Walaupun tidak mencapai dukungan mayoritas, Komisi Eropa mewakili negara-negara anggota Uni Eropa meneruskan rencana melindungi lebah dari penggunaan 3 insektisida berbahaya.

Komisi Eropa mengusulkan pembatasan penggunaan 3 jenis insektisida berjenis neonicotinoid yaitu clothianidin, imidacloprid dan thiametoxam bagi tanaman dan serealia yang menarik kedatangan lebah.

Sebanyak 15 negara anggota Uni Eropa mendukung pembatasan penggunaan ketiga insektisida ini, dengan 8 negara anggota menolak dan 4 negara anggota abstain. Tonio Borg, Komisioner bidang Konsumen dan Kesehatan menyatakan: “Walau mayoritas negara anggota Uni Eropa sekarang mendukung proposal kami, prasyarat dukungan mayoritas tidak tercapai. Keputusan saat ini tergantung pada Komisi Eropa.”

Menindaklanjuti permintaan dari Komisi Eropa, European Food Safety Authority (EFSA), pada 16 Januari, menerbitkan hasil kajian ilmiah terkait risiko penggunaan tiga jenis insektisida dari keluarga neonicotinoid terhadap lesehatan lebah.

Temuan dari European Food Safety Authority menyebutkan, pemakaian tiga jenis insektisida tersebut terbukti mengganggu kesehatan lebah dan Komisi Eropa memutuskan untuk meneruskan rencana mereka melindungi lebah dari bahaya insektisida.

Keberadaan lebah sangat penting bagi negara-negara Eropa. Lebah mendukung proses penyerbukan alami dan penting bagi ekosistem pertanian Eropa. Lebah menyumbang manfaat ekonomi bagi masyarakat Eropa dengan nilai lebih dari €22 miliar (US$28,8 miliar) per tahun.

Pembatasan penggunaan tiga insektisida ini akan mulai berlaku pada 1 Desember 2013. Komisi Eropa akan mengaji kembali keputusan ini paling lambat dalam waktu 2 tahun sesuai dengan data-data ilmiah dan perkembangan teknis yang tersedia.

Redaksi Hijauku.com