Kemarin (Rabu, 19/12) Redaksi Hijaku.com menerima email istimewa. Email itu datang dari Danielle Nierenberg, Co-Founder, Food Tank.

Food Tank: The Food Think Tank adalah sebuah lembaga baru yang tengah dipersiapkan Danielle bersama rekannya, Ellen Gustafson, yang akan diluncurkan pada 10 Januari nanti.

Kami sudah berkorespondensi dengan Danielle selama beberapa waktu. Email yang kami terima berisi 13 resolusi mereka berdua, Danielle dan Ellen, untuk mengubah sistem pangan dunia pada 2013.

Menurut Danielle, banyak dari kita yang berjanji akan memerbaiki kesehatan dan pola makan, tahun depan. Namun, bumi memerlukan resolusi yang lebih besar guna memerbaiki sistem pangan. Resolusi ini harus melibatkan petani, pembuat kebijakan dan konsumen yang bisa menimbulkan perubahan sejati di lapangan, ruang rapat dan di meja makan.

Menurut Danielle dan Ellen, hampir satu milar penduduk dunia saat ini menderita kelaparan, sementara lebih dari satu miliar penduduk lain kelebihan berat badan bahkan menderita obesitas.

Inilah 13 resolusi dari Danielle dan Ellen untuk mengubah sistem pangan dunia. Atas ijin Danielle, kami akan membagi 13 resolusi ini untuk Sahabat Hijauku.com. Mari kita terapkan pada 2013:

1. Bertani di Perkotaan: Pangan tidak hanya diproduksi di ladang atau di pabrik. Hampir satu miliar penduduk dunia saat ini memroduksi pangan di perkotaan. Di Kibera, wilayah kumuh terbesar di Afrika, para petani kota menanam sayuran dan menjualnya ke petani di pedesaan. Di restoran Bell Book & Candle di New York, para pelanggan disuguhi dengan makanan yang ditanam sendiri di kebun yang terletak di atap restoran.

2. Memerbaiki Akses atas Pangan: People’s Grocery di Oakland dan Fresh Moves di Chicago berinovasi membuka toko kelontong bergerak yang menyediakan makanan sehat bagi masyarakat berpendapatan rendah. Mereka menyediakan produk-produk organik dengan harga terjangkau yang tidak tersedia di lingkungan sekitar sebagai ganti keripik dan minuman bersoda.

3. Permintaan atas Makanan Sehat Terus Meningkat: Michael Pollan, seorang penulis kuliner, memberikan tips yang menarik untuk kita pada 2013: Jangan makan makanan yang tidak dikenal oleh kakek atau nenek buyut kita. Artinya, cobalah mengonsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran dan makanan tanpa pengawet dan penyedap rasa, maka Anda akan lebih sehat.

4. Memasak Lebih Sering di Rumah: Pelajaran memasak dan mengelola ekonomi rumah tangga semakin dilupakan di sekolah-sekolah di Inggris maupun di Amerika Serikat. Namun kini muncul banyak tukang masak terkenal seperti Jamie Oliver, Alice Waters, dan Bill Telepan yang datang ke sekolah dan mengajari siswa untuk memasak makanan yang sehat dan bergizi. Ini adalah tren yang sangat bagus.

5. Makan Bersama: Menurut hasil penelitian Hartman Group, hampir separuh penduduk dewasa di Amerika Serikat menghabiskan makanan mereka seorang diri. Padahal makan bersama keluarga dan teman bisa memererat komunikasi dan hubungan dalam komunitas. Penelitian terbaru menunjukkan, anak-anak yang sering makan bersama keluarga, akan lebih bahagia dan stabil dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan makanannya sendiri.

6. Fokus di Sayuran: Hampir dua miliar penduduk dunia menderita akibat kekurangan nutrisi yang menghambat pembangunan ekonomi. Namun solusi untuk masalah ini tersedia. Salah satunya datang dari World Vegetable Center, yang membantu petani memroduksi sayuran yang kaya nutrisi dan bernilai ekonomi tinggi di Afrika dan Asia. Aksi ini mampu memerbaiki kesehatan dan ekonomi keluarga.

7. Mencegah Limbah: Sekitar 30% makanan yang dihasilkan dunia terbuang — di ladang, saat dipindahkan, di tempat penyimpanan atau di rumah. Namun ada cara mudah untuk mencegah limbah makanan. Program Love Food, Hate Waste misalnya, memberikan kiat kepada konsumen untuk mengontrol makanan dan mengolah kembali makanan yang tersisa. Sementara di Bolivia, petani menggunakan pengering bertanaga matahari guna mengawetkan makanan.

8. Melibatkan Anak Muda: Membuat pertanian menarik secara keilmuan dan ekonomi bisa membantu menjadikan industri ini sebagai lapangan kerja pilihan bagi anak muda. Di wilayah Afrika sub-Sahara, ponsel dan internet semakin memudahkan petani memeroleh informasi cuaca dan pasar; di Amerika Serikat, Food Corps memberikan edukasi tentang cara menanam, memasak dan menyiapkan makanan sehat.

9. Melindungi Pekerja: Buruh dan pekerja di industri makanan terus berjuang untuk mendapatkan upah dan kondisi kerja yang layak. Di Zimbabwe, General Agricultural and Plantation Workers Union of Zimbabwe (GAPWUZ), membantu pekerja dan melindungi mereka dari kecurangan. Di AS, Coalition of Immokalee Workers berhasil meyakinkan Trader Joe’s dan Chipotle untuk membayar upah yang lebih layak kepada buruh pemetik tomat.

10. Petani Itu Penting!: Petani tidak hanya bertani, mereka juga adalah pelaku bisnis, penjaga lahan, pendidik yang membagi pengetahuan mereka kepada komunitas. Slow Food International saat ini tengah bekerja sama dengan petani di seluruh dunia untuk menyadarkan peran penting mereka dalam melindungi keanekaragaman hayati dan budaya. Kita juga bisa melakukan hal yang sama.

11. Peran Pemerintah Juga Penting: Negara harus menciptakan kebijakan yang mendorong ketersediaan pangan yang aman, sehat dan terjangkau bagi masyarakat. Di Ghana dan Brasil, aksi pemerintah, program pangan nasional di sekolah-sekolah dan dukungan terhadap produksi pertanian yang berkelanjutan berhasil mengurangi jumlah penduduk yang kelaparan.

12. Mengubah Pola Pikir: Pemerintah, LSM dan donor harus lebih berfokus pada peningkatan nutrisi dan perlindungan terhadap alam ketimbang pada peningkatan produktivitas dan hasil panen. Mengubah kerangka berpikir dengan lebih fokus pada kualitas bisa memerbaiki kesehatan masyarakat, lingkungan serta ekonomi mereka.

13. Memerbaiki Sistem Pangan yang Rusak: Pertanian bisa menjadi solusi masalah-masalah besar dunia, seperti pengangguran, obesitas dan perubahan iklim. Diperlukan lebih banyak inovasi dan ini hanya bisa terwujud dengan bantuan penelitian, investasi dan pendanaan.

Sebagai penutup Danielle dan Ellen percaya bahwa 13 aksi ini bisa kita wujudkan bersama-sama. Selamat menyambut tahun baru 2013. Terus beraksi untuk bumi. Mari bersama selesaikan masalah lingkungan dan kemanusiaan,

Redaksi Hijauku.com