Program Man and the Biosphere (MAB) UNESCO menambahkan 25 cagar biosfer baru dari 18 negara ke Jaringan Cagar Biosfer Dunia, yang sekarang jumlahnya mencapai 714 cagar biosfer di 129 negara di seluruh dunia.

Pertemuan Dewan Koordinasi Internasional Manusia dan Program Biosfer UNESCO (MAB-ICC) secara online dari tanggal 27-28 Oktober menyetujui penambahan ini bersama dengan perpanjangan atau zonasi ulang lima cagar biosfer yang sudah ada.

Cagar biosfer UNESCO berupaya untuk menyandingkan aktivitas manusia dengan konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Cagar biosfer baru ditetapkan setiap tahun oleh badan pengelola program MAB, Dewan Koordinasi Internasional yang memiliki keanggotaan bergilir dari 34 Negara Anggota UNESCO. Dewan ini didirikan oleh UNESCO pada tahun 1971 sebagai program ilmiah antar pemerintah, yang sekaligus memelopori gagasan pembangunan berkelanjutan.

Tiga cagar biosfer dunia baru dari Indonesia adalah:

Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa (Indonesia)

Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa di Sulawesi Utara terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang Kawasan Indo-Pasifik di Indonesia.

Cagar biosfer ini luasnya mencapai 746.405,92 hektar habitat darat dan laut. Kawasan tersebut merupakan mozaik sistem ekologi yang mencakup terumbu karang dan lamun, hutan bakau dan pesisir, pulau-pulau, dan ekosistem darat. Cagar biosfer ini adalah rumah bagi lebih dari 130 spesies mamalia termasuk tarsius Spectrum. Wilayah ini merupakan daerah penghasil kakao, kopi, perikanan, dan wilayah ekowisata.

Cagar Biosfer Karimunjawa-Jepara-Muria (Indonesia)

Cagar Biosfer Karimunjawa-Jepara-Muria di Jawa Tengah terletak di wilayah pegunungan yang mengelilingi Gunung Muria.

Cagar biosfer ini berperan sangat penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati di wilayah tengah pulau Jawa. Tiga kawasan lindungnya luasnya mencapai lebih dari 1.236.084 hektar termasuk Taman Nasional Karimunjawa, Hutan Lindung Gunung Muria, dan Cagar Alam Gunung Celering.

Cagar alam ini memiliki berbagai macam ekosistem termasuk pulau-pulau kecil, ekosistem laut, hutan hujan tropis dataran rendah dan pegunungan. Sebagian besar masyarakat di cagar biosfer ini hidup dari pertanian tradisional dan perikanan.

Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh (Indonesia)

Terletak di Jawa Tengah, cagar biosfer ini memiliki luas 254.877 hektar dan menjadi rumah bagi Taman Nasional Gunung Merapi, Taman Nasional Gunung Merbabu dan Suaka Margasatwa Sermo. Setiap situsnya sangat penting dalam melindungi berbagai spesies endemik Jawa. Sama dengan hutan pegunungan di Jawa-Bali, lokasi tersebut melindungi keanekaragaman hayati serta formasi batuan gamping di kawasan Menoreh.

Redaksi Hijauku.com