WWF - LogoBogor – Dalam penutupan acara Simposium Hiu dan Pari Indonesia, kerja sama WWF-
Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berlangsung hari ini
(11/6) di Institut Pertanian Bogor International Convention Centre (IPB-ICC),
dicapai kesepahaman bahwa perlu ditetapkannya sebuah kebijakan sebagai dasar
implementasi Rencana Aksi Nasional (National Plan of Action/NPOA) untuk
pengelolaan hiu dan pari di Indonesia secara berkelanjutan. Simposium Hiu dan
Pari Indonesia yang mengumpulkan hasil-hasil penelitian para ahli di Indonesia
terkait sumber daya hiu dan pari, menyajikan beberapa rekomendasi terhadap aspek
biologi, populasi dan ekologi; sosial dan ekonomi’ serta pengelolaan dan
konservasi hiu dan pari di Indonesia yang bisa dijadikan dasar kebijakan
dimaksud.

Upaya pengelolaan hiu dan pari harus dijalankan secara berkelanjutan demi
menjaga produktivitas laut dalam menyediakan sumber pangan dari sektor
perikanan. Namun untuk menunjang aksi tersebut, dibutuhkan data lengkap mengenai
populasi, biologi, dan ekologi kedua jenis ikan tersebut, yang mana hingga saat
ini masih sangat minim dan tersebar diberbagai pihak.

Selama dua hari, para pemakalah menyampaikan hasil penelitian mereka seputar
tertangkapnya hiu dan pari berukuran kecil dan juvenile; penemuan beberapa jenis
hiu yang selama ini dianggap jarang bahkan tidak ada di perairan Indonesia;
pentingnya peran aktif para stakeholder dalam aspek penegakan hukum; serta
perlunya penguatan masyarakat melalui pengembangan ekowisata berbasis kearifan
lokal dan daya dukung lingkungan.Selain itu, aspek keterlacakan atau asal mula
(traceability) untuk produk hiu dan pari beserta turunannya juga berperan
penting dalam mendukung upaya pengelolaan berkelanjutan hiu dan pari di
Indonesia.

“Kita punya pekerjaan rumah yang besar dalam menjaga bumi dan isinya, termasuk
hiu dan pari. Namun pekerjaan rumah tersebut tidak dapat dilakukan secara
individual. Oleh karena itu, para peneliti dan hasil-hasil penelitiannya
memiliki peranan penting dalam upaya konservasi hiu dan pari di Indonesia,”
jelas Direktur Kawasan Konservasi dan Jenis Ikan (KKJI) KKP, Agus Dermawan, saat
acara pembukaan Simposium Hiu dan Pari Indonesia yang berlangsung kemarin
(10/6).

Ditemui di lokasi dan waktu yang sama, Direktur Program Coral Triangle WWF-
Indonesia, Wawan Ridwan, mengatakan, “WWF-Indonesia siap untuk terus bekerja
sama dengan pemerintah dan para ahli dalam meningkatkan upaya pengelolaan hiu
dan pari di Indonesia, mengingat kedua spesies ini berperan penting dalam
menjaga kesehatan ekosistem laut dan memastikan laut tetap produktif memberikan
kontribusi untuk
ketahanan pangan dari sektor perikanan.”

Hiu dan pari banyak diburu sebagai tangkapan utama maupun tangkapan sampingan
(bycatch) di beberapa lokasi di Indonesia seperti Laut Jawa Selat Karimata,
Selat Makassar, serta dekat Samudera Hindia, Laut Tiongkok Selatan dan Samudera
Pasifik. Kedua ikan bertulang rawan tersebut ditangkap dan dijadikan komoditi
berkeuntungan besar. Hiu diburu untuk sirip, daging, kulit, minyak hati, dan
tulang rawannya, sementara pari diambil insangnya untuk dimanfaatkan sebagai
bahan tonik kesehatan di Tiongkok.

Catatan untuk Editor:
· Simposium Hiu dan Pari Indonesia dihadiri oleh sekitar 70 orang
peneliti dari beragam institusi seperti universitas, lembaga penelitian dan
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 51 makalah yang berfokus pada tema biologi,
populasi dan ekologi, sosial dan ekonomi, pengelolaan dan konservasi
dipresentasikan selama berlangsungnya simposium 10 – 11 Juni.

· Indonesia merupakan habitat bagi 5 jenis hiu dan 2 jenis pari manta
yang tercantum dalam daftar Appendix II Konvensi Perdagangan Internasional
Terhadap Satwa dan Tumbuhan yang Terancam Punah (Convention on International
Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna/ CITES). Jenis hiu dan pari
manta tersebut adalah hiu paus (whale shark), hiu koboi (oceanic whitetip
shark), 3 jenis hiu martil (scalloped hammerhead, smooth hammerhead dan great
hammerhead sharks), oceanic manta, dan reef manta.

– Foto-foto resolusi tinggi berikut dapat diunduh dan digunakan dengan
mencantumkan hak cipta © WWF-Indonesia:

– Acara Simposium Hiu dan Pari Indonesia: http://bit.ly/fotosimphiupari2015.

– Jenis hiu dan pari di Indonesia: http://bit.ly/fotohiupari.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

– Nenden N. Fathiastuti, Public Relations Manager, WWF-Indonesia
Email: nfathiastuti@wwf.or.id, Hp: +62 811 1909-148
– Dwi Ariyoga Gautama, Bycatch and Sharks Conservation Coordinator, WWF-
Indonesia
Email: dariyogagautama@wwf.or.id, Hp: +62 811 2331213