Melampaui Batas: Ekspansi Industri Ekstraktif di Sulawesi

2026-09-16T06:01:35+07:0015 September 2026|Ekonomi, Laporan Utama, Siaran Pers|

CELIOS merilis laporan terbaru berjudul “Melampaui Batas: Kegagalan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) Mengendalikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Sulawesi”. Studi ini menemukan bahwa pada 2024 Pulau Sulawesi telah berada dalam kondisi “melampaui batas” daya dukung dan daya tampung lingkungan, dengan skor 4,5 dari 5.

El Niño Memburuk, Penduduk Kelaparan Akut Bertambah 49 Juta Jiwa

2026-08-06T09:46:37+07:006 August 2026|Ekonomi, Iklim, Laporan Utama|

Jumlah penduduk di wilayah sangat rentan yang mengalami kelaparan akut diperkirakan akan meningkat hampir 50 juta jiwa akibat memburuknya fenomena cuaca El Niño di seluruh dunia. Data terbaru ini disampaikan oleh Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (WFP), Rabu, 5 Agustus.

Konservasi dan Standarisasi Purwoceng untuk Perkuat Industri Herbal Nasional

2026-07-20T09:16:12+07:0017 July 2026|Bisnis, Ekonomi, Siaran Pers|

Purwoceng sebagai tanaman endemik Indonesia harus kita konservasi, harus kita budidayakan, dan harus kita standarisasi agar menjadi bahan baku herbal unggulan yang mampu menopang kemandirian industri fitofarmaka nasional.

KMS Desak Pemerintah Perkuat Fiskal melalui ‘Windfall Tax’

2026-06-30T14:09:24+07:0030 June 2026|Bisnis, Ekonomi, Investasi|

Sepanjang kuartal I 2026, realisasi subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp118 triliun. Angka tersebut telah mencapai lebih dari separuh dari total alokasi subsidi energi tahun 2026 sebesar Rp210 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas harga energi fosil global masih menjadi salah satu faktor utama yang membebani fiskal negara. 

Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan Minim Partisipasi Publik

2026-05-23T03:30:11+07:0022 May 2026|Ekonomi, Investasi, Siaran Pers|

Revisi POJK 51/2017 merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola keuangan berkelanjutan di Indonesia di tengah meningkatnya risiko krisis iklim, konflik sosial, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), serta maraknya praktik greenwashing di sektor jasa keuangan. Namun proses revisi yang dinilai belum berjalan secara transparan dan partisipatif.

Dunia Perlu Kompas Baru di Tengah Perang dan Krisis Ekonomi

2026-06-18T06:47:41+07:0012 May 2026|Ekonomi, Iklim, Laporan Utama|

Upaya ini bisa menjadi upaya terakhir Perserikatan Bangsa-Bangsa di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal, António Guterres, untuk mengembalikan tatanan dunia yang menghormati diplomasi, aturan, regulasi, norma-norma antar bangsa.

Go to Top