Walaupun terlihat sederhana, beberapa aksi hijau ini mampu membawa perubahan besar bagi lingkungan. Saatnya bagi Anda untuk beraksi.
1. Menghindari Sampah dan Melakukan Daur Ulang
Tahukah Anda? Untuk memroduksi satu kaleng minuman ringan, diperlukan 70 kaleng bekas hasil daur ulang. Beruntung jika kaleng yang Anda buang itu diambil oleh pengepul, tingkat daur ulang di sejumlah negara, termasuk Indonesia, masih sangat rendah.
Untuk mengurangi sampah, belilah produk yang bisa didaur ulang dan semaksimal mungkin usahakan untuk mendaurulangnya. Menurut laporan situs The Daily Green, energi untuk mendaur ulang satu kaleng bekas bisa dipakai menghidupkan televisi selama tiga jam! Jika lingkungan sekitar Anda tidak memiliki fasilitas daur ulang, kumpulkan secara mandiri kaleng dan kertas bekas Anda, kemudian serahkan ke pemulung atau pengepul.
2. Berhenti menggunakan kantong plastik dan kantong kertas
Menggunakan kantung kertas atau kantong plastik saat Anda berbelanja, sama-sama bukan pilihan yang bijak. Simak data berikut ini: Amerika Serikat menghabiskan 12 juta barel minyak setiap tahun untuk memroduksi 88,5 miliar kantong plastik untuk kebutuhan konsumen. Sementara energi untuk memroduksi kantong kertas, empat kali lipat lebih banyak dibanding energi untuk memroduksi kantong plastik.
Pilihan terbaik adalah menggunakan tas yang bisa dipakai ulang. Letakkan beberapa tas pakai ulang di dapur dan mobil Anda sekarang juga agar Anda selalu siap menggunakannya saat akan berbelanja. Jika Anda lupa membawa tas pakai ulang, pastikan Anda mendaur ulang kantong plastik atau kantong kertas yang Anda peroleh dari pusat perbelanjaan.
3. Berhenti Membeli Minuman dalam Botol Plastik
Sama seperti minuman kaleng, untuk memroduksi satu botol air mineral berukuran satu liter dibutuhkan 26 botol plastik bekas berukuran yang sama. Jangan sia-siakan uang Anda untuk membeli minuman yang mencemari lingkungan. Belilah botol minuman yang bisa dipakai ulang yang terbuat dari baja tahan karat atau alumunium yang lebih awet dan aman bagi kesehatan.
Jika terpaksa memilih minuman dalam botol plastik, pilih botol plastik yang aman dengan nomor kode 1, 2, 4 atau 5 di bawahnya. Botol plastik dengan nomor kode 3, 6 dan 7 membahayakan kesehatan.
4. Berhenti Mengambil dan Berlangganan Katalog.
Di setiap supermarket, Anda pasti akan memeroleh katalog belanja. Hal yang sama terjadi jika Anda menjadi nasabah di salah satu bank. Anda akan menerima kertas promosi dan laporan bulanan melalui pos. Tahun lalu, lebih dari 19 miliar katalog dikirim ke konsumen Amerika. Diperlukan lebih dari 53 juta pohon dan 56 miliar galon air limbah untuk memroduksi kertas-kertas yang akhirnya terbuang ini.
Aksi yang bisa Anda lakukan: berhenti berlangganan dan mengambil katalog yang tidak perlu. Cek laporan keuangan Anda melalui internet. Minta bank atau perusahaan lain untuk berhenti mengirimkan promosi atau katalog ke alamat Anda. Dengan begitu, Anda bisa menyelamatkan pohon yang berfungsi sebagai alat penyerap polusi udara sekaligus mengurangi efek negatif pemanasan global.
5. Cek Kebocoran di Toilet
Di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun, satu dari lima toilet terindikasi bocor. Kebocoran ini seringkali tidak disadari sehingga air yang terbuang bisa mencapai 30-500 galon (113-1,9 juta liter) setiap hari! Cek toilet Anda, pastikan toilet itu tidak bocor untuk mengurangi air yang terbuang percuma. Cara paling mudah, campurkan pewarna di dalam penampungan air Anda, cek kembali setelah 15 menit untuk melihat apakah air dalam penampungan berkurang. Anda bisa memerbaiki sendiri kebocoran itu. Kerusakan biasanya terjadi pada karet pipa yang sudah aus atau pemasangannya yang kurang sempurna.
