Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ciptakan kebijakan baru guna mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Menurut Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, insentif yang akan diberikan diantaranya adalah dengan menaikkan harga EBT dan pembebasan pajak untuk kegiatan eksplorasi, sebagaimana dikutip berita resmi Kementrian ESDM hari ini.

Pemerintah juga mengeluarkan dua Peraturan Menteri ESDM terkait pengembangan EBT yaitu Peraturan Menteri ESDM No.18 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri ESDM No.04 Tahun 2012.

Peraturan Menteri ESDM No.18 Tahun 2012 memberikan pedoman penyelenggaraan kegiatan usaha panas bumi, sementara Peraturan Menteri ESDM No.04 Tahun 2012 mengatur harga pembelian tenaga listrik oleh PT PLN (Persero) dari pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan skala kecil dan menengah atau kelebihan tenaga listrik.

Kebijakan ini bernama feed-in tariff (FIT). Feed in tarif adalah patokan pembelian harga energi berdasarkan biaya produksi energi baru dan terbarukan.

Sejumlah peraturan FIT yang telah dikeluarkan adalah: FIT untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar (PLT Panas Bumi) sebesar maksimal $9,7/kWh menjadi $ 10-18,5 ¢/kWh. FIT untuk PLT Surya Fotovoltaik yang berkisar antara US$ 25 – 30 ¢/kWh dan PLT Sampah Kota naik dari Rp. 850-1398/kWh menjadi Rp. 1.250 – 1.798/kWh.

Kebijakan FIT yang tengah dibahas terkait dengan PLT Mini dan Mikro Hidro yang naik dari Rp. 656/kWh menjadi Rp. 975 – 1.050/kWh dan PLT Bayu berkisar antara Rp. 1.250 – 1.810/kWh. “Mari kita berlomba-lomba terjun di energi baru dan terbarukan termasuk konservasi energi,” ujar Jero Wacik.

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan akan terus dioptimalkan pemerintah selain karena alasan penghematan anggaran negara juga alasan ketahanan energi (energy security).

Dalam Peraturan Presiden Nomor 05 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) mengamanatkan target pemanfaatan Energi Bersih dan Terbarukan (EBT) sebesar 17% dari total Bauran Energi Nasional (BEN) pada tahun 2025.

Target ini akan diperbaharui melalui penetapan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang telah disiapkan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) dengan jumlah target pemanfaatan EBT ditetapkan sebesar 25,9% dari jumlah BEN di tahun 2025.

Redaksi Hijauku.com / Situs ESDM