Kebakaran Hutan - Greenpeace IndonesiaKebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia tahun lalu (2015) memicu 100.300 kematian prematur. Hal ini terungkap dari hasil penelitian Universitas Harvard dan Universitas Columbia yang dirilis oleh Greenpeace Indonesia Senin, 19 September. Dari jumlah 100.300 kematian prematur tersebut, sebagian besar terjadi di Indonesia (mencabut 91.600 nyawa) disusul Malaysia (6500 jiwa) & Singapura (2200 jiwa).

Jumlah kematian akibat bencana asap akibat kebakaran hutan & lahan gambut di Indonesia ini jauh melampaui jumlah kematian yang disampaikan dalam pernyataan resmi pemerintah yaitu hanya 19 jiwa.

Juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Yuyun Indradi, dalam siaran pers Greenpeace Indonesia menyatakan, tahun lalu, 43 juta jiwa terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut.

Sebanyak 500.000 jiwa juga terkena gangguan penyakit pernafasan akibat bencana asap yg dipicu oleh kebakaran hutan & gambut. Tahun ini kebakaran hutan & lahan gambut kembali terjadi. Greenpeace Indonesia menyatakan, kegagalan mengatasinya akan menjadi kejahatan bagi kemanusiaan Pemerintah & perusahaan menurut Greenpeace Indonesia harus melakukan aksi nyata menghentikan penebangan hutan & pengeringan gambut untuk perkebunan.

Redaksi Hijauku.com