebuah ambisi diumumkan, melainkan ketika harus dibedakan antara apa yang sekadar tampak besar dan apa yang sungguh bernilai untuk hari ini dan di masa mendatang.
Indonesia Berpotensi Rugi Rp214 Triliun Akibat Lonjakan Harga Minyak
Saat perusahaan-perusahaan minyak terbesar dunia mencetak rekor laba sebesar $93 miliar pada kuartal kedua 2026, analisis terbaru dari 350.org menunjukkan, rumah tangga di Indonesia menanggung akibatnya. Guncangan harga minyak akibat perang Iran membebani perekonomian keluarga hingga miliaran dolar.
Karhutla Berulang, Saatnya Revisi Total UU Kehutanan
Koalisi #ResetKehutanan yang beranggotakan lebih dari 30 organisasi masyarakat sipil di berbagai wilayah Indonesia menegaskan peristiwa karhutla bukan sekadar fenomena alam yang disebabkan El Nino, melainkan cermin atas tata kelola kehutanan yang eksploitatif dan tidak berorientasi terhadap perlindungan lingkungan.
Kisah Tragis Konflik Manusia dan Gajah di Damar Hitam
Konflik manusia dan satwa liar kembali memakan korban di Dusun V Damar Hitam, Desa Mekar Makmur. Dusun ini sudah lama hidup berdampingan dengan ancaman gajah liar. Ladang rusak, jalan hancur, tanaman musnah menjadi trauma bagi warga yang tak kunjung sembuh. Diperlukan solusi paripurna untuk mencegah konflik berlanjut.
Masyarakat Sipil dan Akademisi Desak Transisi Energi yang Transformatif
Kelompok masyarakat sipil dan akademisi menegaskan bahwa hukum, demokrasi, dan aksi iklim tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kebijakan iklim hanya sah apabila dibentuk secara terbuka, partisipatif, berbasis ilmu pengetahuan, dapat diuji dan dipertanggungjawabkan secara publik, serta tunduk pada pembatasan kekuasaan.
Delapan Pesan Kemerdekaan Gerakan Nurani Bangsa
Merdeka bukan hanya bebas dari penjajah asing, tetapi merdeka bagi setiap warga Indonesia untuk berpendapat, berserikat, berkumpul; merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, dan merdeka dari intimidasi-persekusi; serta merdeka untuk berpartisipasi dalam mengelola negeri.
BRWA Pertanyakan Komitmen Negara Melindungi Hak Masyarakat Adat
Data BRWA menunjukkan bahwa pengakuan terhadap wilayah adat masih menghadapi kesenjangan yang besar. Sebagian besar wilayah adat yang telah teregistrasi belum memperoleh penetapan pengakuan dari pemerintah, sementara sebagian lainnya masih berhadapan dengan kawasan hutan, konsesi, dan berbagai kepentingan pembangunan.
KMS Desak Produsen Otomotif Bertanggung Jawab atas Emisi Kendaraan
Narasi bahwa EV adalah solusi semu karena listrik Indonesia masih bergantung pada PLTU batu bara harus diluruskan. Akselerasi transisi ke EV justru menjadi momentum untuk mendorong percepatan energi terbarukan. Ketika bauran energi terbarukan masuk ke jaringan listrik nasional, keunggulan BEV kian mutlak.
(Belum) Merdeka dari Sampah!
Banyak cara bagi individu maupun masyarakat atau komunitas mengekspresikan diri ketika memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun ini. Salah satu yang menarik adalah ungkapan soal Indonesia yang (belum) merdeka dari sampah. Ungkapan ini tentu berdasarkan data dan fakta, bukan mengada-ada.
Merdeka untuk Mencipta di Era ‘Artificial Intelligence’
Kemerdekaan bukan hanya konsep politik yang diwariskan sejarah. Kemerdekaan adalah sesuatu yang sangat praktis: seberapa jauh seseorang mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk menentukan pilihan, berpartisipasi, mencipta, dan menghasilkan nilai tanpa menghadapi hambatan yang sebenarnya dapat dihilangkan. Refleksi ini semakin relevan ketika kita memasuki era "Artificial Intelligence" (AI).
