OLED early product - MeharrisDunia berupaya menciptakan produk elektronik hijau, produk elektronik yang ramah lingkungan, hemat energi dan sumber daya. Inisiatif ini tidak hanya datang dari produsen elektronik, namun juga dari pemerintah dengan pendekatan yang berbeda.

Dari pihak pemerintah, Amerika Serikat misalnya, mengeluarkan standar efisiensi energi baru untuk produk-produk elektronik konsumen yang bisa menghemat biaya listrik dan energi, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dalam periode masa jabatannya yang pertama, pemerintahan Obama telah mengeluarkan standar efisiensi energi untuk kulkas, alat pencuci piring dan sejumlah produk elektronik lain. Standar efisiensi energi ini diperkirakan mampu menghemat biaya listrik senilai ratusan miliar dolar serta menghemat energi setara dengan kebutuhan energi 85 juta rumah selama 2 tahun.

Obama juga menciptakan Climate Action Plan yang meliputi penetapan standar efisiensi energi untuk sejumlah peralatan listrik dan bangunan-bangunan pemerintah. Dua aksi ini diklaim mampu mengurangi polusi karbon hingga 3 miliar metrik ton pada 2030 – setara dengan satu setengah polusi karbon yang dihasilkan sektor energi AS selama satu tahun – sekaligus mengurangi biaya listrik rumah tangga.

Pada akhir Agustus lalu (29/8), Departemen Energi AS kembali mengusulkan dua kebijakan baru yang mampu memangkas biaya energi hingga $28 miliar dan emisi CO2 sebesar lebih dari 350 juta ton selama 30 tahun. Pengurangan emisi ini setara dengan memensiunkan 109 juta kendaraan baru dari jalan raya selama satu tahun. Sementara nilai penghematan energi yang diraih setara dengan penggunaan listrik 50 juta rumah selama satu tahun.

Kebijakan pertama yang diusulkan adalah penetapan standar efisiensi energi bagi lemari pendingin skala komersial yang biasa dipakai oleh restoran dan toko-toko swalayan. Jika disetujui, kebijakan ini diperkirakan akan bisa mengurangi biaya energi sebesar $4 miliar dan emisi sebesar 55 juta metrik ton dalam 30 tahun.

Kebijakan yang kedua adalah standar efisiensi energi bagi pendingin bergerak (walk-in coolers and freezers) yang biasa dipakai untuk menyimpan susu atau minuman di toko-toko swalayan. Jika disetujui, kebijakan ini akan mampu memangkas biaya energi sebesar $24 miliar dan emisi sebesar 298 juta ton selama 30 tahun. Secara total, standar efisiensi energi yang diperkenalkan pada masa jabatan pertama dan kedua Obama akan mengurangi emisi CO2 sebesar 1,8 miliar ton pada 2030.

Dari sisi manufaktur, Consumer Electronics Association (CEA), asosiasi yang beranggotakan 2.000 perusahaan elektronik konsumen dunia, mengeluarkan laporan terbaru berjudul CEA 2013 Sustainability Report pada hari Rabu (4/9) lalu.

Dalam laporan ini terungkap sejumlah inisiatif hijau yang telah diterapkan perusahaan guna menciptakan produk elektronik yang lebih ramah lingkungan. Upaya tersebut meliputi upaya daur ulang produk elektronik, efisiensi energi hingga upaya mendesain produk dan kemasan yang lebih hijau.

Perusahaan seperti Samsung misalnya, telah menggunakan plastik daur dalam produk-produknya. Menurut CES, Samsung berhasil meningkatkan pemakaian plastik daur ulang dalam produk-produk mereka dengan peningkatan persentase lebih dari empat kali lipat dalam setahun.

Pada 2012, LG, sesama produsen elektronik konsumen asal Korea Selatan melakukan survei terhadap pemasoknya dan meminta mereka menggunakan kertas kardus daur ulang dalam produk-produknya. LG juga mendesain kemasan produk televisi dan telepon seluler mereka lebih kecil, ringan dan efisien sehingga lebih sedikit menggunakan sumber daya alam.

Sementara produsen asal Jepang, Panasonic berupaya menciptakan produk yang lebih efisien energi. Hal ini terlihat dalam salah satu produk mereka yang efisien energi yaitu Blu-ray DMR-BRT220 yang mengonsumsi listrik hanya 18,9 kWh per tahun — atau kurang dari 2,2 watt per jam.

CEA sebagai organisasi industri elektronik juga memerhitungkan dampak lingkungan dalam setiap acara mereka. Acara tahunan mereka bernama International CES® (Consumer Electronic Show) – yang menjadi pusat inovasi dan dikunjungi lebih dari 150.000 orang – berupaya menciptakan pameran yang lebih hijau dengan mendaur ulang lebih dari 75% bahan baku dan material yang mereka gunakan dalam pertunjukan. Semua inovasi dan upaya menciptakan produk yang lebih hijau ini terus menggulirkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi biaya, sekaligus menyelamatkan lingkungan.

Salah satu aspek yang masih perlu diperhatikan adalah penanganan limbah elektronik, seperti baterai dan sirkuit elektronik. Limbah elektronik ini menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan lingkungan. Memicu pencemaran logam berat serta gangguan syaraf.

Di Indonesia, daur ulang limbah elektronik masih sangat tertinggal. Pusat daur ulang limbah berbahaya masih jarang ditemukan. Lokasi pembuangan atau daur ulang baterai ponsel misalnya. Pemerintah melalui mandat EPR (extended producer responsibility) bisa mendorong semua produsen elektronik untuk menciptakan produk yang lebih hijau dan program penanggulangan limbah. Sebuah tantangan sekaligus peluang positif untuk menumbuhkan ekonomi dan menyelamatkan lingkungan.

Redaksi Hijauku.com