Senin, 17 Agustus 2015 – Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Pusat mengadakan acara KOPHI SENUSA (KOPHI Sejukkan Nusantara) memperingati Dirgahayu RI ke-70 di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, pada tanggal 15-16 Agustus 2015 dengan tema pariwisata berkelanjutan.
“Sektor pariwisata selalu menyumbang pendapatan Negara cukup besar dan berkembang tiap tahunnya, tapi sayangnya tidak diikuti dengan aksi pelestarian di tempat wisata. Contohnya, pengembangan wisata yang tidak memperhatikan aspek keseimbangan lingkungan, atau contoh kecilnya, banyaknya sampah yang dibuang sembarangan,” tutur Dhia, ketua pelaksana KOPHI SENUSA.
Dimulai dengan sesi Sampah dan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), KOPHI mengajak 30 peserta KOPHI SENUSA untuk berdiskusi pentingnya menjaga kebersihan wisata alam dan berbagai solusi untuk mengembalikan wisata alam yang telah kotor, kemudian diakhiri praktek 3R dengan pembuatan Keranjang Takakura untuk pembuatan kompos dengan menggunakan sampah organik. Sampah di sekitar Kepulauan Seribu seringkali dibuang ke laut atau dibakar yang dapat menyebabkan polusi karena ketidakmampuan pengelolaan sampah warga sekitar dan kurangnya sosialisasi pemanfaatan sampah seperti 3R.
Pengenalan ekosistem laut dilakukan dengan snorkeling ramah lingkungan, misalnya dengan jaga jarak dan hindari kontak dengan terumbu atau tidak mengejar dan mengganggu makhluk laut. “Saat ini banyak wisatawan yang melakukan snorkeling, tapi kurang ramah lingkungan, malah justru merusak terumbu karang atau menganggu hewan laut,” jelas Herman, pemandu snorkeling.
Selain itu, pelestarian ekosistem hutan sekitar pesisir dilakukan dengan penanaman pohon bakau. “Pohon bakau (Mangrove) yang ditanam di Pulau Kotok seringkali gagal jika ditanam secara berjarak karena ombak yang cukup besar dan kontur yang berpasir, jadi disini lebih baik ditanam secara berkelompok.” Jelas Herman, pemandu sesi penanaman pohon bakau.
Di sesi terakhir, transplantasi terumbu karang yang dilakukan di Areal Perlindungan Laut (APL). KOPHI turut menyumbang budi daya terumbu karang. “Kepulauan Seribu mempunyai jenis terumbu karang terlengkap di Indonesia, namun jumlahnya semakin berkurang karena eksploitasi laut dan polusi laut seperti sampah dan limbah. Jadi, peran APL saat ini membantu memelihara fungsi ekologis agar tempat tinggal ikan seperti terumbu karang tetap terjaga dengan cara budidaya,” tutur Pak May, petugas di Areal Perlindungan Laut.
KOPHI SENUSA yang dilakukan serentak di tujuh KOPHI Daerah lain merupakan aksi konkret memperingati HUT RI ke-70 untuk menjaga kelestarian daerah wisata alam demi Indonesia Lestari. Selain itu, selama kegiatan ini berlangsung, diadakan juga kontes Instagram #KOPHISenusa untuk menyebarkan isu wisata berkelanjutan ini lebih luas lagi.
“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Worth it banget, deh. Bisa refreshing, nambah ilmu, dan belajar jadi wisatawan yang peduli lingkungan,” tutur Zahra, peserta KOPHI SENUSA.
Aksi konkret untuk mengembangkan potensi wisata dengan memperhatikan aspek lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tapi kita secara individu sebagai warga negara Indonesia. KOPHI sebagai garda terdepan pemuda penyelamat lingkungan akan terus melakukan aksi berkelanjutan serupa dengan KOPHI SENUSA. Umur Indonesia yang sudah 70 tahun dengan tingkat kerusakan lingkungan yang cukup serius seharusnya dapat menjadi seruan tegas untuk melakukan aksi lingkungan yang lebih berdampak demi Indonesia yang lestari. Selamat ulang tahun Indonesiaku!
Tentang KOPHI
Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) berdiri pada tahun 2010 melalui Deklarasi KOPHI di Museum Bank Mandiri untuk menjadi suatu wadah bagi anak muda yang ingin menjadi bagian dari solusi masalah perubahan iklim sehingga mereka dapat bergerak untuk melakukan sebuah tindakan secara kolektif dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang lestari.
Tidak hanya menjadi forum komunikasi antara pemuda Indonesia yang mempunyai kepedulian terhadap isu perubahan iklim, melalui kegiatan online dan offline, KOPHI juga hadir sebagai fasilitator dan mediator dalam pengembangan kapasitas anak muda Indonesia.
KOPHI berkembang menjadi organisasi pemuda pemerhati lingkungan yang tersebar di 15 provinsi Indonesia. Sebagai komunitas pemuda Indonesia, KOPHI terus berkembang dan berharap untuk dapat menjadi, sumber informasi bagi anak muda Indonesia terkait isu perubahan iklim dan lingkungan hidup untuk mewujudkan Indonesia yang lestari.
Untuk keterangan lebih lanjut, mohon hubungi:
Cinta Majezta Lubis
Public Relation Coordinator – KOPHI Pusat
081350667641
medkom.kophi@gmail.com / cintamajezta@gmail.com
Ghofar Ismail
Head of Media and Communication – KOPHI Pusat
085 747 867 461 / 089 655 921 722
info@kophi.or.id / ghofarers@gmail.com
Wow keren! Good job!