Hal ini terungkap dalam laporan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) yang disusun oleh 38 ilmuwan terkemuka dari 22 kelompok penelitian di 14 negara. Menurut tim peneliti, emisi karbon akan meningkat pada 2030 namun strategi rendah karbon menawarkan peluang untuk menekan kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat Celcius.

“Jika perkembangan dan implementasi kebijakan iklim global mengalami stagnasi, emisi gas rumah kaca dunia bisa melonjak hingga 87 Gigaton CO2 pada 2050, jauh di atas batas aman,” ujar Achim Steiner, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB dalam siaran pers UNEP.

Guna mencegah emisi gas rumah kaca melampaui bujet, emisi karbon harus nol antara tahun 2055 dan 2070. Konsep yang dipakai adalah “net zero” di mana jumlah emisi CO2 yang terbuang, sama dengan jumlah emisi CO2 yang diserap. Kondisi “net zero” juga bisa dicapai dengan tidak menghasilkan emisi GRK sama sekali.

Konsep ini memungkinkan terciptanya “emisi negatif” (di mana kapasitas penyerapan emisi lebih besar dibanding pembuangan emisi) sepanjang tidak ada lagi emisi yang dilepas ke atmosfer karena aktivitas manusia.

Emisi gas rumah kaca total, termasuk emisi non-CO2 (metana, nitrat oksida dan HFC) harus mencapai “net zero” dalam periode 2080 hingga 2100.

Sejak 1990, emisi gas rumah kaca telah bertambah lebih dari 45%. Untuk menjaga agar suhu bumi tidak naik melampaui batas 2 derajat Celcius, emisi gas rumah kaca global harus dipangkas minimal 15% pada 2030 dibanding kondisi pada 2010.

Pada 2050, total emisi GRK harus berkurang separuhnya/50% dan menuju ke “net zero” pada periode 2080-2100. Menurut tim peneliti, masih ada kekurangan pemangkasan emisi 10 Gt CO2 pada 2020. Kesenjangan itu diperkirakan akan meningkat menjadi 17 Gt CO2 pada 2030. Tanpa ada aksi pemangkasan emisi, kekurangan emisi yang harus dipangkas akan semakin besar yaitu 26 Gt CO2.

Walau kesenjangan semakin lebar, menurut tim peneliti, potensi pemangkasan emisi global lebih tinggi yaitu 29 Gt CO2. Konferensi Perubahan Iklim di Paris tahun ini berperan penting untuk menciptakan komitmen memangkas total emisi GRK ini.

Redaksi Hijauku.com