Eksplorasi energi panas bumi menghadapi tantangan yang berat. Sebagian besar tenaga panas bumi dunia terletak jauh di dalam tanah atau di lokasi yang berisiko seperti di wilayah gunung berapi sehingga tidak mudah untuk dieksploitasi.

Namun tantangan pengembangan panas bumi ini tidak menghentikan upaya eksplorasi energi bersih dan terbarukan. Wilayah Amerika Utara dan Asia Pasifik memimpin pasar energi panas bumi dengan 56 proyek dalam tahap pengembangan akhir. Hal ini terungkap dalam berita Navigant Research yang dirilis Jum’at (7/6).

Hampir semua proyek panas bumi ini terletak di Amerika Serikat, Filipina dan Indonesia. Ketiga negara ini sekaligus menjadi negara dengan kapasitas energi panas bumi terpasang terbesar di dunia. “Lebih dari 4 gigawatts (GW) kapasitas energi panas bumi akan mulai digunakan antara tahun 2013 dan 2018,” ujar Mackinnon Lawrence, analis utama di Navigant Research.

“Jumlah ini termasuk proyek panas bumi yang hampir rampung. Masih banyak potensi panas bumi yang belum tergali dan proyek-proyek yang masih dalam tahap awal. Setelah 2017 perkembangan proyek dan kapasitas panas bumi akan lebih jelas.”

Walau wilayah Amerika Utara memimpin dengan sejumlah proyek-proyek besar yang tengah digarap, namun wilayah Asia Pasifik dilaporkan memiliki kapasitas energi dalam tahap pengembangan yang lebih besar.

Berlokasi di wilayah yang rentan gempa dan aktivitas vulkanik, negara kepulauan seperti Indonesia dan Filipina menyumbang 63% jumlah proyek panas bumi di wilayah Asia Pasifik.

Kapasitas energi panas bumi yang tengah dikembangkan di Asia Pasifik mencapai 7,4 GW atau 40% dari kapasitas panas bumi yang tengah dikembangkan di dunia. Wilayah Amerika Latin dan Afrika menyumbang 3,8 GW kapasitas baru yang tengah dikembangkan atau 20 dari kapasitas panas bumi yang tengah dikembangkan dunia.

Laporan berjudul “Geothermal Power Projects” juga dilengkapi dengan data-data energi panas bumi yang lebih canggih, termasuk tahap pengembangan, karakter suhu sumber panas bumi, target finalisasi proyek dsb. Rangkuman dari laporan ini bisa diunduh secara gratis di situs Navigant Research.

Redaksi Hijauku.com