Mengapa Karhutla Berulang Harus Jadi Bencana Nasional?

2026-10-19T10:56:01+07:0019 October 2026|Opini|

Mengakhiri karhutla membutuhkan perubahan dari pendekatan reaktif menuju pencegahan jangka panjang. Kepemimpinan ekologis harus diukur bukan hanya dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari keberhasilan mencegah kebakaran berulang, melindungi masyarakat, dan memulihkan lingkungan.

Asap Itu Begitu Mencekik

2026-10-15T13:31:01+07:0014 October 2026|Komunitas, Opini|

"Hari ini saya sudah menghabiskan dua tabung oksigen kecil. Napas sesak. Jarak pandang terbatas. Sekarang hanya sekitar 20 meter jarak pandang di dalam rumah. Asap kuning ini membuat kami merasa hidup di dunia lain." Itulah komentar sedih kakak saya di grup WhatsApp (WA) keluarga. Ini sudah kesekian kalinya keluhan derita karena sesak napas, mata perih, kerongkongan tercekat, dan sebagainya muncul dari keluarga saya, yang bermukim di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Inilah Potret Krisis Ekologis Indonesia

2026-10-11T10:56:06+07:0011 October 2026|Opini|

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mengkhawatirkan ketika asap menyebar jauh dari lokasi kebakaran. Kabut asap yang diduga berasal dari Papua Selatan dan Maluku, misalnya, terpantau hingga Kendari dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra). Fenomena ini merupakan kejadian pertama dan sepengetahuan penulis yang  sudah menetap di Kendari sejak 35 tahun lalu.

Mengungkap Peran Manusia dalam Pelestarian Alam

2026-10-19T07:07:12+07:009 October 2026|Opini|

Adakah manfaat ilmu-ilmu sosial atau sains sosial bagi pelestarian alam? Ketika ilmuwan dan praktisi berkiprah dalam dunia konservasi, ilmu dan pengetahuan yang dianggap penting dan berperan seringkali hanyalah ilmu-ilmu biofisika, termasuk ilmu ekologi, rekayasa, dan biologi molekuler. Saat krisis lingkungan berlanjut, pertanyaan tersebut muncul. Bisakah ilmu-ilmu sosial menjadi solusi?

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi, Mengapa Belum Juga Tuntas?

2026-10-08T15:21:29+07:008 October 2026|Opini|

Persoalan kebakaran hutan di wilayah Provinsi Jambi, bukanlah tragedi kali pertama. Masalah ini terjadi setiap tahun terutama saat memasuki musim kemarau dan terlebih lagi setiap lima tahun sekali akibat siklus perubahan iklim dan pemanasan global yang memicu terjadinya kemarau berkepanjangan.

Go to Top