Di Indonesia, sepeda listrik masih dipakai sebagai wahana bermain anak-anak di pusat perbelanjaan.

Namun di sejumlah negara yang didera masalah kemacetan parah dan urbanisasi, sepeda listrik sudah dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Hal ini juga didorong oleh semakin populernya penggunaan sepeda di masyarakat.

Sepeda listrik juga menciptakan pasar-pasar baru yang semakin matang terutama di wilayah Eropa dan Asia Pasifik. Kesimpulan ini terungkap dalam laporan terbaru dari Navigant Research.

Laporan berjudul “Electric Bicycles” ini memberikan analisis terkait pasar sepeda listrik dunia, kunci pertumbuhan, faktor teknologi dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap sepeda listrik.

Menurut Navigant Research, penjualan sepeda elektrik atau sepeda listrik (e-bike) akan tumbuh dari 30,6 juta unit per tahun pada 2013 menjadi 37,9 juta unit per tahun pada 2020. China adalah negara dengan penjualan sepeda listrik terbanyak: 90% penjualan sepeda listrik dunia dalam periode 2013 hingga 2020 akan terjadi di China.

Di beberapa kota besar di China, seperti Beijing, Shanghai, dan Shenzhen, penggunaan sepeda listrik sudah dibatasi karena populasinya yang sudah melampaui batas memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Namun di kota-kota lain permintaan sepeda listrik terus bertumbuh menjadi solusi yang mudah dan hemat energi bagi mobilitas penduduk perkotaan.

“Di banyak kota, jalan semakin sulit untuk ditembus menggunakan mobil, dan sepeda listrik bisa menjadi solusi untuk menembus kemacetan parah ini,” tutur Dave Hurst, analis di Navigant Research.

Menurut Dave dukungan teknologi dan kebijakan pemerintah sangat menentukan perkembangan sepeda listrik ini. Salah satunya adalah teknologi baterai. “Ketersediaan dan harga baterai lithium yang semakin murah membuka pasar baru dan membantu perkembangan moda transportasi ini,” tuturnya.

Dukungan kebijakan pemerintah membantu terciptanya jaringan produsen, pemasok dan pemain pasar sepeda listrik lainnya. Sehingga, pasar sepeda listrik bisa semakin bertumbuh. “Anak-anak muda di Amerika Utara dan Eropa Barat semakin banyak yang tertarik menggunakan sepeda listrik ini,” ujar Dave.

Dukungan infrastruktur seperti jalur sepeda yang aman dan nyaman serta pasokan energi bersih akan semakin meningkatkan manfaat sepeda listrik di masyarakat. Kapan Indonesia menyusul?

Redaksi Hijauku.com