Peringatan terbaru diterbitkan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Met Office di Jenewa, Swiss 28 Mei 2026. WMO memprediksi, kenaikan suhu rata-rata global kemungkinan akan terus berlanjut dan mendekati rekor dalam lima tahun ke depan. Dan anomali suhu di benua Arktika diperkirakan akan terus lebih tinggi dibanding suhu rata-rata global.
Suhu rata-rata di benua Arktika, di belahan bumi bagian utara, selama lima musim dingin (November-Maret) berikutnya, diperkirakan mencapai 2,8 ° C di atas suhu rata-rata periode 1991-2020. Anomali kenaikan suhu di benua ini lebih dari tiga setengah kali lipat anomali suhu rata-rata global dalam periode yang sama.
Laporan terbaru berjudul “Global Annual-to-Decadal Update” juga mengamati iklim selama lima tahun terakhir dan memberikan prediksi regional untuk suhu dan curah hujan selama lima tahun ke depan.
Data WMO menyatakan, suhu rata-rata tahunan di permukaan bumi dalam periode 2026–2030 diperkirakan akan mencapai 1,3°C dan 1,9°C di atas rata-rata periode sebelum Revolusi Industri (1850-1900). Kemungkinan suhu rata-rata di satu tahun antara 2026 dan 2030 akan melampaui rekor suhu tahun 2024 –tahun terpanas yang pernah tercatat –mencapai 86%.
Target suhu dalam Persetujuan Paris (Paris Agreement) yaitu 1,5 ° C akan sangat mungkin terlampaui (kemungkinan 91%) di atas rata-rata suhu periode sebelum Revolusi Industri (1850-1900) setidaknya dalam satu tahun antara 2026 dan 2030.
Pada 2024, di tahun terpanas sepanjang sejarah, suhu rata-rata permukaan bumi mencapai sekitar 1,55 °C di atas masa pra-industri.
Bahkan, kemungkinan suhu rata-rata permukaan bumi dalam lima tahun (2026-2030) akan melebihi 1,5°C di atas rata-rata 1850-1900 mencapai 75%. Walau kemungkinan suhu satu tahun akan melebihi 2°C di atas rata-rata 1850-1900 dianggap sangat tidak mungkin (kurang dari 1%) dalam lima tahun ke depan.
Laporan WMO yang memrediksi suhu rata-rata lima tahun di Pasifik tropis tengah juga menunjukkan kecenderungan akan terjadi kondisi El Nino, terutama pada tahun 2027 dan 2028.
Dr Leon Hermanson, penulis utama laporan ini menyatakan, “El Nino diprediksi akan terjadi di akhir 2026, sehingga tahun berikutnya, 2027, diprediksi akan menjadi tahun pemecahan rekor (suhu) berikutnya.”
Laporan yang diproduksi oleh Met Office Inggris sebagai Pusat Utama WMO untuk Prediksi Iklim ini bersumber dari sintesis prediksi 13 lembaga berbeda, termasuk empat Pusat Produksi Global: Pusat Superkomputer di Barcelona, Pusat Pemodelan dan Analisis Iklim di Kanada, Deutscher Wetterdienst, dan Met Office. Tingkat keyakinan dalam perkiraan rata-rata suhu permukaan bumi tahunan yang tinggi ini dilatarbelakangi oleh keahlian 13 lembaga ini yang sangat tinggi.
Batas 1,5 ° C (dan 2,0 ° C) ditentukan dalam Persetujuan Paris (Paris Agreement) mengacu pada tren pemanasan jangka panjang yang berkelanjutan dalam periode yang lama, biasanya diamati selama 20 tahun. WMO dan Met Office juga menyatakan, kenaikan suhu rata-rata global tahunan melebihi batas 1,5 ° C tidak berarti bahwa tujuan suhu jangka panjang dari Persetujuan Paris (Paris Agreement) tak akan tercapai. Menurut WMO, akibat tren kenaikan suhu global mendekati tingkat ini (1,5 ° C), maka pemecahan rekor kenaikan suhu tahunan semakin sering terjadi.
WMO dan MET Office berharap, prakiraan ini bisa digunakan sebagai panduan untuk Pusat Iklim Regional, Forum Prospek Iklim Regional dan Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional. Hal ini karena keahlian prakiraan iklim berbeda dengan prakiraan cuaca wilayah dan musim.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment