Pekerja di perusahaan ramah lingkungan lebih produktif dibanding pekerja perusahaan konvensional.

Hal ini terungkap dalam berita yang dirilis oleh University of California (UCLA) minggu lalu (10/9).

Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan dari UCLA ini mengungkapkan, perusahaan yang secara sukarela mengadopsi praktik dan standar “hijau”, memiliki pekerja yang 16% lebih produktif dibanding perusahaan biasa.

Professor Magali Delmas, ahli ekonomi lingkungan dari Institute of the Environment and Sustainability milik UCLA dan UCLA Anderson School of Management, serta Sanja Pekovic dari University Paris–Dauphine, Prancis menjadi tim pertama yang meneliti dampak komitmen perusahaan terhadap lingkungan terhadap produktifitas. Penemuan mereka telah diterbitkan dalam “Journal of Organizational Behavior”.

Menurut Delmas, menerapkan praktik “hijau” tidak hanya baik bagi lingkungan namun juga baik bagi pekerja dan perusahaan. Pekerja di perusahaan yang ramah lingkungan memiliki motivasi yang lebih besar, memeroleh lebih banyak pelatihan serta memiliki hubungan antar pegawai yang lebih baik. Ketiga kombinasi tersebut menjadikan pekerja lebih produktif dibanding mereka yang bekerja di perusahaan konvensional.

Dalam penelitian yang berjudul “Environmental Standards and Labor Productivity: Understanding the Mechanisms That Sustain Sustainability” ini, Delmas dan Pekovic mengumpulkan data dari 5.220 perusahaan Prancis, melibatkan lebih dari 10.000 pegawai yang dipilih secara acak.

Perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang secara sukarela menerapkan standar dan label lingkungan internasional seperti “fair trade” dan “organik” atau sertifikasi ISO 14001 dari International Organization for Standardization. Perusahaan-perusahaan ini adalah perusahaan yang dikategorikan sebagai perusahaan ramah lingkungan.

“Perusahaan ramah lingkungan memiliki pekerja yang 16% lebih produktif dibanding pekerja di perusahaan konvensional,” ujar Delmas. “Pekerja di perusahaan hijau juga lebih banyak berinteraksi dengan rekan sekerja mereka dan mendapatkan lebih banyak pelatihan dibanding kolega mereka di perusahaan lain.”

Perbedaan produktifitas antara perusahaan hijau dan perusahaan konvensional tersebut menurut para peneliti sangat besar. “Ini di luar dugaan kami sebelumnya,” tutur para peneliti.

Kedua peneliti juga sepakat bahwa sertifikasi hijau harus digunakan oleh para manajer untuk meningkatkan produktifitas. Bagi calon pegawai, sertifikasi hijau ini bisa menjadi tanda kondisi lingkungan kerja yang lebih baik. Sementara bagi investor, sertifikasi ini adalah tanda bahwa perusahaan telah melakukan tata kelola perusahaan yang baik.

Penelitian sebelumnya telah mengungkap hubungan antara praktik bisnis yang berkelanjutan dengan efisiensi biaya. Namun Delmas dan Pekovic adalah tim peneliti pertama yang menemukan hubungan antara praktik hijau perusahaan dengan produktivitas.

Redaksi Hijauku.com