Penelitian di Inggris menemukan, aktivitas bersepeda lebih aman bagi anak muda dibanding mengemudi.

Hal ini terungkap dalam berita yang dirilis oleh University College London, Rabu (5/12). Para peneliti dari UCL menemukan, aktivitas mengemudi lima kali lipat lebih berbahaya per jamnya dibanding aktivitas bersepeda bagi mereka yang berusia 17-20 tahun.

Para peneliti mengumpulkan catatan rumah sakit dan kematian pada pejalan kaki, pesepeda dan pengemudi di Inggris antara tahun 2007-2009 dan membaginya berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin.

Data tersebut kemudian digabung dengan data dari National Travel Survey yang dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin dan moda transportasi yang mereka gunakan.

Hasilnya, para peneliti menyimpulkan, “Aktivitas bersepeda lebih aman dibanding aktivitas mengemudi bagi pemuda yang berusia 17-20 tahun,” ujar Dr Jennifer Mindell, ilmuwan dari UCL Epidemiology & Public Health, yang memimpin penelitian ini.

Data penelitian ini juga mengungkapkan, risiko tertinggi dalam mengemudi dialami mereka yang berusia antara 17-20 tahun. Risiko bersepeda tertinggi terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 70 tahun. Sementara aktivitas jalan kaki menjadi aktivitas paling berisiko bagi wanita yang telah berusia lebih dari 70 tahun. Secara umum, risiko kematian pada laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.

Tim peneliti di Inggris kemudian membandingkan hasil temuan mereka dengan data-data dari Belanda yang terkenal sebagai negara yang ramah bagi pesepeda.

Mereka menemukan pola yang sama antara Inggris dan Belanda yaitu remaja laki-laki lebih jarang mengalami cidera atau kematian saat bersepeda dibanding saat mereka mengemudikan mobil. “Semoga temuan ini semakin mendorong masyarakat untuk menjalani aktivitas yang tidak hanya baik bagi kesehatan namun juga bagi lingkungan ini,” ujar Dr Mindell.

Aktivitas transportasi aktif, bersepeda dan berjalan kaki, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan jurnal kesehatan internasional, Lancet, juga mampu menghemat biaya kesehatan hingga £17 miliar atau US$27,2 miliar.

Redaksi Hijauku.com