Saat diperkenalkan pertama kali pada pertengahan tahun 2000-an, banyak yang kecewa dengan lampu LED (light-emitting diode).

Lampu ini kurang terang, harganya mahal dan tidak lebih efisien dibanding lampu pendar tradisional.

Namun terknologi terus berkembang. Kini produk-produk berbasis LED terbukti mampu bersaing dengan produk-produk teknologi lain dalam hal kualitas pencahayaan, daya tahan dan efisiensi energi. Harganya pun terus turun.

Laporan Navigant Research yang dirilis Rabu (24/7) mengungkapkan, pendapatan industri lampu dan pencahayaan berbasis LED di gedung-gedung komersial diperkirakan akan mencapai $25 miliar per tahun pada 2021 – naik dari “hanya” $2,7 miliar pada 2013.

“Perkembangan teknologi LED akan mengubah wajah industri penerangan komersial,” ujar Jesse Foote, analis riset dari Navigant Research. “Saat teknologi lain potensi pengembangannya terbatas, teknologi LED terbaru semakin canggih dan efisien.”

Dalam beberapa tahun ke depan, harga lampu LED akan terus turun pada level dimana penghematan energi dari pemasangan lampu ini bisa menebus biaya instalasi. Saat kondisi ini tercapai, konsumen akan berbondong-bondong beralih menggunakan teknologi ini.

Peralihan ini akan lebih dramatis di pasar-pasar baru misal di pasar renovasi bangunan yang mengganti lampu-lampu lama boros energi dengan lampu LED guna meningkatkan efisiensi.

Walau tahun ini (2013) pangsa pasar renovasi menggunakan pencahayaan LED hanya sekitar 5%, menurut Navigant Research jumlah ini akan tumbuh mencapai 40% pada 2017 dan 63% pada 2021.

Laporan berjudul “Energy Efficient Lighting for Commercial Markets”, menganalisis pasar pencahayaan hemat energi di bangunan-bangunan komersial di seluruh dunia termasuk LED, lampu pendar, lampu halogen, serta lampu dan pencahayaan yang lain. Laporan ini juga menganalisis faktor penghalang dan pendorong pasar teknologi-teknologi ini termasuk pertimbangan biaya energi dan sertifikasi bangunan hijau.

Redaksi Hijauku.com