Oleh: Andi Rohman Kurniadi *

Integrated Area Development (IAD) Sintang Lestari, acara kali ini digagas oleh Pemda Kabupaten Sintang , di fasilitasi Forest Investment Project (FIP-1 ADB) pada tanggal 21 Maret 2023 di ruang meeting Kantor BAPEDA Kabupaten Sintang – Propinsi Kalimantan Barat. Rapat Konsolidasi tim perumus ini merupakan sebuah acara rapat konsolidasi Multistakeholder/Pentahelik (Pemerintah, CSO. Swasta, Perguruan Tinggi dan Media) sebagai tindak lanjut dari Lokakarya Sosialisasi IAD berbasis Perhutanan Sosial yang diselenggaran Februari lalu.

Jargon Humanature dan Environment Sustainability mulai diusung dalam diskusi melalui alternatif model bisnis kanvas yang berorientasi membangun pemerataan ekonomi masyarakat melalui spirit kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya kawasan hutan lestari sebagai solusi strategis dalam menjaga keberlanjutan manfaat kawasan dan tata kelola hasil hutan.

Integrated business system yang dibangun akan mengkoneksikan kluster business ekowisata, industri pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu/HHBK (biji tengkawang), Agroforestry, Supply pasok fast growing trees species (kayu balsa) dan industri inkubator albumin ikan, secara komprehensif menjadi tantangan tersendiri.

Pengelolaan kawasan perhutanan sosial sebagai pondasi dalam rancang bangun pengembangan multi business system perlu dirajut secara sinergis, bijak dan hati-hati. Sehingga pemerataan ekonomi bagi masyarakat tetap menjamin kelestarian usaha, kondisi kawasan serta dampak terhadap lingkungannya.

Pendekatan secangkir kopi juga mewarnai proses diskusi yang hangat sekaligus memberikan inspirasi dalam membangun kolaborasi strategis dengan spirit “Dari Alam untuk Manusia bagi Keberlanjutam Alam itu Sendiri”. Selamat sukses buat Pemda Kabupaten Sintang dan Para pihak yang telah menggagas Masa depan Perhutanan Sosial di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sintang menjadi lebih bermakna bagi Pembangunan Daerah dan masyarakatnya.

–##–

* Andi Rohman Kurniadi adalah Pegiat Pemberdaya Masyarakat dan Perhutanan Sosial.