Tahun 2020 yang akan segera berakhir menempati posisi di tiga besar tahun terpanas dunia. Hal ini terungkap dari analisis Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) yang juga telah menetapkan enam tahun terakhir sebagai yang tahun-tahun terpanas dunia.
WMO akan melaporkan data temperatur final pada bulan Januari 2021. Lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa ini akan mengeluarkan data suhu gabungan untuk tahun 2020 yang diambil dari lima sumber data suhu global.
Laporan ini akan menjadi bagian dari laporan akhir kondisi iklim tahun 2020, yang akan diterbitkan Maret 2021. Laporan tersebut akan menjabarkan secara detil dampak dari krisis perubahan iklim selama tahun 2020.
Hingga saat ini, kelima kumpulan data untuk 10 bulan pertama tahun 2020 telah menempatkan 2020 – yang akan segera berakhir – sebagai tahun terpanas kedua di bawah tahun 2016 yang menempati posisi pertama dan di atas tahun 2019 yang menempati posisi ketiga.
Data pemeringkatan dan peningkatan suhu ini dihitung berdasarkan laporan bulanan dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa, Lembaga Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), Amerika Serikat, Institut Studi Luar Angkasa Goddard, NASA dan Badan Meteorologi Jepang.
Kelima sumber tersebut telah menempatkan November tahun ini sebagai bulan terpanas atau bulan terpanas kedua sepanjang pencatatan berlangsung.
WMO menyatakan, perbedaan suhu antara tiga tahun terpanas yaitu 2016, 2020 dan 2019, sangat kecil sehingga peringkat yang tepat untuk setiap sumber data dapat berubah begitu data temperatur untuk sepanjang tahun tersedia.
Tren yang berbahaya
Menurut WMO, pemeringkatan suhu tahunan sebenarnya tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah melihat tren kenaikan suhu setiap sepuluh tahun terakhir yang kian menunjukkan indikasi yang berbahaya.
Sejak tahun 1980-an, suhu rata-rata setiap dekade selalu tercatat lebih panas dibanding dekade-dekade sebelumnya. Hal tersebut karena konsentrasi polusi gas rumah kaca yang memerangkap panas matahari di atmosfer, terus naik dan mencetak rekor baru – kini melampaui 410 PPM (parts per million). Tren pemanasan global ini diperkirakan akan terus berlanjut.
Polusi gas rumah kaca, khususnya, karbon dioksida, akan terus mendorong kenaikan suhu bumi di masa depan karena bersifat jangka panjang – tetap berada di atmosfer selama beberapa dekade.
Menurut Global Annual to Decadal Climate Update dari WMO, ada 20% kemungkinan bahwa suhu rata-rata global akan melebihi 1,5 ° C untuk sementara waktu pada tahun 2024.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment