Bandung, 17 Desember 2023 — Sebuah babak baru dalam upaya mengatasi krisis iklim dibuka di Bumi Suaka 2023, acara yang digelar oleh Child Campaigner Save The Children Indonesia Jawa Barat di Dago Tea House. Di panggung inspiratif ini, generasi muda memainkan peran sentral, dan Trash Ranger Indonesia menjadi pilar tak tergoyahkan dalam gerakan perubahan ini.

Menyentuh tema krisis iklim, Bumi Suaka 2023 menjadi manifestasi kebutuhan mendesak akan partisipasi generasi muda. Global Save the Children dalam laporan “Generation Hope” tahun 2022 mengungkapkan kenyataan pahit bahwa 774 juta anak di seluruh dunia hidup dalam risiko kemiskinan dan dampak perubahan iklim yang melanda.
Sehubungan dengan ini, Rahman Fauzi, ketua pelaksana Bumi Suaka dan koordinator Child Campaigner Jawa Barat, menyampaikan pesan kuat bahwa, “Bumi Suaka adalah nyawa bagi setiap anak dan orang muda di Jawa Barat yang merasa tanggung jawab terhadap rumah tempat kita semua tinggal. Anak-anak dan orang muda di Jawa Barat harus bersatu, merancang solusi, dan menjadi bagian dari upaya penanganan krisis iklim.

Bersama organisasi lainnya, Trash Ranger Indonesia, sebuah komunitas dengan fokus pada pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan, menjawab panggilan ini dengan membawa semangat dan aksi konkret ke panggung Bumi Suaka 2023. Dengan kehadiran 18 perwakilan, Trash Ranger Indonesia bukan hanya peserta, tetapi juga penggerak yang meriahkan atmosfer acara.

Kehebohan mencapai puncak ketika Sam Sajidan Atqiya Maftuh Mubarok, koordinator lapangan dan MC dari Trash Ranger Indonesia, dengan semangat membara, menghidupkan acara di penghujung performa. Bersama Tubagus Nuribhitian, sang narator yang penuh karisma, keduanya menciptakan momen tak terlupakan yang mempersembahkan kegembiraan dan inspirasi.

Sementara itu, 5 perwakilan Trash Ranger Indonesia bertugas mengenalkan komunitas mereka pada pengunjung stand booth, mengundang lebih banyak orang untuk turut serta dalam gerakan peduli lingkungan. Tak ketinggalan, 10 relawan clean up terlibat dalam pemungutan sampah di sekitar lokasi, memberikan teladan pada pengunjung dan secara halus mendidik orang di sekitar.

Lebih dari sekadar mengelola sampah, Trash Ranger Indonesia membuka peluang bagi individu yang ingin ikut serta dalam perubahan. Semakin banyak yang bergabung, semakin besar dampaknya pada kesadaran lingkungan, menciptakan gelombang besar yang melibatkan masyarakat dalam perlindungan lingkungan dan keberlanjutan.

Tidak hanya berbicara, Trash Ranger Indonesia menunjukkan komitmennya melalui aksi nyata. Dalam berbagai event seperti YAFEST, AREDES, dan program kolaboratif pada Blue Carbon Journey 2023 dan Ngoprek Runtah, komunitas ini turut serta dalam kampanye, pemungutan sampah, penyortiran, dan mengelola sampah menjadi sesuatu yang baru.

Tindakan ini menjadi bukti bahwa pemahaman lingkungan dan perubahan perilaku dapat dicapai melalui tindakan nyata.
Kerjasama lintas sektor menjadi ciri khas Bumi Suaka 2023, terbukti dengan kolaborasi yang dijalin dengan berbagai organisasi selama acara ini. Diskusi dan berbagi pengalaman dengan anak-anak dan orang muda dari berbagai organisasi tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga menjadi katalisator untuk perubahan positif.

Bumi Suaka 2023 bukan hanya acara, melainkan panggung perubahan. Trash Ranger Indonesia, bersama Child Campaigner Save the Children Indonesia, membuktikan bahwa perubahan dimulai dari tindakan konkret, dan generasi muda adalah pilar utamanya.

Di sisi lain, kesaksian Dimas Dwi Pangestu, CEO Representative Youth Ranger Indonesia, pendiri Trash Ranger Indonesia, dan wakil ketua Indonesia Geopark Youth Forum, menyumbang pencerahan tambahan pada kesuksesan Bumi Suaka 2023. Sebagai tokoh yang juga berperan penting, Dimas tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian integral dari perjalanan acara yang memadukan semangat dan penyatuan di Jawa Barat.

“Acara Bumi Suaka merupakan sebuah kejadian luar biasa. Ini menjadi pemantik semangat bagi pemuda, khususnya komunitas dan organisasi di Jawa Barat,” ungkapnya dengan antusias. Sebagai pendiri Trash Ranger Indonesia, Dimas membagikan kegembiraannya karena terlibat dalam event yang diselenggarakan oleh Save The Children, memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi dalam upaya mengurangi dampak iklim di Jawa Barat.

Dimas, dengan keyakinan kuat bahwa pemuda harus bersatu dan bersinergi, menyampaikan kepentingan berkolaborasi untuk memberikan kontribusi positif pada lingkungan. Sebagai bagian dari tim di balik layar, Dimas terlibat dalam perencanaan Bumi Suaka, berkontribusi dalam perancangan konsep acara ini. Dalam pertemuan sebelumnya bersama rekan-rekannya, terutama Rahman, koordinator Child Campaigner Save The Children Jawa Barat, mereka berbagi gagasan dan membahas implementasi Bumi Suaka dari mekanisme makanan hingga deklarasi.

Melalui Bumi Suaka 2023, Dimas tidak hanya merasa senang dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga dan memberikan pada bumi, tetapi juga menyampaikan keyakinannya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mencapai perubahan positif. Dalam pernyataannya, Dimas menegaskan pentingnya bersama-sama menjaga bumi tanpa batas alasan untuk tidak memenuhi kebutuhan kita.

Bumi Suaka 2023 bukan hanya sekadar acara berprestise, melainkan juga puncak dari serangkaian kolaborasi kampanye Aksi Generasi Iklim Save the Children Indonesia. Kolaborasi ini melibatkan berbagai organisasi yang peduli terhadap lingkungan, seperti Markapada, Ocean Young Guard, dan Forestisme.

Dukungan yang diberikan oleh pihak terkait semakin memperkuat pesan keberlanjutan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Provinsi Jawa Barat, bahkan dr. Siska Gerfianti, SpDLP., MHkes selaku kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Moh. Wahyu Syaiful Mubarok selaku perwakilan Think Associate, Think Policy Indonesia, dan Gracia Paramitha selaku perwakilan Akademisi, Y20, sekaligus Climate Specialist, turut memberikan dukungan mereka untuk menyuarakan isu-isu lingkungan. Hal ini menciptakan landasan yang kokoh untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kolaborasi dalam menjaga bumi kita.

Benar adanya yang disampaikan oleh Bung Karno, “Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.” Hal ini dibuktikan dengan lahirnya Bumi Suaka sebagai saksi kebersamaan dan aksi nyata generasi muda dalam menghadapi krisis iklim, sekaligus ruang aman bagi anak-anak dan orang muda untuk berjejaring, berbagi pengalaman, dan berdiskusi tentang aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Dengan begitu, Bumi Suaka 2023 mengukir jejak inspiratif dan tindakan nyata, membuktikan bahwa ketika generasi muda bersatu, dan kolaborasi merajut sejarah, perubahan positif bisa menjadi kenyataan. Bersama, kita menjadi pelopor dalam menjaga bumi kita, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.