Masa depan komodo, kadal hidup terbesar di dunia terancam oleh tiga faktor utama ini.
Status komodo (Varanus komodoensis), dalam Daftar Merah IUCN atau “IUCN Red List of Threatened Species™ yang dirilis di IUCN World Conservation Congress di Marseille, tanggal 4 September 2021, turun dari rentan (vulnerable) menjadi terancam punah (endangered).
Suatu spesies dinilai terancam punah (endangered) adalah ketika spesies tersebut menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar. Sementara spesies dalam kondisi rentan (vulnerable) adalah ketika spesies dianggap menghadapi risiko kepunahan yang tinggi di alam liar.
Komodo adalah spesies endemik di Indonesia dan hanya terdapat di Taman Nasional Komodo – yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia – dan Flores. Menurut IUCN kelangsungan hidup komodo semakin terancam oleh dampak perubahan iklim.
Perubahan iklim yang memicu kenaikan suhu bumi dan permukaan air laut diperkirakan akan mengurangi habitat yang cocok bagi komodo setidaknya 30% dalam 45 tahun ke depan.
Menurut penilaian IUCN, walau sementara ini sub-populasi komodo di Taman Nasional Komodo stabil dan terlindungi dengan baik, namun keberadaan komodo di luar kawasan lindung di Flores terancam oleh hilangnya habitat yang signifikan.
Penyebabnya tidak lain karena aktivitas manusia yang terus berlangsung yang berpotensi merusak lingkungan.
Daftar Merah IUCN sekarang mencakup 138.374 spesies di mana 38.543 di antaranya terancam punah.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment