Bogor, 23 Juni 2024 – Kesadaran generasi muda kini semakin berkembang nyata. Hal ini dibuktikan oleh temuan GYBN Indonesia, di mana 98% responden menilai bahwa mereka berdampak besar dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati. Jumlah pemuda yang terlibat aktif dalam upaya tersebut, juga mengalami peningkatan, di antaranya dari kegiatan konservasi berbasis masyarakat, perumusan kebijakan, kampanye, advokasi, hingga penerapan teknologi sebagai penunjang aksi perlindungan keanekaragaman hayati. Partisipasi inilah yang sangat penting untuk membangun kesadaran bersama, memobilisasi sumber daya, termasuk memengaruhi para pengambil keputusan, untuk memprioritaskan konservasi yang mencerminkan urgensi dan langkah konkret pelestariannya.
Di samping itu, pendokumentasian formal terkait kegiatan dan kontribusi pemuda, masih terbilang minim, sehingga pengaruh kolektif mereka sulit untuk diacak dan dipahami lebih lanjut. Berangkat dari hal tersebut, selama hampir sebulan, Global Youth Biodiversity Network (GYBN) Indonesia turut berpartisipasi dalam inisiatif GYBN Southeast Asia, yang berkolaborasi dengan Hanns Seidel Stiftung dan ASEAN Centre for Biodiversity (ACB). Mereka telah meluncurkan survei yang berjudul “Kontribusi Anak Muda Indonesia untuk Target Keragaman Hayati Global”. Survei ini merupakan salah satu agenda utama GYBN Southeast Asia, yang bertujuan untuk memetakan kontribusi anak muda Indonesia, terhadap target Kerangka Kerja Global Keanekaragaman Hayati Kunming-Montreal (Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework). Indonesia pun ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, salah satunya melalui survei yang diluncurkan sejak 31 Mei hingga 30 Juni 2024. Survei ini mengajak seluruh pihak, mulai dari komunitas pemuda, organisasi masyarakat sipil, organisasi non-pemerintah, institusi, lembaga penelitian, hingga sektor lainnya yang turut mendorong penyadartahuan, perlindungan, ataupun pemeliharaan sumber daya alam di Indonesia. Untuk itu, seluruh data dan informasi yang terkumpul dalam survei, akan membantu mereka dalam mendorong pencapaian dan partisipasi pemuda yang bermakna, sekaligus mengisi kekosongan yang terjadi dalam sejumlah koordinasi lintas sektoral.
Namun, tentu upaya pemetaan kontribusi anak muda ini masih akan berlanjut. Survei tersebut merupakan basis data yang akan menampilkan beragam kontribusi anak muda dalam topik keanekaragaman hayati, termasuk pemantik adanya kolaborasi antar-pemangku kepentingan, seperti halnya “ruang aman” untuk mengejawantahkan krisis lingkungan yang terjadi, ataupun mengembangkan daya kreasi anak muda, untuk mengangkat kearifan lokal yang dimiliki oleh masing-masing komunitasnya. Selain itu, GYBN Indonesia menyoroti bahwa krisis lingkungan hidup tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, melainkan pada pemenuhan hak dasar sebagai manusia, di mana sumber daya alam patut dikelola dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan publik. Sehingga seharusnya, perlindungan terhadap keanekaragaman hayati; yang selama ini banyak diinisiasi oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, termasuk generasi muda, penting untuk kita akui, atau bahkan replikasi di wilayah lainnya. Merekalah kelompok yang paling rentan terhadap krisis iklim maupun perubahan ekologis setempat, juga menjadi garda terdepan dalam aksi konservasi. Terbukti dengan adanya produk pangan lokal, yang sejatinya lebih tangguh terhadap kondisi iklim yang ekstrem sekalipun; dan ketika kearifan lokal itu benar-benar hilang, kelestarian lingkungan pun menjadi dipertanyakan.
Kemudian, Ko-Koordinator Chapter GYBN Indonesia, Irvan Prasetio, menambahkan, hasil survei ini akan turut dianalisis dan dilaporkan bersama dengan 9 negara lainnya di ASEAN , untuk membantu menyuarakan, serta mengarusutamakan isu keanekaragaman hayati, terutama pada aspek hak dan distribusi manfaat di dalamnya. Oleh karena itu, agenda tersebut akan menjadi kanal pertukaran pengetahuan, sekaligus pembelajaran bagi para pihak, untuk bersama-sama mewujudkan keterlibatan dan partisipasi pemuda yang bermakna, dalam perlindungan keanekaragaman hayati.
Tentang GYBN Indonesia
GYBN Indonesia adalah bagian dari GYBN Global, sebuah jejaring internasional anak muda yang dinaungi oleh Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity). GYBN Indonesia hadir dengan tujuan menjadi wadah dan platform komunikasi serta kolaborasi, untuk generasi muda yang bergerak dalam isu keanekaragaman hayati dan lingkungan di Indonesia. Selanjutnya, untuk pengisian survei dapat dilakukan melalui tautan berikut: http://bit.ly/aksimuda.
Kontak Kami
Mega Ayu L.
GYBN Indonesia
Email: gybn.indonesia20@gmail.com
saya sangat merasa prihatin dengan keadaan lingkuangn saat ini terutama atas kasus perubahan iklim yang terjadi di lingkuan kita saat ini
Ketertarikan saya dalam isu konservasi khususnya konservasi kearifan lokal (SASI) dimulai ketika saya diberikan kepercayaan oleh lembaga tempat saya menjadi relawan untuk mewakili sebagai mitra dalam program konservasi di Pulau Nusmapi bersama komunitas Ecodefender Manokwari,saya merasa sangat bertanggung jawab untuk menjalankan tugas ini sehingga saya sangat antusias untuk memperdalam ilmu saya dan relasi saya dalam program SASI, Pada awalnya masayarakat setempat menolak dikarenakan akan mempengaruhi perekonomian mereke namun setelah dilakukannya pendekatan secara personal dan menampilkan hasil SASI di daerah lain akhirnya masyarakat di Pulau Nusmapi melakukan musyawarah untuk diberlakukannya SASI tersebut. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa menjadi pemimpin harus di mulau dengan mendengarkan,memahami,serta melihat segala hal dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Dari pengalaman ini pun saya juga tergerak untuk menginisiasi program SASI di wilayah kerja lembaga kami yang akan saya diskusikan dan inisiasikan kepada ketua lembaga saya.
peran anak mudah sangatlah penting karena banyak gagasan yang luar biasa yang dapat membangun semangat dan kualitas suatu daerah,provinsi,negara dalam kemajuan negara