Bangsa Besar Tidak Dibangun oleh Angka Besar
Bangsa besar tidak lahir dari kegemaran membuat proyek besar, melainkan dari kemampuan menentukan mana yang benar-benar penting bagi masa depannya. Kepemimpinan diuji bukan ketika sebuah ambisi diumumkan, melainkan ketika harus dibedakan antara apa yang sekadar tampak besar dan apa yang sungguh bernilai untuk hari ini dan di masa mendatang.
Masihkah AMDAL Diperlukan?
Setiap kali terjadi banjir akibat pembukaan hutan, pencemaran sungai oleh limbah industri, sedimentasi pesisir karena aktivitas pertambangan, atau kerusakan ekosistem akibat pembangunan infrastruktur, pertanyaan yang hampir selalu muncul di tengah masyarakat adalah: "Bukankah proyek tersebut sudah memiliki AMDAL?"
Berpikir di Era AI: Autentisitas dan Tanggung Jawab Intelektual
Ketika AI semakin menyatu dengan alat (tools), analisis, dan penciptaan pengetahuan, pertanyaannya bukan lagi apakah kita menggunakannya, tetapi bagaimana kita tetap berpikir.
Seandainya Prabowo Belajar dari Senge
Indonesia sedang berada dalam titik yang oleh Senge disebut sebagai peluang pembelajaran generatif—momen ketika tekanan eksternal cukup besar untuk memaksa organisasi memeriksa ulang asumsi-asumsi lamanya, tetapi belum sampai pada titik krisis yang membuat pembelajaran menjadi mustahil karena semua energi terkuras untuk bertahan hidup.
El Niño Memburuk, Penduduk Kelaparan Akut Bertambah 49 Juta Jiwa
Jumlah penduduk di wilayah sangat rentan yang mengalami kelaparan akut diperkirakan akan meningkat hampir 50 juta jiwa akibat memburuknya fenomena cuaca El Niño di seluruh dunia. Data terbaru ini disampaikan oleh Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (WFP), Rabu, 5 Agustus.
BMKG: Awas Potensi Kekeringan dan Karhutla Makin Parah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027 dengan puncak intensitas melebihi kategori kuat. Potensi kekeringan ini dapat semakin diperparah dengan potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada periode September hingga Desember 2026.
Alarm Iklim Menyala dari Segala Arah
Lebih dari 250.000 hektar lahan di Eropa terbakar, dengan 1.254 kebakaran terdeteksi sejak awal tahun 2026. Rekor kebakaran hutan melanda Prancis, Spanyol, dan bagian lain Eropa, memaksa evakuasi massal dan menghantam ekonomi regional serta nasional, disertai gelombang panas brutal yang telah mengeringkan lanskap Eropa.
Krisis Iklim adalah Krisis Keadilan
Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (ARUKI) menolak pembahasan RUU Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim (PLH-PI) dan mendesak pengesahan Undang-undang Keadilan Iklim terpisah!
Hampir Separuh Anak-anak Dunia Terdampak Multikrisis Iklim
Kekeringan, panas ekstrem, dan gelombang panas adalah tiga bahaya paling umum yang membahayakan jutaan anak di seluruh dunia. Hampir setengah anak-anak dunia – atau 1,1 miliar jiwa – saat ini terpapar setidaknya tiga krisis iklim yang mengancam kesehatan, pendidikan, dan kelangsungan hidup mereka.
BMKG: Puncak Musim Kemarau Agustus 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli–September 2026. Kondisi ini harus mulai diantisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan ketersediaan air, kondisi kesehatan, serta kebutuhan multisektor yang terdampak dapat terkendali.
Gletser yang Runtuh di Nepal adalah Ulah Kita Semua
Dibanding negara-negara maju dunia yang meraih kemakmuran dengan menghasilkan polusi gas rumah kaca raksasa penyebab perubahan iklim dan pemanasan global, emisi gas rumah kaca yang diproduksi Nepal sangat rendah, bahkan nyaris tidak ada (sekitar 0,1% dari emisi gas rumah kaca global). Ironisnya, masyarakat Nepal kini harus menanggung sebagian dari akibat paling brutal dari pemanasan yang sebagian besar diciptakan di tempat lain.
Wisdom Capital: Modal yang Tak Pernah Pensiun
Indonesia saat ini duduk di atas kekayaan yang tak pernah masuk dalam neraca pembangunan mana pun: jutaan warga senior yang membawa enam, tujuh, delapan dekade pengalaman hidup, dan yang oleh masyarakat kita—masyarakat yang tergesa-gesa, yang mengukur nilai seseorang dari kecepatan dan kebaruan—terlalu sering diperlakukan seolah telah lewat masa gunanya.
