Polusi udara dari jalan bebas hambatan menyebar hingga jarak yang lebih jauh dari yang diperkirakan sebelumnya. Kesimpulan ini terungkap dari hasil penelitian terbaru UCLA dan California Air Resources Board yang dirilis baru-baru ini.

Tim peneliti menemukan polusi udara pada dini hari yang terbawa angin hingga 1,5 kilometer jauhnya dari jalan tol di wilayah Los Angeles, Amerika Serikat. Konsentrasi polusi udara ini bahkan masuk ke dalam rumah, sekolah dan bangunan dan terus bertahan hingga jam 10 pagi.

Separuh populasi Los Angeles, tinggal di wilayah yang terdampak polusi udara. Menurut tim peneliti, seperempat dari penduduk Los Angeles akan terdampak polusi yang dibawa oleh angin dari jalan tol ini setiap hari. Dampak polusi udara dari jalan tol ini juga akan memengaruhi wilayah-wilayah lain di Amerika Serikat bahkan di dunia.

Jarak tempuh polusi udara yang mencapai 1,5 kilometer adalah temuan baru yang mengejutkan. Penelitian sebelumnya, yang dilakukan di Amerika Serikat dan Australia menunjukkan, konsentrasi polusi udara pada siang hari hanya menyebar sejauh 300 meter dari jalan raya. Temuan ini didukung oleh penelitian UCLA sebelumnya di wilayah pesisir pantai.

Dalam penelitan terbaru ini, tim peneliti yang beranggotakan Professor Suzanne Paulson, Profesor Arthur Winer dan dipimpin oleh Wonsik Choi, peneliti pascasarjana – semua dari UCLA – mengukur konsentrasi polutan di sekitar jalan bebas hambatan.

Mereka mendatangi jalan tol sebelum jam sibuk di pagi hari menggunakan kendaraan bebas emisi untuk mengukur jumlah partikel super halus dan polutan knalpot lain seperti nitrogen oksida dan karbon monoksida menggunakan alat khusus masing-masing sebanyak lima kali.

Menurut Paulson dalam siaran pers UCLA, jalan tol yang padat berpengaruh besar pada populasi di sekitarnya terutama yang terletak di sepanjang arah angin pada pagi hari. “Partikel polusi udara bisa masuk ke dalam ruangan mencemari rumah dan sekolah berdampak pada banyak orang,” tuturnya.

Menurut tim peneliti, tingkat polusi udara dalam ruang bisa mencapai 50-70% dibanding polusi luar ruangan, bahkan saat jendela rumah atau sekolah tertutup. Dengan mengetahui arah angin, tim peneliti bisa memerkirakan dampak polusi udara dari setiap jalan tol.

Polusi jalan tol terbukti meningkatkan risiko penyakit asma, serangan jantung, stroke, diabetes, kelahiran prematur dan kekurangan berat badan pada bayi yang baru lahir.

Bagaimana cara menghindari polusi-polusi ini? “Jika rumah Anda berada pada jarak 1,5 kilometer dari jalan tol, Anda bisa menutup jendela pada dini hari,” ujar Profesor Winer. “Anda juga bisa menghindari olah raga berat di pagi hari.”

Sekolah yang terletak di sekitar jalan tol juga disarankan untuk menghindari aktivitas olah raga pada pagi hari dan penduduk yang mengalami gangguan pernafasan dianjurkan untuk menyaring udara dalam ruang agar lebih sehat.

Redaksi Hijauku.com