Sumatran Rhinoceros at Cincinnati Zoo.

Dalam rangka menyambut World Rhino Day, yang diperingati besok, 22 September, lima organisasi konservasi internasional dunia membentuk aliansi untuk mencari langkah inovatif untuk menyelamatkan Badak Sumatra dari kepunahan.

Upaya ini, merupakan dukungan terhadap program Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh International Union for Conservation of Nature Species Survival Commission (IUCN-SSC), bekerjasama dengan Global Wildlife Conservation (GWC), International Rhino Foundation (IRF), National Geographic Society (NGS), dan WWF.

Kurang dari 80 individu Badak Sumatera tersisa di dunia, sehingga spesies ini dikatakan menghadapi kepunahan, bila tidak ada intervensi manusia untuk menyelamatkannya. Setelah puluhan tahun diburu dan hutannya dirusak, ancaman terbesar yang dihadapi saat ini adalah jarak yang memisahkan populasi yang tinggal sedikit itu. Badak menghadapi risiko kemandulan bila tidak bisa bertemu pasangan untuk bereproduksi, akhirnya akan mati dengan sendirinya karena lamaterisolasi. Dengan populasi yang terfragmentasi dan tersebar dalam kantong-kantong berukuran kecil di dua pulau terbesar di Indonesia, harapan kelestarian mereka bergantung pada kemampuan para pelestari untuk menemukan dan memindahkan mereka dengan aman ke fasilitas yang dirancang khusus.

“Tantangan besar ini tidak dapat dijalani oleh satu organisasi saja. Kami IUCN-SSC, merasa bangga berada dalam aliansi yang kuat dan luar biasa ini, dan kami yakin bahwa kita akan melihat Badak Sumatera berkembang biak sekali lagi,” kata Jon Paul Rodríguez, ketua IUCN-SSC.

“Menyelamatkan Badak Sumatera dari kepunahan merupakan prioritas utama pemerintah Indonesia,” kata Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. “Hadirnya ahli-ahli konservasi spesies, dan dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat setempat, kami telah menyiapkan Rencana Aksi Darurat untuk badak yang menyerukan dibentuknya program pengembang biakan konservasi nasional. Proyek Penyelamatan Badak Sumatera akan menjadi sangat penting dalam upaya ini dan kami menyambut baik dan mendukung koalisi ini.”

Sejak awal gerakan konservasi, organisasi dan peneliti individu telah bekerja untuk menyelamatkan dan melindungi spesies di seluruh dunia. Namun, terkadang saling bersaing untuk pendanaan, sumber daya, keahlian, dan akses. Dengan adanya Aliansi Penyelamatan Badak Sumatera ini akan membawa organisasi Internasional dan Indonesia, bersama-sama membuat dan menerapkan rencana kolaboratif untuk menyelamatkan spesies ini, dan bekerja bersama-sama dengan mitra pelaksana di lapangan dan berkoordinasi erat dengan para pemimpin di pemerintahan untuk demi menuju kesuksesan.

“Tujuan kami bersama untuk membangun program pembiakan badak dengan menyatukan badak yang tidak dapat berkembang biak di alam liar, akan membantu mencapai mimpi kami, yaitu melihat generasi badak Sumatera berikutnya.” Kata Barney Long, direktur senior konservasi spesies di Global Wildlife Conservation

Penyelamatan Badak Sumatera akan memfasilitasi kegiatan di tiga area utama konservasi spesies:

  • Peningkatan Kapasitas: Membangun duasuakaBadak Sumatera baru di Indonesia, satu di Kalimantan dan yang lain di Sumatra bagian utara, dan memperluas fasilitas yang ada di Taman Nasional Way Kambas;
  • Penangkapan dan Penyelamatan: Melakukan operasipenangkapandan penyelamatan untuk memindahkan badak Sumatera yang terisolasi ke fasilitas penangkaran konservasi yang dikelola; dan
  • Perawatan dan Perlindungan: Memasukkan badak ke dalam programpembiakan denganmenggunakan teknologi canggih yang dirancang untuk memaksimalkan pertumbuhan populasi.

Sumatran Rhinoceros at Cincinnati Zoo.

“Pengalaman puluhan tahun meneliti, melatih, dan mengkaji secara ilmiah, menjadikan aliansi ini bukan saja peluang terbaik bagi kelangsungan hidup Badak Sumatera, melainkan satu-satunya peluang yang yang ada,” kata Rizal Malik, CEO WWF-Indonesia.

“Kami menggunakan pengalaman kami selama lebih dari 22 tahun memelihara dan membiakkan Badak Sumatera dan menggunakan teknik terkini Cincinnati Zoo dan juga di Suaka Badak Sumatera (SRS) di Taman Nasional Way Kambas,” kata Susie Ellis, Direktur Eksekutif International Rhino Foundation. “IRF yakin bahwa aliansiini dapat membantu membalikkan fakta yang dihadapi badak Sumatera.”

