Naiknya suhu bumi memacu pertumbuhan alga berbahaya yang mencemari danau-danau besar di Eropa Tengah.

Hal ini terungkap dari penelitian terbaru ilmuwan dari University of Zurich yang diterbitkan Senin (16/7).

Selama beberapa dekade terakhir, danau-danau besar di Eropa Tengah telah tercemar oleh saluran-saluran air di sekitarnya. Pencemaran ini meningkatkan kadar oksigen dan fosfor dalam air, memacu pertumbuhan alga, termasuk alga-alga beracun.

Dari evaluasi data di Danau Zurich terungkap, “cyanobacteria Planktothrix rubescens” atau alga merah darah (Burgundy blood algae), berkembang pesat dalam 40 tahun terakhir.

Seperti cyanobacteria yang lain, Planktothrix mengandung racun untuk melindungi diri agar tidak dikonsumsi oleh kepiting ukuran kecil. Alga merah darah ini pertama kali ditemukan di Danau Zurich pada 1899. Perusahaan penyedia air, Zurich Water Supply,  selama ini bertanggung jawab untuk membersihkan air danau dari organisme beracun ini.

Merebaknya alga juga menyerap dan mengurangi kandungan oksigen dalam air danau, mengancam keberadaan ikan dan makhluk hidup di dalamnya.

Manusia – melalui limbah yang mereka hasilkan – juga telah mengubah rasio nutrisi dalam air di danau-danau Eropa Tengah.

Pembuangan limbah yang mengandung fosfor ke dalam danau berkurang dalam beberapa dekade terakhir, sementara pembuangan limbah yang mengandung nitrogen terus berlangsung. Akibatnya, beberapa jenis alga beracun berkembang biak dengan pesat bahkan di sejumlah danau yang telah “dibersihkan”.

“Manusia juga menyebabkan pemanasan global yang meningkatkan suhu air di permukaan danau,” ujar Thomas Posch, peneliti dari University of Zurich, yang menganalisis data dari Zurich Water Supply. Hasil penelitian ini telah diterbitkan di jurnal “Nature Climate Change”.

Pada musim gugur, Planktothrix muncul dan merebak menutupi permukaan danau dari kedalaman 15 meter. Penyebabnya tidak lain adalah pemanasan global yang menyebabkan suhu air di permukaan danau meningkat dan mengganggu sirkulasi oksigen dari permukaan ke dalam danau.

Kandungan oksigen di dasar danau lalu berkurang menggangu ekosistem yang hidup di dalamnya termasuk ikan dan alga. Alga yang sekarat mengonsumsi lebih banyak oksigen.

Proses ini menjadi seperti lingkaran setan. Berkurangnya kandungan oksigen di dasar danau mengancam kelestarian ikan-ikan dan ekosistem lain yang hidup di dalamnya.

Redaksi Hijauku.com