Pemulihan ekonomi pasca konflik, menjadi kunci terciptanya perdamaian. Pemulihan ekonomi ini bisa dilakukan dengan membantu masyarakat memeroleh penghasilan dan lapangan kerja berbasis sumber daya alam (SDA).
Hal ini terungkap dalam buku baru berjudul “Livelihoods, Natural Resources, and Post-Conflict Peacebuilding,” yang diterbitkan oleh Environmental Law Institute (ELI), Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Universitas Tokyo, Universitas McGill dan Universitas Tufts, Jumat, 3 April 2015.
Melalui pengelolaan ekonomi berbasis sumber daya alam, wilayah yang telah mengalami konflik bersenjata memiliki kesempatan untuk mewujudkan keamanan pangan, menciptakan lapangan kerja dan menyatukan kembali pihak-phak yang bertikai.
Penelitian yang diedit oleh Helen Young, profesor di Friedman School of Nutrition Science and Policy, Universitas Tufts dan Lisa Goldman, jaksa senior di ELI ini menggabungkan keahlian para praktisi, peneliti dan aktifis perdamaian paska konflik dari seluruh dunia.
Dalam buku ini Anda bisa menemukan 18 studi kasus di 16 negara yang terlibat konflik di
Afrika, Asia, Eropa, Amerika dan Timur Tengah. Bersama-sama, buku ini merangkum teori perubahan paska konflik, yang menggarisbawahi pentingnya intervensi guna menciptakan penghasilan dan lapangan kerja melalui sistem tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
Kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam yang bisa diciptakan paska konflik bersenjata meliputi pembangunan di bidang pertanian, pengaturan kepemilikan lahan, peternakan, perikanan, tata kelola wilayah pesisir, tata kelola hutan, tata kelola wilayah yang dilindungi, ekowisata disertai aksi pelucutan senjata, reintegrasi dan demobilisasi (penurunan status atau pembebasan tugas tentara atau angkatan bersenjata).
Setiap wilayah memiliki pendekatan berbeda. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana
menciptakan keseimbangan, prioritas, intervensi dan reformasi sesuai dengan kebutuhan
masyarakat.
Pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan perlu dilaksanakan guna menjamin akses rakyat miskin dan terpinggirkan terhadap sumber daya alam. Strategi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan ini juga harus dimasukkan dalam rencana pembangunan nasional guna menjamin meratanya distribusi manfaat pembangunan.
Redaksi Hijauku.com
[…] perjalanan itu Angelique yang lebih akrab disapa Like belajar tentang bagaimana tata Kelola perdamaian, karena perbedaan adalah anugerah. Kita semua disatukan dalam keberagaman bukan hanya berbeda agama […]