Independence Day in Costa Rica - Bruce Thomson - FlickrNegara paling bahagia ternyata juga negara yang paling ramah lingkungan.

Kosta Rika memuncaki peringkat Happy Planet Index dan menjadi negara paling bahagia di dunia. Peringkat HPI ini berbeda dengan peringkat kesejahteraan dan pendapatan yang sering digunakan saat ini. Tidak hanya soal ekonomi, HPI mengukur kualitas hidup yang berkelanjutan.

Saat ini, banyak negara yang kaya tapi penduduknya tidak bahagia, penuh masalah lingkungan dan sosial. Untuk itu, Nic Marks, pencetus Happy Planet Index, mengatakan dunia perlu patokan yang lain selain kekayaan dan pendapatan per kapita. Peringkat HPI menunjukkan bagaimana sebuah negara bisa menciptakan kehidupan yang bahagia, panjang umur, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Inilah yang menjadi alasan mengapa negara-negara barat tak masuk dalam 10 besar peringkat HPI. Alih-alih, negara-negara di Amerika Latin dan Asia Pasifik memimpin peringkat ini. Merekalah negara-negara yang memiliki harapan hidup yang tinggi dan jejak ekologis yang rendah.

Happy Planet Index memberikan panduan kepada negara-negara di dunia, bagaimana menciptakan kehidupan masyarakat yang bahagia tanpa mengorbankan lingkungan. HPI menggabungkan empat elemen guna mengukur efisiensi negara menggunakan sumber daya alam guna menciptakan kehidupan yang panjang umur dan bahagia.

Elemen pertama adalah ukuran kualitas hidup (wellbeing) yang dinilai dari apa yang dirasakan masyarakat terkait kondisi kehidupan mereka dalam skala 1 hingga 10. Data ini dikumpulkan bersama Gallup World Poll. Elemen kedua adalah tingkat harapan hidup, yang diukur berdasarkan umur rata-rata di setiap negara, berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Elemen ketiga adalah ketimpangan hasil yang membandingkan tingkat harapan hidup dan kualitas hidup yang dirasakan masyarakat yang diukur dalam bentuk persentase. Dan elemen keempat adalah jejak ekologis yang mengukur dampak gaya hidup setiap penduduk di sebuah negara terhadap lingkungan. Data ini disiapkan oleh Global Footprint Network.

Kesepuluh negara yang masuk peringkat 10 besar adalah: 1. Kosta Rika, 2. Meksiko, 3. Kolombia, 4. Vanuatu, 5. Vietnam, 6. Panama, 7. Nikaragua, 8. Bangladesh, 9. Thailand dan 10. Ekuador. Indonesia menempati urutan ke-16 dari 140 negara yang diperingkatkan.

Negara maju di Amerika Utara seperti Amerika Serikat menempati urutan ke-108 di bawah Lithuania dan Oman. Kanada menempati urutan ke-85. Sementara negara-negara Eropa berhasil meraih peringkat yang relatif lebih baik. Perancis berada di urutan ke-44. Inggris urutan ke-34, Finlandia ke-37, Denmark ke-32, Spanyol ke-15 dan Norwegia ke-12.

Menurut HPI, penduduk Kosta Rika, memiliki kualitas hidup dan harapan hidup yang lebih tinggi dibanding penduduk di negara-negara kaya seperti Amerika Serikat dan Inggris. Jejak ekologis penduduk Kosta Rika hanya sepertiga penduduk Amerika Serikat. Kosta Rika adalah pemimpin upaya perlindungan lingkungan dunia. Sebanyak 99% energi listrik di Kosta Rika bersumber dari energi terbarukan. Pemerintah Kosta Rika berkomitmen untuk mencapai kondisi nol emisi (carbon neutral) pada 2021.

Sejak membubarkan angkatan bersenjata mereka pada 1949, Kosta Rika mengalihkan anggaran militernya ke sektor pendidikan, kesehatan dan jaminan pensiun. Rasa sosial, budaya dan kekeluargaan yang tinggi di Kosta Rika juga menyumbang kualitas hidup warganya.

Namun, menurut HPI, Kosta Rika masih memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Kosta Rika masih bisa memerbaiki sistem perpajakan yang tertinggal yang memicu tingginya kesenjangan pendapatan warganya dan meningkatkan komitmen mereka menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan. Jika Kosta Rika bisa, mengapa Indonesia tidak?

Redaksi Hijauku.com