Rumah tangga dan industri menyumbang separuh emisi gas rumah kaca dari hasil pembakaran bahan bakar fosil di Uni Eropa. Hal ini terungkap dari berita European Environment Agency (EEA) yang dirilis minggu lalu (20/12).

Menurut EEA, rumah tangga dan industri masing-masing menyumbang seperempat emisi gas rumah kaca yang berasal dari penggunaan energi. Dua sektor ini juga bertanggung jawab atas peningkatan emisi pada 2010. Keduanya menyumbang kenaikan 90 juta ton emisi setara CO2 pada 2010 dibanding tahun sebelumnya.

Laporan ini juga menyebutkan, 40% emisi gas rumah kaca Uni Eropa berasal dari sektor energi yang digunakan untuk pemanas, pembangkit listrik dan penyulingan.

Konsumen turut bertanggung jawab atas kenaikan emisi gas rumah kaca, karena konsumen adalah pengguna akhir (end user) produk-produk energi ini.

Peralihan tanggung jawab ini tidak lain adalah untuk mendidik konsumen bahwa permintaan mereka terhadap energi juga turut memicu kenaikan emisi gas rumah kaca.

Antara tahun 2009 dan 2010, hasil pembakaran bahan bakar fosil bertanggung jawab atas produksi lebih dari 100 juta ton emisi setara CO2 di Uni Eropa. Hal ini sebagian karena pulihnya ekonomi di sejumlah negara anggota Uni Eropa.

Menurut analisis terbaru dari EEA, pada 2010, sekitar 50% kenaikan bersih emisi terkait energi dipicu oleh meningkatkan aktivitas industri terutama industri besi dan baja.

Kenaikan emisi juga disebabkan oleh kondisi cuaca di Eropa yang semakin ekstrem seperti musim dingin yang lebih parah pada 2010 yang memicu kenaikan permintaan akan fasilitas pemanas.

Sektor perumahan mewakili hampir 40% peningkatan bersih emisi gas rumah kaca yang terkait penggunaan energi. Sektor perumahan mengonsumsi lebih banyak listrik pada 2010 dibanding pada 2009, sehingga emisi yang dihasilkan juga lebih besar.

Redaksi Hijauku.com