Jakarta, 31 Agustus 2020 – Ketua Komunitas Adat Laman Kinipan Effendi Buhing ditangkap oleh polisi bersenjata api laras panjang dari rumahnya di Desa Kinipan, Lamandau, Kalteng hari Rabu (26/8) lalu. Tidak hanya Effendi, namun 5 orang masyarakat Kinipan lainnya juga ditangkap polisi saat sedang membela hutan adatnya yang terancam habis dibabat PT Sawit Lestari Mandiri (SML) untuk dijadikan kebun sawit.

Meski sudah dibebaskan sejak Kamis (27/8) status Effendi Buhing masih sebagai tersangka.

Safrudin Mahendra, Direktur Save Our Borneo, anggota koalisi organisasi masyarakat sipil yang mendampingi Effendi Buhing mengatakan, “Saat ini Pak Effendi sudah pulang ke Laman Kinipan. Namun statusnya masih sebagai tersangka, dan dapat dipanggil kapanpun untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ditahan kemarin Pak Effendi tidak diperbolehkan untuk didampingi penasihat hukum. Ini tidak adil untuk Masyarakat Adat seperti Pak Effendi yang sehari-hari bertani dan tidak paham proses hukum”.

Pekan lalu komunitas pemuda Jaga Rimba memulai petisi daring di laman Change.org meminta pembebasan Effendi dan 5 Masyarakat Adat Kinipan lainnya yang ditahan serta mendesak pemerintah mencabut izin PT SML yang hancurkan hutan sumber penghidupan warga. Saat ini petisi tersebut sudah didukung lebih dari 23 ribu orang.

Petisi selengkapnya dapat dilihat di change.org/savekinipan

Dalam petisi tersebut dijelaskan bahwa PT SML dimiliki oleh Abdul Rasyid yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia dan paman dari Gubernur Kalimantan Tengah tahun 2016. Izin operasional PT SLM pun tidak pernah disetujui Masyarakat Adat Kinipan, namun pembabatan hutan terus berlangsung.

Masyarakat Adat Laman Kinipan sudah melakukan penolakan secara damai seperti melakukan pemetaan partisipatif wilayah adat, menggelar aksi di depan kantor DPRD Lamandau, mendatangi Kantor Staf Presiden di Jakarta. Namun tidak ada langkah-langkah tersebut tidak membuahkan hasil.

“Izin terus diberikan, dan para pejuang Kinipan malah dikriminalisasi dan dibungkam satu persatu. Apa ini yang namanya perlindungan terhadap Masyarakat Adat? Pejabat umbar ‘Salam lestari’ di setiap orasi mereka tapi hutan terus dibabat dan Masyarakat Adat banyak dikriminalisasi. Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat pun tidak kunjung disahkan,” kata Salsabila sebagai penggagas petisi.

Untuk mengetahui jumlah terakhir penandatangan petisi klik www.change.org/SaveKinipan

Media Contact:

Jeanne Sanjaya
Campaigner Change.org
Indonesia – 0878-2220-4401