Quietrevolution wind turbine - Wikimedia CommonsPenelitian terbaru dari MIT dan Santa Fe Institute (SFI) menunjukkan inovasi energi terbarukan semakin semarak, menciptakan ribuan paten baru. Kondisi ini didukung oleh melimpahnya investasi di bidang penelitian dan pengembangan (R&D) serta pasar energi baru dan terbarukan (EBT) yang menjanjikan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE ini adalah hasil kajian jangka panjang Jessika Trancik, peneliti dari MIT, Luís Bettencourt dari SFI dan Jasleen Kaur dari Indiana University. Bertiga mereka membangun pusat data paten energi bersih yang dikeluarkan oleh lebih dari 100 negara dalam periode 1970 hingga 2009. Secara keseluruhan mereka menganalisis lebih dari 73.000 paten terkait teknologi energi bersih.

Dari data-data tersebut, tim peneliti menyimpulkan, telah terjadi peningkatan jumlah paten energi bersih secara dramatis dalam 40 tahun terakhir. Terutama paten yang berhubungan dengan energi surya dan angin. Paten bahan bakar fosil menunjukkan perkembangan yang kurang menggembirakan. Sementara paten energi nuklir datar atau tidak ada sama sekali.

Contoh, pada periode 2004 hingga 2009, jumlah paten yang dikeluarkan untuk energi surya naik 13% per tahun. Sementara paten untuk energi angin naik rata-rata 19% per tahun. Tingkat pertumbuhan ini melampaui pertumbuhan paten teknologi lain seperti teknologi semikonduktor dan komunikasi digital.

Secara keseluruhan, paten energi bersih di Amerika Serikat naik dari hanya 200 paten per tahun pada periode 1975 ke 2000, menjadi lebih dari 1.000 paten per tahun pada 2009. Sementara paten bahan bakar fosil naik menjadi 300 paten per tahun pada 2009 dari 100 paten per tahun satu dekade sebelumnya.

Tim peneliti menyimpulkan, dampak kumulatif investasi pemerintah dan industri menjadi pemicunya. Pertumbuhan pasar energi terbarukan – memanfaatkan subsidi, keringanan pajak dan insentif dari pemerintah – menjadi faktor pendorong berikutnya. Kabar baiknya, tren ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat namun juga di negara-negara lain, tidak ketinggalan di China.

Menurut tim peneliti pengembangan energi bersih dan terbarukan memerlukan komitmen jangka panjang. Bantuan investasi dari masyarakat diperlukan pada masa awal perkembangan EBT. Sehingga teknologi ini bisa diadopsi oleh masyarakat.

Keberhasilan investasi di energi bersih ini tidak hanya diukur dari jumlah paten yang dihasilkan namun juga dari biaya dan harganya yang semakin kompetitif pada masa datang. Sehingga energi bersih tidak hanya menjadi solusi masalah lingkungan dan perubahan iklim, juga mampu menciptakan peluang bisnis dan ekonomi. Temukan semua informasinya di Hijauku.com.

Redaksi Hijauku.com