Creek and old-growth forest-Larch Mountain - Wikimedia CommonsHarapan agar hutan menghijau kembali hanya akan menjadi utopia dalam beberapa dekade mendatang. Kebutuhan atas pangan yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah populasi di bumi mengancam kelestarian hutan meningkatkan deforestasi.

Hal ini terungkap dari laporan terbaru yang disusun oleh Chris Pagnutti, Chris Bauch, dan Madhur Anand dari University of Guelph yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE, Rabu (9/10). Penelitian ini menggarisbawahi tantangan pada masa datang dalam memenuhi kebutuhan pangan sambil tetap melestarikan habitat alami.

Tim peneliti menganalisis transisi lahan, termasuk deforestasi dan reforestasi, yang didorong oleh tiga faktor yaitu tingkat produksi pertanian, konsumsi pangan per kapita dan perubahan populasi penduduk dari waktu ke waktu.

Catatan historis menunjukkan pertumbuhan konsumsi pangan melampaui kenaikan produksi pertanian. Tim peneliti memerkirakan luas hutan akan terus menurun sebesar 10% dan akan stabil pada angka 22% dari luas wilayah daratan dalam dua abad mendatang.

Tanpa adanya teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas pangan atau strategi untuk mengurangi konsumsi pangan, tim peneliti menemukan hutan tak akan kembali menghijau, reforestasi tidak akan terjadi.

Namun berdasarkan skenario alternatif dimana produksi dan konsumsi pangan stabil, tim peneliti menyatakan, reforestasi bisa terjadi, luas hutan bisa meningkat antara 33-35% jika stabilitas produksi dan konsumsi pangan ini bisa diraih dalam 70 tahun ke depan.

Para peneliti menemukan keterkaitan antara tren reforestation, deforestation, dan lahan pertanian yang tidak tergarap dalam jangka pendek berpengaruh pada kondisi lahan jangka panjang.

Solusinya, dunia harus menemukan cara untuk meningkatkan produksi pertanian dan menggunakan teknologi itu untuk meningkatkan produksi di negara berkembang. Pada saat yang sama, konsumsi juga harus diturunkan sehingga mengurangi tekanan terhadap lahan.

Mengurangi jumlah makanan yang terbuang juga bisa mencegah penggundulan hutan. Menurut tim peneliti saat ini sekitar 32% pangan yang diproduksi dunia hilang atau terbuang setiap tahun. Jika dunia mampu mengurangi makanan yang terbuang hingga 29%, dunia bisa menyelamatkan lahan seluas 230 juta ha.

Redaksi Hijauku.com