Negara-negara Uni Eropa tinggal selangkah lagi mencapai target iklim dan energi mereka pada 2020.

Dengan kebijakan yang sudah diterapkan di negara-negara anggotanya, Uni Eropa berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 21% pada 2020.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru Lembaga Lingkungan Eropa (European Environment Agency, EEA) berjudul “Trends and projections in Europe 2013” yang dirilis Rabu (9/10).

Pada periode 1990 hingga 2012, negara-negara Uni Eropa berhasil mengurangi emisi sebesar 18 % – dari target pengurangan emisi sebesar 20% pada 2020. Uni Eropa juga diperkirakan akan memenuhi target bauran konsumsi energi terbarukan yang sudah mencapai 13% pada 2011, menuju target konsumsi sebesar 20% dari konsumsi energi final pada 2020.

Konsumsi energi primer Uni Eropa diperkirakan juga akan terus turun walau menurut EEA perlu kebijakan yang lebih ketat pada level negara-negara anggota. Menurut data yang dirilis baru-baru ini, emisi gas rumah kaca Eropa turun 1% pada 2012. Laporan EEA ini juga memberikan gambaran lengkap mengenai pencapaian target pengurangan emisi yang sesuai periode komitmen Protokol Kyoto yaitu pada 2008–2012.

Sebanyak 15 negara anggota Uni Eropa memiliki komitmen bersama untuk menaati Protokol Kyoto (EU-15). Mereka diperkirakan telah berhasil mengurangi emisi sebesar 12,2 % (2008-2012), jauh di atas target Protokol Kyoto yang 8%. Sementara target pengurangan emisi gas rumah kaca di masing-masing negara anggota (26 negara anggota UE ditambah Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss) diperkirakan juga akan tercapai.

Salah satu penentu keberhasilan Uni Eropa dalam mencapai target pengurangan emisi adalah adanya Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa (EU Emissions Trading System, EU ETS) yang didukung oleh banyak negara anggota guna mencapai target pengurangan emisi di bawah Protokol Kyoto.

Uni Eropa juga terus berkoordinasi untuk membersihkan udara menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dua aksinya adalah dengan terus meningkatkan standar efisiensi energi kendaraan bermotor dan peralihan ke energi bersih.

Walau begitu EEA mencatat sejumlah negara yang masih perlu melakukan pengurangan emisi lebih ambisius. Negara-negara tersebut adalah Austria, Liechtenstein, Luxembourg dan Spanyol. Laporan lengkap EEA bisa diunduh di sini: Trends and projections in Europe 2013.

Redaksi Hijauku.com