Belajar Hidup dengan Kabar Buruk agar Bisa Terus Berkarya
Dari Ukraina hingga Gaza dan Iran, perang-perang baru terus membakar hutan, meracuni tanah dan air dengan logam berat serta zat kimia, serta menyumbang emisi gas rumah kaca dalam jumlah yang sebanding dengan emisi satu negara—sementara sumberdaya yang semestinya dipakai untuk rehabilitasi, restorasi, dan regenerasi ekologis justru dibakar habis untuk membangun kembali apa yang baru saja dihancurkan.
Seandainya Aku Bisa Merayakan Kemerdekaan dengan Lebih Gembira
Ritual kemerdekaan itu, seperti detak jantung sebuah bangsa, tidak pernah berhenti. Tetapi ada sesuatu yang saya rasa berbeda tahun ini, sesuatu yang lebih sunyi daripada biasanya di balik gegap-gempita seremoni: sebuah keheningan yang bukan berasal dari kekhidmatan, melainkan dari kelelahan.
Mengapa Para Pembenci Pohon Justru Merajalela di Musim Godzilla?
Pohon peneduh bukan hanya sebuah elemen estetika. Mereka adalah infrastruktur untuk bertahan hidup. Satu batang mahoni dewasa bisa menurunkan suhu udara dan efek pulau panas perkotaan. Menghilangkan pohon di musim panas seperti saat ini bukan sekadar kelalaian estetis. Ia adalah tindakan melawan kepentingan bersama.
Ketika Pertanian Regeneratif Menjadi Sebuah Keniscayaan
Dalam kepanasan yang mencekik yang mengeringkan sawah-sawah di Jawa Timur hingga retak dan mengubah ladang-ladang gandum di Saskatchewan menjadi hamparan debu berwarna seperti besi berkarat, sebuah trilogi dokumenter terasa bukan lagi sekadar tontonan tentang pertanian, melainkan semacam kitab petunjuk penyelamatan kehidupan yang terlambat kita buka.
‘Fossilflation’ is Hitting Households Worldwide
Six months since the closure of the Strait of Hormuz sent shockwaves through global energy markets, 350.org is warning that households around the world are paying the price of continued dependence on volatile fossil fuels. The Strait of Hormuz is a critical global energy chokepoint, carrying roughly a quarter of the world’s seaborne oil and a fifth of its LNG.
Nepal-Tibet Flash Flood Shows Deadly Price of Climate Delay
A glacial collapse that resulted in a flash flood in the Nepal-Tibet border shows that climate delay is proving to be deadlier and more destructive than world leaders admit, climate groups said. Disasters like this are becoming more frequent and more deadly as the Himalayas warm and glaciers destabilize.
Indonesia May Lose Up to $13 Billion in Oil Spikes
As the world’s biggest oil companies posted $93 billion in profits in the second quarter of 2026, new analysis by 350.org shows that Indonesian households are paying the price, with Iran war-driven oil shocks imposing billions of dollars on the economy.
El Niño and Heatwaves Dry Up Fields, Governments Must Act Fast
Climate campaigners warned that record high temperatures and a strong El Niño is resulting in severe drought in many countries, hitting crop yields and raising food prices. 350.org urged governments to move fast to protect farming communities and consumers, and mobilize the necessary funds through higher, permanent taxes on fossil fuel profits.
ASEAN Members Share Social Forestry Lessons
ClientEarth, together with ASEAN Working Group on Social Forestry (AWG-SF) and RECOFTC Indonesia, organised a Regional Knowledge Sharing of ASEAN Guiding Principles for Effective Social Forestry Legal Frameworks (AGP) workshop in Jakarta on 4-5 August. Hosted by Indonesia's Ministry of Forestry, the event aimed to improve the effectiveness, transparency, and inclusiveness of social forestry governance across ASEAN Member States.
Five Oil Companies Bank Blockbuster Profits as Climate Disasters Strike
Scientists estimate that emissions from just five fossil fuel corporations - BP, Chevron, ExxonMobil, Shell and TotalEnergies - were sufficient to cause around one in four of the heatwaves recorded globally between 2000 and 2023. Those same five companies are now announcing another blockbuster quarter of fossil fuel profits.

































