Produksi mobil dunia terus mencetak rekor baru tahun lalu dan tahun ini, menimbulkan tantangan besar bagi lingkungan dan kesehatan. Data ini terungkap dari penelitian terbaru Worldwatch Institute yang dirilis Selasa (2/7).

Mengutip data dari IHS Automotive yang berbasis di London, produksi kendaraan penumpang naik dari 62,6 juta pada 2011 menjadi 66,7 juta pada 2012. Tahun ini jumlah produksi mobil diperkirakan akan melonjak menjadi 68,3 juta.

Jika digabung dengan produksi kendaraan truk ringan (light trucks), jumlah total produksi kendaraan akan mencapai 76,9 juta pada 2011 dan naik menjadi 81,5 juta pada 2012. Menurut Michael Renner dan Maaz Gardeziin dalam edisi terbaru Vital Signs Online milik Worldwatch Institute, jumlah ini diproyeksikan menembus angka 83,3 juta pada 2013.

Sebanyak 53% kendaraan ringan (light vehicles) tersebut diproduksi hanya oleh empat negara yaitu China, Amerika Serikat, Jepang dan Jerman. Gabungan produksi 10 negara menyumbang 76% produksi kendaraan ringan dunia.

China saat ini menjadi produsen otomotif terbesar dunia dengan jumlah 18,2 juta kendaraan. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah produksi kendaraan gabungan antara Amerika Serikat dan Jepang. Menurut Vital Signs, produksi kendaraan Jerman dan Korea Selatan sedikit menurun sementara produksi kendaraan India, Brasil, Meksiko, Kanada, dan Thailand meningkat.

“Tren ini mungkin menjadi kabar baik bagi industri otomotif yang menjual mobil 30% lebih banyak dibanding tiga tahun lalu. Namun bagi lingkungan ini adalah ancaman,” ujar Michael Renner, peneliti senior di Worldwatch. “Kendaraan adalah (salah satu) penyumbang polusi udara dan gas rumah kaca terbesar,” tambahnya lagi.

Upaya untuk mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca terus dilakukan. Sejumlah negara saat ini sudah memiliki standar efisiensi bahan bakar yang mewajibkan manufaktur kendaraan memroduksi mobil yang lebih bersih dengan lebih sedikit emisi karbon per kilometernya.

Pada 2012, Jepang, Uni Eropa dan India memiliki standar tertinggi antara 128-138 gram CO2 per kilometer (g CO2/km), sementara di Australia, Meksiko dan Amerika Serikat, standar emisi yang berlaku (untuk kendaraan ringan) adalah antara 198–205 gram per kilometer.

Jepang dan Uni Eropa saat ini tengah membahas standar baru yang akan menekan emisi kendaraan hingga 95 gram (di Uni Eropa) dan 105 gram (di Jepang) pada 2020. Amerika Serikat juga menargetkan kenaikan standar emisi kendaraan menjadi 93 gram untuk mobil biasa dan 109 gram bagi kendaraan ringan pada 2025.

Korea Selatan tidak mau kalah, menargetkan kenaikan standar emisi menjadi 153 gram pada 2015. Meksiko menetapkan standar emisi 173 gram pada 2016, sementara India dan China tengah memertimbangkan pembatasan emisi menjadi 113 dan 117 gram pada 2020.

Selain pembatasan emisi, teknologi alternatif baru untuk kendaraan juga terus dikembangkan guna mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, polusi udara serta emisi gas rumah kaca. Salah satu teknologinya adalah kendaraan hibrida, yang menggabungkan motor elektrik dan motor konvensional.

Pada awal 2013, penjualan kendaraan hibrida mencapai 6,3 juta. Toyota menjadi pemimpin pasar dan berhasil menjual 5,13 juta kendaraan hibrida dari akhir tahun 1997 hingga bulan Maret 2013 atau 81% dari total penjualan mobil hibrida dunia. Pada 2012, penjualan mobil hibrida Toyota mencapai 14% dari penjualan global perusahaan dan 40% penjualan mereka di kampung halaman Toyota di Jepang. Honda, yang memerkenalkan model hibrida pertama mereka pada 1999, telah melampaui angka penjualan 1 juta pada September 2012.

Mobil dan motor listrik juga terus bermunculan dengan berbagai tipe baik yang bertenaga baterai maupun mobil bersel bahan bakar (fuel cells electric vehicles). Menurut Vital Signs, walau penjualan mobil listrik berlipat ganda dari 45.000 pada 2011 menjadi 113.000 pada 2012, produksi mobil listrik dunia hanya menyumbang 0,2% produksi mobil konvensional.

Pada saat yang sama, emisi yang dihasilkan oleh mobil produksi Eropa saat ini masih pada angka 126 hingga 161 gram CO2/km. Sementara emisi kendaraan ringan yang dijual di Amerika Serikat mencapai rata-rata 232 gram CO2/km pada 2012. Perlu upaya lebih keras untuk mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi. Aksi dan bantuan kita untuk beralih ke sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan menjadi semakin berarti bagi bumi.

Redaksi Hijauku.com