Abu Dhabi, Uni Emirat Arab – 30 Oktober – Presiden COP28, Dr. Sultan Al Jaber berbicara di hadapan ratusan menteri dan delegasi dari seluruh dunia pada sesi pembuka acara Pre-COP, menyatakan bahwa komunitas internasional perlu bersatu dalam aksi iklim dan menyatakan, “Kita harus terus melangkah. Kita harus bersatu. Kita harus mengambil tindakan dan melaksanakannya di Dubai.”
Pre-COP yang berlangsung selama hari ini dan esok hari di Abu Dhabi merupakan sebuah pertemuan persiapan bagi para menteri dan negosiator sebelum memulai COP28 nanti. Pre-COP tahun ini telah mencatatkan rekor partisipan dengan hadirnya 70 menteri dan lebih dari 100 delegasi di Ibukota Uni Emirat Arab. Jumlah partisipan tahun ini melonjak dua kali lipat lebih dari angka partisipan Pre-COP di tahun-tahun sebelumnya.
Memahami bahwa “Terdapat terlalu banyak hal yang memecah belah dunia kita pada saat ini,” Presiden COP28 mendeklarasikan bahwa “Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk bersatu dalam aksi iklim dan menyampaikan pesan penuh harapan, solidaritas, stabilitas, dan kemakmuran yang tegas. Kita harus menunjukkan bahwa komunitas internasional mampu melaksanakan dan memastikan angka 1.5 tetap berada dalam batas aman.”
Al Jaber turut memberikan penjelasan bahwa sebelum adanya Perjanjian Paris, Bumi ini bergerak menuju suhu yang lebih panas sebesar 4 derajat. Namun saat ini angka tersebut menurun menjadi 2 hingga 3 derajat, berdasarkan laporan terbaru, “Kita telah berada di jalur yang tepat, namun kita belum melakukannya dengan cukup cepat,” ungkapnya.
Seluruh pihak “harus bekerja lebih baik” dalam menyusun perjanjian terkait isu ini dari yang telah dilakukan di konferensi-konferensi sebelumnya. “Kita tidak boleh membuang waktu dalam ketidaksepakatan,” ungkap Dr. Al Jaber. “Kita harus berpikir lebih jauh ke masa depan, kita harus mengakhiri beragam alasan dan penundaan yang sering terjadi, dan mendefinisikan ulang agenda pribadi kita menjadi agenda bersama.”
“Mari buktikan bahwa multilateralisme masih berfungsi dengan baik melalui proses ini. Saya percaya bahwa kita dapat dan perlu memenuhi tanggung jawab itu.”
Presiden COP28 menegaskan kembali perlunya memberikan respon yang kuat terhadap Global Stocktake, dan mengembalikan dunia ke jalur yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada Perjanjian Iklim Paris. Ia menyoroti sektor-sektor yang akan menjadi fokus utama, termasuk menghasilkan rencana mitigasi yang kuat, perjanjian adaptasi yang komprehensif, dan “solusi inovatif” di bidang keuangan. “Termasuk penyaluran dana iklim dan mengatur kembali pendanaan atas kerugian dan kerusakan,” imbuhnya. “Apa yang dijanjikan di Sharm el Sheikh harus diwujudkan di Dubai.”
“Kita memerlukan solusi yang konkret untuk menekan 43% emisi di tahun 2030 karena itulah yang disampaikan oleh para ilmuwan,” ungkap Dr. Al Jaber. Berkaitan dengan bahan bakar fosil, Dr. Al Jaber juga menyatakan, “Saya memahami terdapat pandangan yang kuat untuk memasukkan isu bahan bakar fosil dan energi terbarukan dalam teks negosiasi. Untuk itu, saya memerlukan kerjasama dari seluruh pihak sehingga kita dapat mengajukan solusi yang mampu menghasilkan keselarasan, landasan bersama, dan konsensus antara semua pihak. Kita harus bersikap pragmatis dan kita tidak boleh meninggalkan siapapun di belakang.”
Menindaklanjuti pertemuan terkait kebijakan sebelumnya, Presiden COP28 mengungkapkan: “Lebih dari 20 perusahaan minyak dan gas telah merespon ajakan COP28 untuk mengakhiri emisi metana pada 2030. Saya melihat ini sebagai momentum positif seiring dengan bergabungnya lebih banyak perusahaan. Kami juga bekerja sama dengan sektor-sektor yang menghasilkan emisi tinggi, seperti transportasi berat, aluminium, baja, dan semen untuk menyusun rencana dekarbonisasi yang kredibel.” Pada sektor finansial, Dr. Al Jaber menekankan pentingnya aliran dana iklim ke negara-negera yang paling membutuhkan, utamanya negara Global South dan membangun kembali kepercayaan di negara-negara berkembang.
Terkait dengan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya, Dr. Al Jaber menekankan bahwa, “Perjanjian yang telah disepakati harus tetap diteapti, seperti perjanjian 100 miliar dolar. Saat ini saya menghargai langkah dari Jerman dan Kanada, serta pernyataan mereka bahwa saat ini segalanya berada dijalur yang tepat. Namun, hingga sekarang pun, saya belum dapat menyatakan bahwa perjanjian ini telah terlaksana.”
Dr. Al Jaber juga menegaskan kembali tentang pentingnya adaptasi, mengajak seluruh partisipan untuk kembali memenuhi Tujuan Global, dan menyatakan, “Kita harus mengakhiri deforestasi hutan dan dan melestarikan penyerap karbon alami… inilah saatnya bagi setiap negara untuk menanamkan investasi positif terhadap alam dalam strategi iklim nasional.”
Presiden COP28 mengingatkan para partisipan bahwa “Seluruh dunia memperhatikan kita. Negara kita, komunitas kita, keluarga kita, anak-anak kita, mereka semua sedang mengamati kita. Jadi, marilah kita bersatu untuk ini.”
*“Kita memiliki kekuasaan, sehingga kita juga harus menjalankan tanggung jawab yang mengiringi,” pungkasnya. “Proses ini tidak boleh gagal. Kita harus terus melangkah maju. Kita harus melaksanakannya di Dubai nanti.”
– SELESAI-
Catatan untuk Editor COP28 UEA:
• COP28 UEA akan berlangsung di Expo City pada tanggal 30 November – 12 Desember 2023. Konferensi ini diperkirakan akan mengumpulkan lebih dari 70.000 peserta, termasuk kepala negara, pejabat pemerintah, pemimpin industri internasional, perwakilan sektor swasta, akademisi, pakar, pemuda, dan aktor non-pemerintah.
• Sebagaimana diamanatkan oleh Perjanjian Iklim Paris, COP28 UEA akan memberikan Global Stocktake pertama – evaluasi komprehensif kemajuan terhadap tujuan iklim.
• UEA akan memimpin proses bagi semua pihak untuk menyepakati peta jalan yang jelas untuk mempercepat kemajuan melalui transisi energi global pragmatis dan mengadopsi pendekatan “tidak meninggalkan siapapun” untuk aksi iklim inklusif.
· Keempat pilar dari Agenda Aksi Kepresidenan COP28 terdiri dari mempercepat transisi energi, memperbaiki pendanaan iklim, fokus pada manusia, kehidupan, dan mata pencaharian, serta mendukung segala sesuatunya dengan inklusivitas penuh.
Leave A Comment