Tanggung jawab sosial perusahaan semakin menjadi penentu reputasi perusahaan. Perusahaan diharapkan berperan aktif – atau setidaknya menjadi pendorong – menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan sekitar.

Korporasi yang mengabaikan kewajiban ini akan menghadapi risiko yang lebih besar – 9 dari 10 responden menyatakan, mereka akan memboikot perusahaan yang tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.

Hal ini terungkap dari hasil penelitian terbaru berjudul “Global CSR Study 2013” oleh Cone Communications/Echo, yang dirilis Rabu (22/5). Penelitian ini adalah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Cone Communications dan Echo Research – setelah penelitian tahun 2011 – tentang persepsi, sikap dan perilaku konsumen terhadap program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Sebanyak lebih dari 10.000 responden di 10 negara dengan nilai produk domestik bruto (PDB) terbesar terlibat dalam penelitian ini, termasuk responden di Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Inggris, Jerman, Perancis, Rusia, China, India dan Jepang.

“Konsumen di seluruh dunia sepakat bahwa CSR adalah strategi bisnis yang penting bagi perusahaan,” ujar Dan Soulas, Direktur Echo Research. “Perusahaan perlu memahami situasi dan kondisi di masyarakat agar bisa berperan aktif dalam program CSR. Perusahaan tidak bisa menerapkan satu strategi untuk semua program CSR.”

Yang menarik, program CSR juga menjadi semakin sensitif dengan keterlibatan media sosial seperti Twitter dan Facebook. Kasus pelanggaran hukum dan lingkungan perusahaan kini semakin mudah tersebar melalui media sosial.

Sekitar dua per tiga konsumen global (62%) menyatakan mereka mengikuti program CSR perusahaan melalui media sosial. Walau sebagian besar konsumen (36%) masih memberitakan hal yang positif mengenai perusahaan, namun lebih dari seperempat responden (26%) menyatakan, mereka juga menyebarkan berita negatif terkait perusahaan tertentu.

Peran media sosial semakin besar di negara dengan pengguna peranti mobil terbanyak seperti di China, India dan Brazil, dimana 90%, 89% dan 85% responden menyatakan mereka menggunakan sosial media untuk memeroleh informasi mengenai aksi-aksi CSR perusahaan.

“Media sosial telah mengubah wajah CSR. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan media sosial untuk mengakses informasi mengenai perilaku perusahaan,” ujar Alison DaSilva, dari Cone Communications. “Media sosial tidak hanya menjadi sumber informasi namun juga corong bagi kegiatan CSR perusahaan, menyebar berita baik dan buruk dengan proporsi berimbang.”

Di seluruh dunia, sebanyak 22% konsumen – baik individu maupun korporasi – percaya, perusahaan berpengaruh positif dalam menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan, namun baru seperempatnya (25%) yang merasa perusahaan telah membawa dampak yang signifikan dalam menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan.

“Perusahaan masih memiliki banyak pekerjaan rumah,” ujar DaSilva. “Penelitian ini mengungkapkan, konsumen saat ini semakin vokal dan sadar menuntut bukti dari aksi perusahaan. Sehingga komunikasi yang konsisten mengenai dampak CSR bagi korporasi maupun konsumen semakin penting.”

Penelitian ini juga mengungkap data-data penting lain mengenai program CSR perusahaan. Hanya 6% dari responden yang percaya bahwa misi perusahaan hanyalah mencari untung bagi para pemegang saham. Sebanyak 91% responden percaya perusahaan harus beroperasi secara lebih bertanggung jawab melebihi syarat yang telah ditentukan. Dan sebanyak 93% responden ingin produk dan jasa yang mereka gunakan melakukan aksi CSR.

Lebih dari 81% responden menyatakan, mereka memertimbangkan aksi CSR perusahaan sebelum memilih perusahaan sebagai tempat mereka bekerja. Sebanyak 87% responden memertimbangkan aksi CSR sebelum mengunjungi dan membeli produk tertentu. Sementara 85% responden memertimbangkan aksi CSR perusahaan sebelum merekomendasikan produk atau layanan tertentu.

Penelitian itu juga semakin menegaskan pentingnya aksi CSR untuk meningkatkan citra perusahaan. Saat perusahaan mendukung aksi sosial dan lingkungan, sebanyak 96% responden global menyatakan, mereka akan semakin positif melihat citra perusahaan. Sebanyak 94% responden juga menyatakan, mereka akan lebih percaya pada perusahaan, sementara 93% responden menyatakan akan semakin setia dengan perusahaan (misal dengan terus membeli produk dan menggunakan jasa perusahaan).

Yang lebih penting lagi, penelitian ini juga mengungkapkan, isu pembangunan ekonomi (38%) terus menjadi prioritas utama yang harus menjadi perhatian perusahaan – naik 4% dibanding penelitian tahun 2011. Isu lingkungan menempati posisi kedua (19%) diikuti oleh isu hak asasi manusia (11%) dan isu kemiskinan dan kelaparan (11%). Laporan lengkap Global CSR Study 2013 bisa diunduh pada tautan berikut ini: Global CSR Study 2013.

Redaksi Hijauku.com