Membayangkan Kerjasama Indonesia – Tiongkok dalam Memajukan Keberlanjutan

2026-06-20T13:38:22+07:0030 April 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Indonesia dan Tiongkok membutuhkan platform tetap yang mengubah kerja sama dari pola project-by-project menjadi ekosistem inovasi yang terukur, transparan, dan berakar pada kapasitas lokal. Sebuah ruang di mana kebijakan bertemu bukti lapangan, di mana riset universitas bertemu kebutuhan industri, dan di mana pembiayaan hijau tidak lagi dipandang sebagai utang semata, melainkan sebagai investasi bersama.

Memelihara Asa dan Menegakkan Disiplin Optimisme Demi Bumi Tercinta

2026-06-20T13:38:36+07:0022 April 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Selamat Hari Bumi 2026. Dalam dunia yang tengah kehilangan kepercayaan pada institusi dan kesabaran pada proses yang lambat, Anis Dasgupta menawarkan sesuatu yang lebih berharga dari solusi teknis: sebuah kerangka berpikir tentang bagaimana manusia—dengan segala kerapuhan, kepentingan, dan keterbatasannya—bisa tetap memilih untuk bergerak bersama.

Awasi Secara Serius Konsumsi Air oleh Perusahaan 

2026-06-20T13:38:47+07:0017 April 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Di tengah krisis air yang terus meningkat, laporan-laporan ESG perusahaan besar tampak seperti brosur pariwisata: indah secara visual, tipis secara substansi. Air sangat jelas belum terwakili dengan baik dalam proses penetapan tujuan, analisis, atau kerangka kerja ESG.

Dari Padang Pasir Arizona ke Pesisir Pulau Dewata

2026-06-20T13:39:01+07:003 April 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Abigail Alling dan Mark Van Thillo, sesama biospherian yang juga direktur dari Biosphere Foundation, mendirikan Biosphere Stewardship Center di Bali Barat, dan memulai apa yang mereka sebut sebagai pendekatan ridge to reef: sebuah model konservasi yang tidak berhenti di garis pantai.

Saatnya Menanggalkan Nama Timur Tengah, Ganti Menjadi Asia Barat 

2026-06-20T13:39:13+07:0029 March 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Nama-nama geografis tidak pernah netral. Ketika kita menamai sebuah tempat, kita tidak sekadar menunjuk titik di peta. Kita sedang membuat pernyataan tentang siapa yang berhak mendefinisikan tempat itu, dan dari perspektif siapa ia dilihat. Kawasan yang disebut Timur Tengah ternyata bukan realitas geografis yang netral, melainkan sebuah konstruksi diskursif yang diciptakan oleh kekuatan kolonial Barat.

One Illegal War After Another

2026-06-20T13:43:11+07:0020 March 2026|Jalal Menulis Keberlanjutan|

Amerika Serikat, negara yang paling keras menyuarakan demokrasi, kedaulatan, dan hukum internasional adalah negara yang paling sering melanggarnya. Menelusuri sejarah peperangan ilegal Amerika Serikat bakal membuat kita semua sadar bahwa isi sesungguhnya benar-benar tak sesuai merk yang tertera di kemasan.

Go to Top