6. Mengurangi Pemakaian Tisu Toilet
Jika setiap keluarga di Amerika Serikat hanya menggunakan empat kotak tisu yang masing-masing berisi 260 lembar tisu dari kertas daur ulang, mereka bisa mengurangi 60.600 pound (30.200 kg) polusi chlorine yang dipakai untuk memutihkan serat kertas. Mereka juga bisa menghemat 356 juta galon (1,35 miliar liter) air bersih dan menyelamatkan lebih dari 1 juta pohon. Hijauku pernah menurunkan laporan mengenai tisu toilet yang tidak ramah lingkungan (berdasarkan laporan WWF) di sini.
7. Menjaga Suhu Kulkas atau Lemari Pendingin
Kulkas atau lemari pendingin bertanggung jawab atas 10-15% biaya listrik yang kita keluarkan setiap bulan. Jaga suhu lemari pendingin Anda pada kisaran 38-42 derajat F (3,3-5,5 derajat celcius). Suhu ini adalah suhu ideal untuk mengawetkan bahan makanan sekaligus menghemat listrik. Bersihkan pipa kondenser yang terletak di belakang lemari pendingin Anda dua kali dalam setahun dari kotoran dan debu, agar kulkas tetap berfungsi optimal.
8. Naikkan Suhu AC Anda 2 Derajat
Jangan membiasakan memasang suhu pendingin ruangan terlalu rendah, naikkan 2 derajat dari yang biasa Anda gunakan. Anda akan bisa mengurangi biaya listrik sekaligus membantu mengurangi polusi yang menyebabkan pemanasan global.
9. Berhenti Menggunakan Jasa “Dry Cleaning”
Hampir semua perusahaan dry cleaners menggunakan bahan kimia bernama perchloroethylene (Perc/TCE) yang memicu kanker. Jejak bahan kimia ini akan menguap dari pakaian Anda baik saat Anda di rumah atau di mobil. Jika Anda menggunakan layanan dry cleaner tradisional, keluarkan pakaian yang telah dibersihkan dari plastik dan jemur di luar rumah sebelum memasukkannya ke lemari Anda. Untuk menghindari dry cleaning, Anda juga bisa memilih bahan pakaian yang tidak perlu menggunakan jasa dry cleaning untuk membersihkannya.
10. Mengurangi dan Menghemat Bahan Bakar
Harga bahan bakar minyak (BBM) semakin mahal. Hemat pemakaian bahan bakar dengan cara mudah: selalu periksa tekanan angin ban Anda. Lebih dari seperempat pemborosan BBM di mobil SUV, van dan pickup di AS disebabkan oleh kondisi tekanan angin ban yang tidak pas. Jika saja penduduk Amerika Serikat menjaga tekanan angin ban sesuai ketentuan, mereka bisa menghemat 2,8 miliar galon (10,6 miliar liter) bensin setiap tahun serta membantu mengurangi polusi penyebab pemanasan global. Jadi, silahkan cek tekanan angin ban minimal sebulan sekali.
Redaksi Hijauku.com
Mantab gan ..GO Green Buat Bumi kita
Nice article. Aksi nyata seperti ini jauh lebih konkrit & efektif ketimbang hype earth hour yg bagus di awareness tp sama sekali gak efektif.
Terima kasih Deva, aksi hijau apapun itu harus dimulai dari yang sederhana. Tren dunia bisa kita jadikan pelajaran untuk menerapkan langkah-langkah praktis menyelamatkan lingkungan.
10 Aksi Hijau yang Absurd…
1. Menghindari Sampah dan Melakukan Daur Ulang —> minum dari kaleng? Orang bule kali ya.. berapa persen sih orang Indonesia yang minum dari kaleng tin? kaleng bekas jelas jarang. Kita nyruput teh panas legi kenthel, es jeruk, teh tarik, semuanya fresh in the glass.. Indonesia adalah negerinya recycle.. makanan kita pun tidak ada yang terbuang tanpa direcylce oleh ibu-ibu kita… buang makan itu pamali Den..
