Produksi mobil dunia terus meningkat seiring upaya mengurangi polusi udara dan gas rumah kaca dari kendaraan bermotor. China dan sejumlah negara berkembang lain menjadi produsen dan pengguna mobil terbesar.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru Worldwatch Institute (WI) yang diterbitkan Selasa (11/9) lalu. Menurut WI, produksi mobil penumpang dunia naik dari 74,4 juta pada 2010 menjadi 76,8 juta pada 2011. Jumlah produksi mobil dunia diperkirakan akan menembus rekor baru sebesar 80 juta kendaraan bahkan lebih pada 2012.

Penjualan mobil penumpang dunia juga terus naik dari 75,4 juta pada 2010 menjadi 78,6 juta pada 2011 dan akan mencapai 81,8 juta pada 2012.

Menurut Michael Renner, ilmuwan senior dari Worldwatch Institute yang memimpin penelitian ini, negara-negara berkembang terutama China, menjadi pendorong utama peningkatan produksi dan penjualan mobil.

Jumlah mobil penumpang yang ada di jalan-jalan dunia telah mencapai angka 691 juta pada 2011. Jika digabung dengan jenis mobil lain, seperti mobil angkutan barang, jumlah ini akan meningkat menjadi 979 juta kendaraan atau naik 30 juta dibanding tahun 2010.

Pada akhir tahun ini, jumlah mobil dunia bisa mencapai 1 miliar kendaraan – satu dibanding 7 penduduk dunia.

“Mobil adalah penyumbang utama polusi udara dan peningkatan emisi gas rumah kaca,” ujar Renner. “Efisiensi bahan bakar dan penggunaan bahan bakar yang lebih bersih bisa membantu mengurangi polusi. Namun pertumbuhan jumlah mobil di jalan raya bisa mengacaukan upaya mitigasi ini.”

Selain peningkatan efisiensi, penggunaan energi yang lebih bersih dan rancang bangun mobil yang lebih aerodinamis, hal lain yang harus diperhatikan adalah jarak tempuh kendaraan bermotor.

Di Amerika Serikat misalnya, walau jumlah populasi AS hanya 25% dari populasi negara-negara makmur yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), pada tahun 2008, penduduk AS menyumbang lebih dari 40% dari 10,3 triliun kilometer jarak yang telah ditempuh oleh kendaraan penumpang di negara-negara anggota OECD.

Upaya lain untuk mengurangi polusi adalah dengan menggenjot produksi kendaraan elektrik. China, misalnya, menargetkan penggunaan 5 juta mobil hibrida dan mobil elektrik di jalan raya pada 2020 – atau lebih dari 40% dari jumlah kendaraan elektrik dunia pada periode yang sama. Namun analisis dari Deutsche Bank Climate Advisors, menunjukkan, produksi mobil listrik China pada periode yang sama hanya akan mencapai 1,1 juta dengan jumlah mobil elektrik di jalan raya mencapai 3,5 juta.

Jumlah mobil penumpang di China tumbuh rata-rata 25% per tahun pada periode 2000–2011 dari hanya 10 juta mobil menjadi 73 juta mobil. Produsen mobil kecil terbanyak secara berturut-turut ditempati oleh China, Amerika Serikat, Jepang dan Jerman yang bersama-sama menyumbang lebih dari 50% produksi mobil dunia.

Produksi mobil hibrida (mobil bertenaga bahan bakar dan listrik) terus tumbuh namun jumlahnya terus di bawah 2% dari total produksi mobil global.

Redaksi Hijauku.com