Laporan United Nations Environment Programme (UNEP) berjudul “Becoming #GenerationRestoration: Ecosystem restoration for people, nature and climate” ini diluncurkan di Nairobi, Kamis, 3 Juni 2021.
Ada tujuh pesan utama yang disampaikan dalam laporan yang diluncurkan menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day yang diperingati setiap tanggal 5 Juni.
Pesan Kunci Pertama
UNEP kembali menyeru negara-negara dunia untuk memenuhi komitmen mereka memulihkan 1 miliar hektar lahan yang terdegradasi dan membuat komitmen serupa untuk wilayah laut dan pesisir.
Pemenuhan komitmen-komitmen ini bukan hanya menjadi sesuatu yang ‘menyenangkan untuk dilakukan’. Restorasi ekosistem sangat penting untuk mencegah kenaikan suhu bumi di atas 2°C, memastikan ketahanan pangan untuk populasi manusia yang terus bertambah dan memperlambat laju kepunahan spesies.
Manusia adalah bagian dari alam. Menurut UNEP, manusia perlu menciptakan hubungan yang seimbang dengan ekosistem alami yang selama ini menopang mereka.
Pesan Kunci Kedua
UNEP mengingatkan, negara-negara dunia saat ini masih terus berada di jalur yang salah. Ekosistem dunia – mulai dari lautan, hutan hingga lahan pertanian – terus mengalami degradasi dan kerusakan, yang dalam banyak kasus terjadi semakin cepat.
Korbannya adalah saudara-saudara kita yang hidup dalam kemiskinan, kelompok perempuan, masyarakat adat dan kelompok terpinggirkan lainnya. Beban akibat kerusakan ekosistem ini, ditambah beban pandemi COVID-19 membuat mereka makin terpuruk dan memperburuk kesenjangan yang ada.
Walaupun penyebab degradasi ekosistem beragam dan kompleks, namun satu hal yang pasti menurut UNEP adalah pertumbuhan ekonomi besar-besaran dalam beberapa dekade terakhir telah dicapai dengan merusak lingkungan, mengorbankan kesehatan ekologis.
Pesan Kunci Ketiga
Restorasi ekosistem diperlukan dalam skala besar untuk mencapai agenda pembangunan berkelanjutan. Upaya konservasi ekosistem yang masih sehat – meskipun sangat penting – tidak lah cukup.
Manusia masih terus mengeksploitasi bumi dengan kapasitas mencapai 160% atau 1,6 kali lipat sumber daya yang dimiliki bumi. Jika cara hidup manusia yang seperti ini terus dipertahankan, bumi tidak akan bisa bertahan akibat keserakahan manusia. Untuk itulah alam dan ekosistem harus segera direstorasi, dipulihkan.
Pesan Kunci Keempat
Restorasi ekosistem memberikan banyak manfaat. Restorasi ekosistem adalah salah satu solusi berbasis alam yang penting untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat, termasuk tantangan untuk pengentasan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat.
Setengah dari PDB (Produk Domestik Bruto) dunia bergantung pada alam. Data UNEP menyebutkan, setiap $1 yang diinvestasikan dalam restorasi ekosistem akan menghasilkan manfaat ekonomi hingga $30 (1:30).
Merestorasi ekosistem produktif juga sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan. Restorasi melalui wanatani misalnya berpotensi meningkatkan ketahanan pangan bagi 1,3 miliar orang.
Memulihkan populasi ikan laut secara berkelanjutan dapat meningkatkan produksi perikanan sebesar 16,5 juta ton, dengan nilai ekonomi mencapai $32 miliar per tahun.
Upaya untuk mencegah, menghentikan, dan membalikkan degradasi juga diperlukan untuk mencegah kenaikan suhu global di bawah 2°C. Aksi restorasi ekosistem ini akan menyumbang sepertiga aksi mitigasi perubahan iklim yang dibutuhkan pada tahun 2030.
Target tersebut bisa dicapai dengan mengelola sekitar 2,5 miliar hektar hutan, tanaman dan lahan peternakan/penggembalaan secara lebih baik (melalui restorasi dan mencegah degradasi) serta restorasi tutupan pepohonan atau tutupan vegetasi seluas lebih dari 230 juta hektar.
