Awasi Secara Serius Konsumsi Air oleh Perusahaan 

2026-04-17T14:38:58+07:0017 April 2026|Laporan Utama, Lingkungan|

Di tengah krisis air yang terus meningkat, laporan-laporan ESG perusahaan besar tampak seperti brosur pariwisata: indah secara visual, tipis secara substansi. Air sangat jelas belum terwakili dengan baik dalam proses penetapan tujuan, analisis, atau kerangka kerja ESG.

Apa Kabar Nasib Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Bencana Sumatra?

2026-04-05T06:25:21+07:003 April 2026|Lingkungan, Siaran Pers|

Koalisi Masyarakat Sipil Advokasi Undang-Undang Kehutanan memiliki 5 (lima) catatan atas pencabutan izin usaha 28 perusahaan pasca Bencana Sumatera. Pertama, penegakan hukum harus dilakukan dengan mengedepankan akses informasi dan partisipasi masyarakat.

Pemanasan Global – dan Perubahan Iklim – akan Semakin Ekstrem

2026-03-07T06:55:14+07:007 March 2026|Iklim, Laporan Utama, Lingkungan|

Percepatan pemanasan global yang signifikan ini menimbulkan kekhawatiran dan menunjukkan betapa tidak memadainya upaya yang dilakukan sejauh ini untuk memperlambat dan akhirnya menghentikan pemanasan global di bawah Persetujuan Paris.

Mikroplastik Ditemukan hingga Kedalaman 2.450 Meter di Indonesia

2026-03-20T16:09:12+07:006 March 2026|Laporan Utama, Lingkungan, Siaran Pers|

Penelitian terbaru menunjukkan partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter ini telah mencapai kedalaman sekitar 2.450 meter di jalur utama Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow/ITF). Partikel tersebut berpotensi masuk ke rantai makanan laut hingga akhirnya dikonsumsi manusia.

Lebih dari Satu Miliar Orang Akan Kehilangan Tanah Mereka

2026-02-26T15:32:49+07:0025 February 2026|Laporan Utama, Lingkungan|

Kondisi ini terungkap dalam laporan status kepemilikan dan tata kelola lahan terbaru dari FAO yang menjadi laporan inventarisasi global komprehensif pertama yang melacak bagaimana tanah dimiliki, diatur dan gunakan.

Tambang Emas Skala Kecil Jadi Sumber Utama Polusi Merkuri di Indonesia

2026-03-20T16:33:16+07:0025 February 2026|Lingkungan, Siaran Pers|

Perekayasa Ahli  Pertama PRTLTB, Tia Agustiani sekaligus alumnus Prefectural University of Kumamoto (PUK) menekankan, sumber penyumbang emisi merkuri terbesar di Indonesia berasal dari penambangan emas skala kecil (PESK) dan tradisional dengan proses amalgamasi emas sebagai sumber antropogenik terbesar.

Go to Top