Upaya yang ambisius ini akan membutuhkan investasi yang signifikan. Untuk memulai upaya penggalangan dana tiga tahun, masing-masing organisasi mitra telah berkomitmen 1 juta USD untuk mendukung dana aksi darurat yang membutuhkan 30 juta dollar.

“Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk meningkatkan profil spesies badak yang kurang dikenal ini dan mempertahankan sejarah evolusi lebih dari 20 juta tahun,” kata Jonathan Baillie, wakil presiden eksekutif dan ilmuwan kepala di National Geographic Society. “Sekarang saatnya untuk bergerak bersama.”

Untuk informasi lebih lanjut dan belajar bagaimana berkontribusi, kunjungi www.sumatranrhinorescue.org

-0-

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Tentang Global Wildlife Conservation

GWC melestarikan keanekaragaman kehidupan di Bumi dengan menjaga hutan belantara, melindungi satwa liar dan wali pendukung. Kami memaksimalkan dampak kami melalui penelitian ilmiah, eksplorasi keanekaragaman hayati, konservasi habitat, pengelolaan kawasan lindung, pencegahan kejahatan terhadap satwa liar, pemulihan spesies yang terancam punah, dan budidaya kepemimpinan konservasi. Pelajari lebih lanjut di http://globalwildlife.org

Tentang International Rhino Foundation

International Rhino Foundation adalah organisasi nonprofit kecil dan berdampak yang ada untuk memastikan kelangsungan hidup lima spesies badak dunia melalui konservasi dan penelitian. Selama hampir 30 tahun, kami telah membiayai dan mengoperasikan program perlindungan dan konservasi badak di Afrika dan Asia – dengan fokus khusus pada Indonesia – bekerja di area di mana konservasi paling dibutuhkan dan di mana sumber daya berharga akan memiliki dampak paling besar. Inti visi IRF adalah keyakinan bahwa spesies yang luar biasa ini harus bertahan untuk generasi mendatang, dan bahwa melindungi badak menjamin kelangsungan hidup banyak spesies lain yang berbagi habitat mereka, termasuk manusia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.rhinos.org, Twitter: @rhinosIRF.

Tentang International Union for Conservation of Nature 

International Union for Conservation of Nature (IUCN) adalah Serikat keanggotaan yang secara unik terdiri dari organisasi pemerintah dan organisasi masyarakat sipil. Ini menyediakan organisasi publik, swasta dan non-pemerintah dengan pengetahuan dan alat-alat yang memungkinkan kemajuan manusia, pembangunan ekonomi dan konservasi alam untuk berlangsung bersama. Dengan jaringan lebih dari 8.000 ahli, Species Survival Commission (SSC) adalah yang terbesar dari enam komisi IUCN. SSC memungkinkan IUCN untuk mempengaruhi, mendorong, dan membantu masyarakat untuk melestarikan keanekaragaman hayati dengan membangun pengetahuan tentang status dan ancaman terhadap spesies, memberikan saran, mengembangkan kebijakan dan pedoman, memfasilitasi perencanaan konservasi, dan mengkatalisasi tindakan konservasi. Pelajari lebih lanjut di: https://www.iucn.org.

Tentang National Geographic Society

National Geographic Society adalah lembaga nirlaba terkemuka yang berinvestasi pada orang-orang yang berani dan ide-ide transformatif di bidang eksplorasi, penelitian ilmiah, mendongeng dan pendidikan. Melalui hibah dan program kami, kami bercita-cita untuk menciptakan komunitas perubahan, memajukan wawasan kunci tentang planet kita dan menyelidiki beberapa pertanyaan ilmiah yang paling mendesak dari waktu kita sambil memastikan bahwa generasi berikutnya dipersenjatai dengan pengetahuan geografis dan pemahaman global. Tujuan kami adalah dampak yang terukur: memajukan eksplorasi dan mendidik orang di seluruh dunia untuk menginspirasi solusi untuk kebaikan yang lebih besar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nationalgeographic.org.

Tentang WWF

WWF adalah salah satu organisasi konservasi independen terbesar di dunia, dengan lebih dari 5 juta pendukung dan jaringan global yang aktif di lebih dari 100 negara dan wilayah. Misi WWF adalah menghentikan degradasi lingkungan alam dan membangun masa depan di mana manusia hidup selaras dengan alam, dengan melestarikan keanekaragaman hayati dunia, memastikan bahwa penggunaan sumber daya alam terbarukan berkelanjutan, dan mempromosikan pengurangan polusi dan konsumsi yang boros. Kunjungiwww.panda.org/news untuk mendapatkan berita terbaru dan sumber media dan ikuti kami di Twitter @WWF_media