Bottles in a trash can - Wikimedia CommonsBotol, kantong plastik, jaring ikan dan sampah-sampah lain hasil aktivitas manusia mencemari dasar samudra hingga kedalaman ribuan meter dari permukaan laut.

Temuan ini terungkap dari hasil penelitian skala besar di wilayah Mediterania hingga dasar pegunungan bawah laut di Samudra Atlantik yang letaknya 2000 kilometer dari daratan.

Sampah menjadi masalah besar di lautan karena bisa disalahdugakan sebagai makanan dan dikonsumsi oleh binatang laut. Sampah juga bisa menjerat terumbu karang atau membunuh ikan – proses yang dikenal dengan nama “ghost fishing”.

Penelitian internasional yang melibatkan 15 organisasi dari seluruh penjuru Eropa ini dipimpin oleh University of the Azores bekerja sama dengan Mapping the Deep Project yang dipimpin oleh Plymouth University, HERMIONE Project yang didanai oleh Uni Eropa dan dikoordinasikan oleh National Oceanography Centre di Southampton. Mitra lain dalam penelitian ini adalah University of Southampton dan British Geological Survey.

Para ilmuwan mengambil 600 sampel dari Samudra Atlantik, Samudra Arktika dan Laut Mediterania dengan kedalaman antara 35 meter hingga 4,5 kilometer.

Dr Kerry Howell, peneliti dari Marine Institute di Plymouth University menyatakan: “Survei ini menunjukkan bahwa manusia telah mencemari semua habitat di laut, mulai dari pantai hingga kedalaman samudra. Banyak wilayah kedalaman samudra yang belum pernah dikunjungi manusia, namun kami terkejut dengan keberadaan sampah-sampah tersebut di sana yang telah ada sebelum kami datang.”

Sebanyak 41% dari sampah yang ditemukan di dasar samudra adalah sampah plastik, 34% sampah adalah bekas alat-alat pemancingan sisanya adalah gelas, logam, kayu, kardus, pakaian, keramik dan sampah-sampah yang tidak teridentifikasi.

Laporan ini menyatakan, plastik berasal dari wilayah pesisir yang terbawa arus hingga ke dasar samudra. Menurut Dr Howell: “Banyaknya sampah yang mencemari dasar samudra menjadi masalah global. Hasil penelitian kami menunjukkan pentingnya aksi untuk mencegah akumulasi sampah di lautan.”

Hasil penelitian berjudul “Marine litter distribution and density in European Seas” ini sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS ONE.

Redaksi Hijauku.com