Peluncuran 100 GW PLTS Harus Diikuti Penghentian Proyek Gas Fosil

2026-08-29T06:30:15+07:0026 August 2026|Energi, Laporan Utama, Siaran Pers|

Peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Jembrana, Bali, harus menjadi momentum untuk mempercepat transisi energi secara menyeluruh, bukan sekadar pembangunan pembangkit skala besar. Pengembangan energi surya juga harus membuka ruang yang luas bagi PLTS skala kecil, termasuk PLTS Atap yang dapat dikembangkan oleh rumah tangga, komunitas, fasilitas publik, maupun dunia usaha.

Seandainya Prabowo Belajar dari Senge

2026-08-04T05:40:19+07:004 August 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan, Opini|

Indonesia sedang berada dalam titik yang oleh Senge disebut sebagai peluang pembelajaran generatif—momen ketika tekanan eksternal cukup besar untuk memaksa organisasi memeriksa ulang asumsi-asumsi lamanya, tetapi belum sampai pada titik krisis yang membuat pembelajaran menjadi mustahil karena semua energi terkuras untuk bertahan hidup.

Sampah MBG: Ancaman Tersembunyi bagi Lingkungan dan Perubahan Iklim

2026-06-20T13:41:52+07:0011 June 2026|Opini|

Di Indonesia, jutaan ton makanan terbuang setiap tahun sepanjang rantai pasok, mulai dari produksi hingga konsumsi. Kondisi ini menyebabkan kerugian ekonomi yang besar sekaligus meningkatkan tekanan terhadap sumber daya alam. Bagaimana dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani puluhan juta penerima manfaat setiap hari?

Perjanjian Dagang Indonesia-AS adalah Ancaman bagi Tata Kelola Lingkungan dan SDA

2026-03-16T17:20:37+07:0016 March 2026|Bisnis, Ekonomi, Investasi, Siaran Pers|

Pada 20 Februari lalu, Donald Trump dan Presiden Prabowo menandatangani perjanjian perdagangan (Reciprocal Trade Agreement/RTA). Masyarakat sipil mengidentifikasi setidaknya ada empat risiko RTA bagi tata kelola lingkungan dan sumber daya alam di Tanah Air.

Hemat Energi: Konsisten dalam Inkonsistensi atau Sekedar Paradoks?

2026-03-15T08:26:09+07:0015 March 2026|Energi, Opini|

Bagi mereka yang mengikuti perjalanan kebijakan energi Indonesia selama beberapa dekade terakhir, wacana hemat energi ini terasa seperti menonton film lama yang diputar ulang. Judulnya sama, aktornya berganti, dialognya sedikit diperbarui, tetapi alur ceritanya hampir tidak berubah.

SD Inpres, Posyandu, dan MBG: Sebuah Pelajaran dari Program Negara

2026-06-20T13:45:06+07:006 March 2026|Opini|

Kesamaan di antara ketiga program tersebut sebenarnya adalah di tujuannya, yaitu peningkatan kualitas manusia Indonesia. Ketiganya lahir dengan niat yang sama, memperbaiki masa depan anak-anak Indonesia. Tetapi cara berpikir di balik ketiganya sangat berbeda.

Go to Top