United Nations General Assembly Hall - Wikimedia CommonsCEO-CEO dunia yang berpartisipasi dalam United Nations Global Compact (UNGC) mendukung peralihan ke tata kelola perusahaan yang berkelanjutan sebagaimana diusulkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Laporan berjudul “Global Corporate Sustainability Report 2013” mengungkapkan, 52% direksi yang terlibat dalam UNGC, membahas mengenai tata kelola hijau perusahaan. Sementara 65% CEO dunia telah membuat kebijakan dan strategi ke arah perusahaan yang berkelanjutan.

Pertemuan berjuluk “UN Global Compact Leaders Summit 2013: Architects of a Better World” ini berlangsung selama dua hari (19-20 September) di New York. Acara ini dihadiri lebih dari 1000 peserta yang terdiri dari pemimpin tertinggi perusahaan, para pemimpin masyarakat sipil, pemerintah dan PBB.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon ini, memerkenalkan arsitektur baru bagi perusahaan untuk beralih ke tata kelola yang berkelanjutan. Hal ini terkait dengan semakin dekatnya tenggat pencapaian Target Pembangunan Milenium (MDG) pada 2015.

Ban mendorong perusahaan agar berperan aktif dalam pencapaian target MDG yang memiliki sejumlah prioritas yaitu perubahan iklim, kesetaraan, terciptanya lapangan kerja, pendidikan serta tata kelola air dan pangan yang berkelanjutan.

Dalam laporan sebelumnya, PBB juga mengungkapkan, perusahaan dinilai masih belum mampu mewujudkan janji menjadi aksi guna menciptakan organisasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Padahal pemegang saham semakin menuntut perusahaan agar lebih banyak memerhatikan prioritas-prioritas penting ini. Sejumlah bursa, seperti Bursa Saham New York bahkan memiliki strategi hijau mereka sendiri.

Untuk itulah PBB mengeluarkan usulan lengkap arsitektur tata kelola perusahaan berkelanjutan yang bisa diunduh pada tautan berikut ini: UN Global Compact.

Redaksi Hijauku.com