Era pekerjaan yang mengeksploitasi sumber daya alam dan merusak lingkungan pelan tapi pasti akan tergantikan.

Sebagai gantinya, lapangan kerja hijau (green jobs) terus tumbuh. Lapangan kerja ini adalah lapangan kerja yang bisa membawa manfaat ekonomi sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati.

Hal ini terungkap dari laporan Green Jobs Initiative dari Organisasi Buruh Internasional (ILO). Menurut ILO, jutaan lapangan kerja ramah lingkungan telah tercipta di berbagai sektor. Dan peluang bagi terciptanya lapangan kerja hijau baru terus terbuka.

Perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya alam memicu masalah lingkungan dan kemanusiaan yang perlu diatasi. Transisi ke ekonomi hijau adalah solusinya. Dan penciptaan lapangan kerja hijau adalah pusat dari transisi ke ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Menurut ILO, peralihan ke ekonomi yang lebih hijau akan menciptakan 15 juta hingga 60 juta lapangan kerja baru di seluruh dunia dalam 20 tahun ke depan.

Lapangan kerja hijau adalah lapangan kerja yang mampu mengurangi eksploitasi energi dan sumber daya alam, membatasi emisi gas rumah kaca, mengurangi polusi dan limbah, serta lapangan kerja yang mampu melindungi dan memerbaiki ekosistem.

Industri inilah yang menjadi tempat berlabuh jutaan tenaga kerja muda yang tercipta setiap tahun. Contoh, negara maju seperti Amerika Serikat berhasil menciptakan 3,1 juta lapangan kerja ramah lingkungan pada 2010 atau 2,4% dari lapangan kerja. Angka ini terus tumbuh.

Hal yang sama juga terjadi di Brasil di mana 2,9 juta lapangan kerja hijau (atau 6,6% dari lapangan kerja formal) tercipta pada 2010 guna membantu memerbaiki lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.

Di seluruh dunia, sektor energi terbarukan menjadi industri yang paling banyak menciptakan lapangan kerja hijau, dengan pertumbuhan mencapai 21% per tahun. Saat ini, sekitar 5 juta lapangan kerja hijau telah tercipta di sektor ini.

Bidang efisiensi energi juga menjadi sektor penting yang menyumbang terciptanya lapangan kerja hijau di sektor konstruksi yang selama ini paling parah terkena dampak krisis ekonomi.

Di wilayah Uni Eropa, lapangan kerja yang mampu melindungi keanekaragaman hayati dan memerbaiki hutan dan sumber daya alam, berhasil menciptakan 14,6 juta lapangan kerja langsung dan tidak langsung.

Di dunia saat ini, masih ada 1,3 miliar penduduk yang tidak memiliki akses ke energi bersih dan modern. Masalah lingkungan juga terus berlangsung di semua negara.

Sampah, pencemaran udara, air dan tanah, eksploitasi sumber daya alam terus memicu masalah lingkungan dan kemanusiaan. Tidak ada upaya yang lebih paripurna selain bekerja menjadi bagian dari solusi masalah-masalah lingkungan ini.

Mari bersama terus menciptakan lapangan kerja baru yang ramah lingkungan. Demi bumi yang lebih hijau, damai dan lestari.

Redaksi Hijauku.com