Melakukan investasi skala besar di pertanian lahan kering, perlindungan mangrove dan pengelolaan air juga berkontribusi penting dalam membangun ketahanan terhadap perubahan iklim. Nilai manfaatnya mencapai empat kali lipat dari nilai investasi awal.
Menurut laporan UNEP, dengan perencanaan yang matang, merestorasi 15% lahan yang telah dikonversi, serta menghentikan alih guna atau konversi ekosistem alami akan mampu mengurangi ancaman kepunahan spesies hingga 60%.
Pesan Kunci Kelima
Kesuksesan restorasi ekosistem skala besar akan memerlukan berbagai perubahan mendasar, termasuk:
1. Perlunya mengadopsi konsep “kekayaan inklusif” atau inclusive wealth – yang mengukur pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan tingkat kerusakan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat – sebagai ukuran kemajuan ekonomi yang lebih akurat, tidak hanya dari PDB. Adopsi ini diiringi dengan pengenalan sistem akuntansi modal alam atau natural capital.
2. Menciptakan lingkungan yang mendukung bagi masuknya investasi sektor swasta, termasuk melalui mekanisme kemitraan publik-swasta atau public private partnership.
3. Meningkatkan jumlah pembiayaan untuk restorasi, termasuk melalui penghapusan subsidi yang merugikan yang memicu degradasi ekosistem dan perubahan iklim. Hal tersebut bisa dilakukan dengan meningkatkan kesadaran akan risikonya ditimbulkan oleh kerusakan ekosistem.
4. Mencegah dan mengurangi limbah makanan, memanfaatkan lahan pertanian secara lebih efisien, dan mendorong perubahan ke pola makan nabati.
5. Meningkan penyadartahuan atas pentingnya ekosistem yang sehat memanfaatkan seluruh jaringan dan sistem pendidikan kita.
Pesan Kunci Keenam
Setiap orang memiliki peran dalam restorasi ekosistem.
Restorasi ekosistem dalam skala besar bukanlah hal yang mudah. Diperlukan upaya bersama untuk benar-benar memulihkan planet ini.
Dekade Restorasi Ekosistem yang dicanangkan oleh PBB bertujuan untuk menciptakan gerakan global melalui aksi-aksi komunitas lokal, para aktivis, kelompok perempuan, pemuda, masyarakat adat, perusahaan swasta, investor keuangan, peneliti dan pemerintah di semua tingkatan.
Keindahan dari restorasi ekosistem ini adalah bahwa restorasi bisa dilakukan di mana saja dan melibatkan siapa saja, dalam skala kecil maupun besar, di halaman belakang, di taman kota, di lembah sungai, hutan atau ekosistem yang terancam kerusakan dalam skala global.
Pesan Kunci Ketujuh
Untuk mewujudkan tujuan Dekade Restorasi Ekosistem PBB semua pihak harus terlibat. Untuk itu, UNEP sebagai lembaga PBB menyeru:
1. Pemerintah untuk memastikan bahwa rencana pemulihan COVID-19 mengalokasi dana yang cukup untuk restorasi ekosistem sebagai komponen utama mewujudkan pemulihan ekonomi yang hijau, adil dan berkelanjutan. Saat ini, baru sekitar 18% dari rencana stimulus untuk pemulihan ekonomi pasca Covid-19 yang masuk kategori ‘hijau’.
2. Semua pemangku kepentingan untuk memenuhi komitmen mereka di bawah Konvensi Rio (Rio Convention) dan Tantangan Bonn (Bonn Challanges) untuk memulihkan 1 miliar hektar lahan.
3. Donor dan lembaga yang bekerja dalam aksi restorasi pesisir dan laut untuk memiliki ambisi dan tujuan restorasi setara setidaknya dengan Tantangan Bonn.
4. Lembaga keuangan publik dan swasta dan regulator untuk mengembangkan dan memperkuat instrumen dan mekanisme keuangan yang mendukung upaya restorasi.
5. Masyarakat adat dan komunitas lokal di seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan kapasitas aksi guna membantu mencapai tujuan restorasi.
6. Organisasi pemuda agar memimpin dan berperan aktif dalam restorasi ekosistem secara lokal, nasional dan global. Mereka juga diharapkan terlibat dalam tata kelola dan pelaksanaan Dekade Restorasi Ekosistem PBB.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment