The Garbage StateKamis, 11 April 2013. Sebuah negara baru dideklarasikan. Luas total negara baru ini mencapai 15,9 juta km2. Mulanya tidak ada yang mau mengakui negara ini. Semua orang malu atas keberadaannya. Banyak negara turut bertanggung jawab dalam mewujudkannya. Namun tabir itu akhirnya terbuka. Negara itu bernama Negara Sampah. Dalam bahasa aslinya dikenal dengan nama The Garbage Patch State.

Negara Sampah memiliki lima pulau yang mengambang di atas tiga samudra di lima penjuru dunia. Di samudra Pasifik terdapat dua pulau negara ini bernama Pulau Sampah Timur (Eastern Garbage Patch) dan Pulau Sampah Barat (Western Garbage Patch). Luasnya mencapai 8,1 juta km2 dan 715.520 km2.

Di samudra Atlantik, ada Pulau Sampah Atlantik Utara (North Atlantic Garbage Patch) dan Pulau Sampah Atlantik Selatan (South Atlantic Garbage Patch). Luasnya mencapai 3,623 juta km2 dan 1,3 juta km2. Sementara di samudra Hindia, ada Pulau Sampah Hindia (Indian Garbage Path) dengan luas mencapai 2,2 juta km2.

Semua wilayah dari Negara Sampah ini terbangun atas sampah atau barang-barang yang tidak kita gunakan lagi yang kita buang sembarangan. Misal dari botol yang hanya sekali kita gunakan lalu kita buang, korek api yang terserak di jalanan, hingga sandal karet yang kita tinggalkan di bibir pantai.

Menurut data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, kerugian akibat akumulasi sampah di laut dan di samudra kini mencapai $13 miliar. Kerugian tersebut meliputi kerusakan habitat dan kehidupan laut yang bisa berdampak besar pada aspek sosial, ekonomi bahkan budaya masyarakat.

Perlu waktu 60 tahun untuk menciptakan Negara Sampah ini. Kini geografi bumi telah berubah. Pada hari Kamis, setahun yang lalu, negara federal baru diproklamasikan. Negara itu bernama Negara Sampah!

Redaksi Hijauku.com