Meruntuhkan Budaya Ableisme: Inklusi, Kebudayaan dan Spirit Bandung

2026-05-23T07:07:28+07:0023 May 2026|Gaya Hidup, Komunitas, Opini|

Di balik identitas Bandung sebagai kota kreatif, kota gerakan, sekaligus ruang lahirnya berbagai gagasan perubahan sosial, masih terdapat pertanyaan penting yang jarang dibicarakan secara mendalam: apakah ruang seni, budaya, dan ruang publik di Bandung benar-benar sudah inklusif bagi semua orang?

Keuangan Inklusif sebagai Jalan Keadilan Sosial

2026-05-19T04:34:20+07:0019 May 2026|Gaya Hidup, Komunitas, Opini|

Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan kepala keluarga, serta masyarakat miskin perkotaan sering kali menjadi kelompok yang paling terdampak ketika terjadi krisis ekonomi, bencana, maupun perubahan iklim. Ironisnya, mereka juga sering kali menjadi kelompok yang paling sulit mengakses layanan keuangan formal.

Dari Dolok Masihul ke Panggung Dunia

2026-03-30T17:49:56+07:0030 March 2026|Gaya Hidup, Komunitas|

Dua sekolah di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, baru saja membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menciptakan solusi nyata. SMA Negeri 1 Dolok Masihul dan SMA Negeri 1 Serbajadi berhasil menyabet penghargaan tertinggi dalam Kompetisi Antar Sekolah, Menjawab Tantangan Perubahan Iklim (Climate Change School Challenge Contest atau CCSCC), sebuah ajang nasional yang diikuti oleh 66 sekolah setingkat SLTA dari seluruh Indonesia.

One Illegal War After Another

2026-03-20T08:58:10+07:0020 March 2026|Gaya Hidup, Jalal Menulis Keberlanjutan, Komunitas, Laporan Utama, Opini|

Amerika Serikat, negara yang paling keras menyuarakan demokrasi, kedaulatan, dan hukum internasional adalah negara yang paling sering melanggarnya. Menelusuri sejarah peperangan ilegal Amerika Serikat bakal membuat kita semua sadar bahwa isi sesungguhnya benar-benar tak sesuai merk yang tertera di kemasan.

Ironi Habermas: Sang Arsitek Aksi Komunikatif

2026-03-15T08:16:37+07:0015 March 2026|Gaya Hidup, Komunitas, Opini|

Pada 13 November 2023, beberapa pekan setelah serangan Hamas terhadap Israel, Habermas bersama tiga intelektual Jerman terkemuka lainnya—Nicole Deitelhoff, Rainer Forst, dan Klaus Günther—menerbitkan sebuah pernyataan yang mereka beri judul Prinsip-Prinsip Solidaritas.

Go to Top