2. Berhenti menggunakan kantong plastik dan kantong kertas —> kita mah nurut aja diajarin ama tuan-tuan toko besar dari Carrefour, Wall Mart, .. emak saya sih biasa ngajarin pakai keranjang juga.
3. Berhenti Membeli Minuman dalam Botol Plastik —> ya Bismillah beli air es dari gelas, mudah-mudahan higienis dan enggak dicampurin air ledeng.
4. Berhenti Mengambil dan Berlangganan Katalog. —> catalog? Emang ada di Indonesia? Buat yang privileged members atau gold members aja kali yang dapet kiriman beginian. Kami mah enggak ada yang ngirimin yang beginian.
5. Cek Kebocoran di Toilet —> enggak pernah bocor Gan. Wong kita pakai system guyur… atau plung laps.. 🙂
6. Mengurangi Pemakaian Tisu Toilet —> yang bener ahh, kertas tisu sih buat muka… entahkah kalau para tuan-tuan dan nyonya-nyonya bule yang boros itu.
7. Menjaga Suhu Kulkas atau Lemari Pendingin —> kulkasnya siapa Gan? Di Indonesia cuma 60 penduduk yang punya listrik. Dari yang 60% itu aja berapa yang kuat beli kulkas, kuat belinya, kuat bayar listriknya.
8. Naikkan Suhu AC Anda 2 Derajat —> rumah juragan kali pakai AC ya. Rumah kami-kami mah pakai angin doang. Buka jendela lebar-lebar beres.
9. Berhenti Menggunakan Jasa “Dry Cleaning” —> nyuci ke laundry aja enggak pernah. Apaan tuh “Dry Cleaning”
10. Mengurangi dan Menghemat Bahan Bakar —> SUV? You must be kidding, hari-hari aja berdesakan di Bis kota dan KRL (Kereta LISTRIK !!! lho… green!)
PS: Jangan-jangan ini nerjemahin pesan untuk orang bule di Inggris atau Amerika sono. Jangan tersinggung ya… insyaAllah kita-kita udah Greener ketimbang tuan Gore…
woow, pesimis sekali tanggapan Mr. Agus S Djamil. coba cek lagi apa benar kita sudah hidup dengan bersih dan lebih hijau dari pada para bule itu?
10 Aksi Hijau
1. Menghindari Sampah dan Melakukan Daur Ulang —> yakin semua fresh? nggak dari kemasan2 kecil yang bisa diketeng di warung kopi? kita yang minum, tapi bungkusnya apa kita yang ngurusin juga? kan itu kita yang bayar.
alhamdulillah sudah ada loh ibu2 yang beli kopi ketengan macam begitu dan ngumpulinnya jadi barang berguna dan berdaya jual tinggi. aku punya tas dari anyaman bungkus kopi. itu kan para ibu2 yang rajin and sadar diri, bangaimana dengan anda, Mr. Agus S Djamil?
2. Berhenti menggunakan kantong plastik dan kantong kertas —> yakin lo masih mau nenteng keranjang ke pasar? kalau abis beli makanan dari warteg gimana? bawa martabak u ntuk calon mertua pake apa? kalu di eropa sono mereka dah biasa pake tas dari kain balcu kalu belanja ke carefour, etc. atau ente biasa bawa sendiri kantong plastik dari rumah ye, kaya nenek ane. dia keluarin tuh plastik waktu mbak2 dari toserba mau masukin belanjaannya.
3. Berhenti Membeli Minuman dalam Botol Plastik —> bayangin aja isi air dalam gelas lebih sedikit dari isi dalam botol. siape dong yang bikin sampah lebih banyak? minum pake gelas atawa pake botol? tuh gelas abis diminum airnya gelasnya dikemanani?
4. Berhenti Mengambil dan Berlangganan Katalog. —> catalog? Emang ada di Indonesia? Buat yang privileged members atau gold members aja kali yang dapet kiriman beginian. Kami mah enggak ada yang ngirimin yang beginian.
