Jakarta, 23 Agustus 2025 – Dalam semangat memperjuangkan keadilan iklim yang inklusif untuk generasi mendatang, Climate Rangers Jakarta bersama 32 perwakilan orang muda dan anak dari berbagai provinsi di Indonesia mengadakan Indonesia Climate Mandate: A National Youth Demand Forum sebagai bagian dari main conference Local Conference of Youth and Children (LCOY) Indonesia 2025.

“Forum ini adalah ruang strategis bagi orang muda dari seluruh penjuru negeri untuk menyuarakan tuntutan iklim berbasis pengalaman lokal, sekaligus merumuskan sikap kolektif orang muda terhadap aksi iklim nasional dan global.” jelas Ginanjar, Koordinator Climate Rangers Indonesia. “Suara orang muda terkonsolidasi dalam satu mandat nasional yang akan dibawa ke forum internasional seperti COY dan COP.”

“Tidak semua orang memiliki pilihan untuk beradaptasi dengan krisis iklim; saya, seorang perempuan adat dari Papua, hidup bergantung pada tanah. Bagi kami, pilihannya hanya dua: melawan atau mati.” ujar, Gispa delegasi Papua Barat LCOY Indonesia 2025.

Delegasi LCOY Indonesia 2025 membawa kisah nyata dari lapangan. Orang muda adat yang rentan karena tiadanya pengakuan masyarakat adat. Orang muda pesisir yang mengembangkan sistem peringatan dini banjir rob, komunitas petani muda yang menginisiasi pertanian adaptif iklim, hingga kelompok perempuan muda yang mengintegrasikan edukasi iklim dalam kegiatan komunitas. Kisah-kisah ini memperlihatkan bahwa perubahan iklim bukan masalah masa depan, ini adalah kenyataan hari ini.

Menuju COP30: “The Demands We Bring” Perwakilan CR Jakarta menyampaikan tuntutan pemuda Indonesia kepada pembuat kebijakan, negosiator, dan pemimpin dunia terkait Climate, Energy, dan Finance. Draft deklarasi ini akan menjadi dokumen resmi yang dibawa delegasi LCOY Indonesia ke panggung internasional.

“Kami tidak datang hanya untuk didengar, tapi untuk memastikan perubahan terjadi. Tidak ada keadilan iklim tanpa keadilan sosial. Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bahwa orang muda tidak hanya peduli, tapi siap memimpin, dan berkontribusi dalam kebijakan iklim” ujar Pinkan Astina, Program Officer LCOY Indonesia 2025.

Franky Zamzani, S.Hut., M.Env perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup menanggapi terkait National Children and Youth Statement yang berisi tuntutan dari 32 provinsi. “Pemerintah menegaskan izin pemanfaatan lahan, termasuk di kawasan gambut, tetap dibatasi dengan prinsip keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan meski praktiknya tidak mudah. Indonesia, sebagai salah satu penghasil emisi terbesar, juga memiliki potensi besar dalam penyerapan karbon dan dituntut dunia untuk berkontribusi dalam mencapai target Paris Agreement serta Net Zero Emission. Keterlibatan orang muda, termasuk dalam forum COP30, menjadi bagian penting untuk memastikan komitmen iklim dijalankan secara adil dan berkelanjutan.”

Forum ini tidak hanya menghadirkan diskusi panel, tetapi juga pameran aksi komunitas tentang perjuangan iklim dari pelosok negeri, serta penyusunan National Youth Statement sebuah dokumen posisi bersama orang muda Indonesia yang akan dikawal hingga forum global. LCOY menjadi penegas bahwa orang muda bukan hanya korban dari krisis iklim, tetapi juga aktor perubahan yang berdaya dan penuh gagasan. Melalui forum ini, suara mereka dikonsolidasikan dalam satu mandat yang mendesak negara dan pemangku kebijakan untuk tidak lagi menunda transisi yang adil dan berkelanjutan.

Jejak Nusantara untuk Keadilan Iklim

Di tengah semakin mendesaknya krisis iklim global, ratusan anak dan orang muda dari seluruh penjuru Indonesia memenuhi kawasan Car Free Day Jakarta pada hari Minggu, 24 Agustus 2025 untuk menggelar Aksi LCOY Indonesia 2025 bertajuk “Jejak Nusantara untuk Keadilan Iklim”. Aksi ini menjadi simbol perjalanan kolektif orang muda menuju masa depan yang adil iklim, dengan pesan tegas: keadilan iklim adalah hak setiap orang, dan orang muda siap memimpin perubahan.

“Kami tidak hanya datang untuk didengar. Kami datang untuk memastikan kebijakan iklim benar-benar berpihak pada orang muda dan tidak meninggalkan siapapun di belakang, selain itu butuh disahkanya RUU Masyarakat Adat agar tanah adat tidak diganggu oleh Proyek Strategis Nasional (PSN) karena Papua bukan tanah kosong,” tegas Mario delegasi asal Papua.

Narahubung:
Pinkan Astina – +62 856-9743-5340
pinkan@climaterangers.or.id

Tentang LCOY

LCOY Indonesia adalah gerakan nasional yang dipimpin oleh anak dan orang muda sebagai ruang strategis untuk memastikan partisipasi bermakna dalam kebijakan iklim dan energi di tingkat nasional dan global menjelang COP30. Melalui penyusunan National Children and Youth Statement di 38 provinsi dan penguatan koalisi jangka panjang, inisiatif ini bertujuan memperkuat suara anak dan orang muda dalam negosiasi iklim internasional dan Gerakan masyarakat sipil.

Diselenggarakan oleh Climate Rangers Jakarta, LCOY Indonesia 2025 mengintegrasikan prinsip GEDSI serta menjamin keterwakilan wilayah yang terdampak dan kurang terwakili. Inisiatif ini tidak hanya memberi ruang, tetapi juga memperkuat kapasitas advokasi anak dan orang muda untuk membangun masa depan iklim yang adil, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas daerah dan aksi kolektif yang berdampak.