Pandemi COVID-19 telah menunjukkan kerentanan dunia dari berbagai macam sisi. Penduduk dunia kehilangan mata pencaharian mereka, kehilangan pasokan pangan, air dan obat-obatan. Alam yang sehat dan lestari bisa memenuhi semua kebutuhan tersebut. Kebutuhan akan mata pencaharian yang menghasilkan pendapatan, pangan, air dan obat-obatan yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan oleh pelaksana tugas Direktur Jenderal IUCN, Dr. Grethel Aguilar menyambut peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang jatuh pada hari ini, 22 Mei 2020.

Guna membangun kembali dunia paska COVID-19, dunia harus memastikan bahwa kebiasaan lama mengeksploitasi keanekaragaman hayati dan menghambur-hamburkan sumber daya finansial, harus diganti dengan cara hidup dan bekerja yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pemerintah di seluruh dunia juga harus memastikan, kebijakan dan keputusan yang mereka ambil untuk pemulihan paska COVID-19 harus berlandaskan ilmu pengetahuan, menghormati kearifan lokal dan menhargai hak-hak masyarakat dalam upaya konservasi, pembangunan dan kerja sama internasional.

Menurut Dr. Grethel Aguilar semua pemangku kepentingan harus terlibat dalam upaya ini. Mereka adalah para ilmuwan, pemerintah, lembaga kemasyarakatan, masyarakat adat serta perusahaan. “Dengan membangun kembali secara lebih baik, kita bisa memastikan bahwa masa depan yang kita ciptakan akan lebih aman, berdaya tahan dan berkelanjutan,” tuturnya. “Dunia tak akan lagi sama paska COVID-19. Jika kita mau bertanggung jawab dan melihat ke depan, dunia paska COVID-19 akan jauh lebih baik.”

Redaksi Hijauku.com