5. Cek Kebocoran di Toilet —> berarti abang nih pake pompa ya? yang ditarik gitu, trus airnye ngalir masuk langsung ke bak mandi. persis tuh kaya rumah ane di kampung ciamis sono. itu pasti gak akan bocor man. tapi kalu pake PAM atau pake jet pump, sanyo, dan sodara sejenisnya pan dianterin ke ujung ledengnye pake pipa bang. pasti gak ada yang bocor ya? hebat tuh! perlu dicek lagi? atau dah biarin aja?
6. Mengurangi Pemakaian Tisu Toilet —> ih ya kita gak pake tisu toilet, tapi kalu lagi bersih-bersih abis poop or pee pake air segentong gak? kalu jawabannya nggak, hebat dong abang kite ini!
7. Menjaga Suhu Kulkas atau Lemari Pendingin —> kulkas emang gak punya, tapi minta es teh manis bisa hampir tiap hari. sama aje bang! gakada demand ya gak suplay. yang bener jangan pernah minta es sekalian.
8. Naikkan Suhu AC Anda 2 Derajat —> yang satu ini hebat dah abang kita. tapikantor ente pake gak nih? ingetin juga sang bos. berani kan bilanginnye? pan pahlawan hijau.
9. Berhenti Menggunakan Jasa “Dry Cleaning” —> masih nyuci pake tangan ye? make deterjen pastiin juga deh yang ramah lingkungan
10. Mengurangi dan Menghemat Bahan Bakar —> naik KRL and bis pilhan atau emang lagi kere? ntar kalu dapat rejeki nomplok SUV diambil gak tuh hadiah? lumayan buat ngajak yayang jalan2.
PS: biarin aja dah ini terjemahan. yang penting abang jangan tersinggung ya… moga bener nih tulisan “insyaAllah kita-kita udah Greener ketimbang tuan Gore…”
Terima kasih komentar rekan-rekan semua, benar beberapa poin dari artikel ini memang diambil dari tulisan di The Daily Green seperti yang sudah disebutkan, namun tentu saja yang kami ambil adalah semangatnya.
Semua poin yang kami sampaikan sangat relevan, seperti katalog yang bahkan saat ini banyak diproduksi oleh minimarket dan disebar ke masyarakat sekitar ke perumahan penduduk, door to door.
Masih banyak katalog produk yang juga dicetak untuk kepentingan promosi di supermarket maupun hipermarket. Semua katalog ini terbuang percuma.
Demikian juga mengenai tisu, tidak terbatas pada tisu toilet semua keluarga pasti menyediakan tisu di rumah.
Khusus mengenai tisu toilet kami pernah menurunkan laporan betapa pola konsumsi tisu di AS merusak hutan alami di Indonesia, data-data yang kita gunakan berasal dari laporan WWF dan sebagaimana etis pemberitaan media kami pun menyebutkan sumbernya.
Demikian juga mengenai dry cleaning sejak 10 tahun yang lalu berbagai layanan dry cleaning mulai menjamur, bahkan layanan ini mulai merambah kawasan kampus dan pusat pendidikan oleh pemain-pemain kecil yang dalam praktiknya menggunakan bahan kimia berbahaya.
Banyak hal positif yang kita bisa ambil dari tren di negara maju, paling tidak kita bisa waspada untuk tidak ikut melakukannya. Semoga bermanfaat.
Redaksi Hijauku.com
Ha..ha..pak Agus merendah, fenomena ini kalau mau jujur sudah banyak ditemui di Indonesia, bahkan untuk pemakaian tisu pun Indonesia terlibat sebagai produsennya. 😀
inilah yang harus ditiru anak anak sekarang…..bukanya banyak in tempat wisata,tapi pemerintah harus juga mempunyai tempat untuk mendaur ulang di setiap daerah…jangan hanya mencanangkan doank…..!! Ayo para Mahasiswa,buatkanlah ide2 kreatif mu….
izin share website ini yaa!
isinya inspiratif dan membuka mata banget untuk jaga lingkungan! \m/