Program Populis yang Malah Meminggirkan Usaha Rakyat

2026-06-18T06:44:40+07:0016 June 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Saya percaya sepenuhnya bahwa tidak ada pemerintah yang merancang MBG atau Kopdes dengan niat memiskinkan pedagang kantin atau warung desa. Tetapi niat baik tidak secara otomatis menghasilkan desain yang baik. Dan desain yang tidak memertimbangkan siapa yang akan tergusur adalah desain yang tidak lengkap.

Saatnya Memetakan Ulang Tanggung Jawab dalam Pembiayaan Iklim

2026-06-20T13:30:01+07:0015 June 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Indonesia jelas bukan kekurangan kerangka keuangan berkelanjutan. Masalahnya, pemerintah sebagai satu-satunya aktor dengan mandat dan alat fiskal untuk menetapkan jalur dekarbonisasi, belum menjalankan peran itu dengan sungguh-sungguh. Alih-alih mendesain proyek energi terbarukan, kebijakan pemerintah malah membuka ruang bagi ekspansi batubara selanjutnya.

Ketika Bola Berhenti Menggelinding dengan Indah

2026-06-18T06:48:50+07:0014 June 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Piala Dunia adalah perayaan inklusivitas. Atau begitu yang selama ini saya dan kita semua percaya. Dan siapapun yang mengikuti berita-berita sekitar Piala Dunia 2026 tahu bahwa inklusivitas benar-benar telah dibuang ke tong sampah oleh negara yang ditunjuk sebagai tuan rumahnya.

Elon Musk: Sosok Triliuner Pertama Dunia dan Bahaya Besar yang Dibawanya

2026-06-20T13:30:20+07:0013 June 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Musk sering memosisikan dirinya sebagai penyelamat umat manusia. Tapi rekam jejak aktualnya menceritakan kisah yang sangat berbeda. Musk membangun kebesarannya di atas fondasi dan panggung yang ia pastikan akan ditempati oleh dirinya sendiri, sementara biaya dan risikonya ditanggung orang lain.

Bank-bank Raksasa yang Terus Membakar Masa Depan Kita

2026-06-20T13:30:30+07:0011 June 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Laporan Banking on Climate Chaos (BOCC) 2026 yang dirilis tanggal 9 Juni 2026 oleh koalisi masyarakat sipil global membongkar anatomi pengkhianatan finansial dan ekologis terbesar di abad ke-21. Laporan ini menyingkap sebuah realitas yang seharusnya membuat para pihak yang peduli terhadap masa depan bumi tersentak.

Emil Salim: Sembilan Puluh Enam Tahun dan Terus Merawat Bumi

2026-06-20T13:30:43+07:008 June 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Hari ini Prof. Emil memasuki usia sembilan puluh enam tahun. Indonesia dan dunia berutang lebih dari sekadar ucapan selamat. Kita berutang keberanian untuk mengatakan kepada penguasa bahwa cara mereka membangun sedang menghancurkan masa depan bangsa.

Go to Top